Palu, Teraskabar.id – Operasi pencarian dan pertolongan terhadap tujuh orang korban bencana tanah longsor di wilayah hutan Desa Tirtanagaya, Kecamatan Bolano, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) membuahkan hasil pada pencarian hari kedua, pada Senin (23/6/2025).
Dua korban longsor berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan telah dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan menuju Puskesmas terdekat untuk identifikasi mayat. Sedangkan lima korban lainnya masih dalam proses pencarian.
Tim rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu bersama unsur potensi SAR lainnya memutuskan untuk melanjutkan pencarian pada hari berikutnya, setelah sebelumnya melanjutkan pencarian dengan membagi area menjadi tiga sektor pencarian sesuai dengan rencana operasi.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu melalui Kepala Sub Seksi Operasi dan Siaga, Rusmadi,S.E. menyampaikan bahwa pada hari kedua operasi ini, dilakukan penambahan personel dan peralatan untuk memperkuat upaya pencarian.
“Pagi ini kami mengirimkan enam personel tambahan dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu menuju Kecamatan Bolano,” ujar Rusmadi.
Adapun unsur yang terlibat dalam operasi SAR ini meliputi Tim Rescue Basarnas Palu, Polsek Bolano, BPBD Kabupaten Parigi Moutong, TNI AD, TAGANA Parigi, Masyarakat setempat.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu terus berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait guna memastikan operasi SAR berjalan dengan aman, cepat, dan tepat.
Peristiwa tanah longsor yang diduga menimbun 7 orang terjadi pada Selasa (17/6/2025). Saat itu, tujuh warga menuju kawasan hutan Talenga dengan membawa 4 ekor sapi dan satu unit truk jenis DA untuk mengambil kayu.
Pada Sabtu (21/6/2025), seorang operator sensor yang melintas di lokasi dan mendapati bahwa gubuk yang menjadi tempat tinggal sementara para korban sudah rata tertimbun tanah. Saksi menduga para korban telah kembali ke kampung, namun setelah dilakukan pengecekan, ketujuh korban tidak ditemukan dan upaya pencarian awal oleh warga tidak membuahkan hasil.
Selanjutnya, Rivai, perwakilan BPBD Kabupaten Parigi Moutong memperoleh informasi tersebut dari warga pada Ahad (22/6/2025) sekitar pukul 17.45 Wita, segera melaporkan adanya dugaan tujuh warga tertimbun longsor saat berada di area hutan untuk mengambil kayu.
Merespons laporan tersebut, Tim Rescue dari Unit Siaga SAR Tolitoli diberangkatkan pada pukul 18.05 Wita menggunakan Rescue Car dengan estimasi tiba di lokasi sekitar pukul 22.35 Wita. Lokasi kejadian diperkirakan berjarak sekitar 150 km dari USS Tolitoli dan dapat ditempuh dalam waktu sekitar 4 jam 30 menit melalui jalur darat.
Adapun identitas korban:
1. Sahrat (43), Laki-laki, Desa Antapura
2. Subran (52), Laki-laki, Desa Antapura
3. Ijal (28), Laki-laki, Desa Antapura
4. Safrudin E. Manjalai (36), Laki-laki, Petani
5. Riska Jumi (26), Perempuan, Ibu Rumah Tangga
6. Arun (17), Laki-laki, belum bekerja
7. Rapi (14), Laki-laki, belum bekerja
Unsur SAR Terlibat Unit Siaga SAR Tolitoli, Polsek Bolano, BPBD Kabupaten Parigi Moutong, Tagana Kabupaten Parigi, Masyarakat setempat.
Peralatan yang digunakan Rescue Car, Chain Saw, Peralatan Ekstrikasi, Alat Komunikasi, Satu Set Peralatan Navigasi, Peralatan Medis, Peralatan SAR lainnya
“Personil dari Unit Siaga SAR Tolitoli yang telah diberangkatkan ke lokasi akan langsung berkoordinasi dengan aparat desa dan unsur terkait. Sesampainya di lokasi, tim akan menilai kondisi medan secara langsung untuk menentukan apakah pencarian dapat dilakukan secara manual atau perlu didukung oleh alat berat seperti ekskavator. Prinsip utama kami adalah keselamatan tim dan efektivitas pencarian,” kata Kepala Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh. Rizal, S.H. (red/teraskabar)







