Senin, 12 Januari 2026

Duet Hadi – Imelda di Pilwakot Palu, Duet Paling Kuat, Bisakah Terjadi?

Duet Hadi - Imelda di Pilwakot Palu, Duet Paling Kuat, Bisakah Terjadi?
Politisi Golkar Imelda Liliana Muhidin di hadapan sejumlah awak media. Foto: Istimewa

Palu, Teraskabar.id – Politisi Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, Andono Wibisono ketika diminta tanggapan soal wacana bakal calon (Bacalon) wali kota dan Bacalon wakil wali Kota Palu, Hadianto Rasyid dan Imelda Liliana Muhidin di Pemilihan Wali Kota (Pilwakot) Kota Palu 2024, mengakui merupakan pasangan sangat ideal.

Bila wacana itu menjadi kenyataan, ia memprediksi pasangan calon (Paslon) paling kuat dan ideal. ‘’Akan kuat dan sangat ideal. Tapi wacana itu bisa terjadi, bisa juga tidak. Politik itu seni kemungkinan. Kalau ditanya chemistry menurut saya banyak kesamaan cara keduanya memandang Palu dengan agenda panjang. Bisa saja,’’ akunya.

Baca jugaJelang Pilwakot Palu, Hadianto Masuk Radar Partai Nasdem

Diketahui, data laman KPU Palu bahwa hasil rekapitulasi suara Pilkada Kota Palu 2020, pasangan calon Hadianto Rasyid – Reny Lamadjido memperoleh suara terbanyak dengan raihan 64.249 suara. Posisi kedua yakni pasangan Imelda Lilihana Muhidin- Arena Jr Parampasi dengan perolehan 37.260 suara.

Kata praktisi media di Sulteng ini melanjutkan, di politik jarang sekali Das Sollen sama dengan Das Sein. Sebuah yang diharapkan akan sama dengan kenyataan. ‘’Kita pinjam norma hukum yah, jarang sekali ada dass sollen sama dengan dass sein. Kalau terjadi duet Hadi – Imelda itu sebuah anugerah besar bagi keberlangsungan Palu yang maju luar biasa,’’ jawabnya.

Andono yang juga Ketua DPD Partai Perindo Kota Palu mengaku wacana wacana demikian wajar di masa dinamisasi komunikasi politik jelang pendaftaran pasangan calon di Pilkada serentak 2024. ‘’Wajar. Namanya politik. Pasti ada wacana, ada komunikasi, ada lobi dan sebagainya. Biasa saja lah,’’ sergah Cak Ando, sapaannya.

  Ajenkris Dilantik Jadi Kadis ESDM Sulteng, Gubernur Anwar Hafid: Dia Punya Keberanian

Baca jugaJelang Dua Tahun Pimpin Sulteng, Ini Deretan Prestasi Duet Rusdy – Ma’mun

Politik, lanjutnya tidak mesti pertimbangan kepentingan jangka pendek. Tapi mesti melihat Palu dalam perspektif masa depan menjelang Indonesia Emas 2045. Palu mesti siapa sebagai kota penyanggah ibukota negara Nusantara (IKN). Palu menjadi pusat wisata masyarakat IKN 10 tahun mendatang.

Kedua; yang memiliki kewenangan kontitusional Paslon wali kota dan Wawali adalah partai politik. Dengan ketentuan sesuai UU Pilkada bahwa mengusung sebanyak tujuh kursi. ‘’Parpol memiliki hak konstitusional mengusung dengan jumlah tujuh kursi. Ya pasti akan ada komunikasi antar parpol. Apakah Paslon sanggup dengan visi partai? Prinsipnya kalau duet yang anda sebut itu terjadi pasti akan luar biasa,’’ tandasnya.

‘’Transformasi kepemimpinan mesti satu tarikan nafas dengan kepentingan sangat besar itu. Pak Hadi sudah memulai. Didampingi Ibu Imelda, berlanjut kepemimpinan provinsi dan seterusnya dan seterusnya. Inilah yang disebut politik gagasan dengan mashab futuristik. Gimik perlu tapi kalau kelebihan gimik politik nanti publik menilai kapasitas seorang pemimpin,’’ terangnya serius.

Baca juga: Rapat Asistensi dan Supervisi LPPD; Wagub Sulteng: Momentum Tingkatkan Kualitas LPPD

Kalau Perindo? Katanya belum membuka pendaftaran Bacalon wali kota dan Wawali. ‘’Akan ada pendaftaran tapi masih menunggu bagaimana arahan pusat. Belum ada sampai sekarang. Tunggu saja. Sebagai partai mengusung persatuan Indonesia gagasan gagasan dan wacana itu sangat baik,’’ jawabnya lagi sambil tertawa.

Data redaksi bahwa Hadianto Rasyid memiliki modal empat kursi yaitu Partai Hanura. Sedangkan Imelda Liliana Muhidin memiliki modal surat tugas DPP Partai Golkar sebagai Balon Wali Kota Palu. Golkar memperoleh empat kursi di Pileg 14 Pebruari lalu. Bila keduanya duet maka koalisi Hanura – Golkar (8 kursi). Lebih dari cukup. (***/teraskabar)