Palu, Teraskabar.id– Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah (Sulteng) pada 2021 menembus angka dua digit. Di satu sisi kualitas manusia yang tercermin dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sangat rendah secara nasional. Sulteng menduduki peringkat 25 dari 33 provinsi yang ada di Indonesia.
Menyikapi rendahnya pencapaian kualitas sumber daya manusia (SDM) di Sulteng, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng melalui BAPPEDA mendorong pemerintah kabupaten/kota se-Sulteng guna meningkatkan IPM Tahun 2022, fokus sasaran dibidang pendidikan dan kesehatan.
Baca juga : Ekonomi Sulteng Tumbuh Dua Digit di TW I 2022, Masih Didominasi Industri Pengolahan
Selain itu, Pemprov Sulteng juga berkomitmen mengentaskan kemiskinan melalui Program Gerak Cepat Pengentasan Kemiskinan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat Tahun 2023 atau disingkat GERCEP GASKAN BERDAYA dengan berkolaborasi pemerintah kabupaten/kota.
Saat membuka acara, Gubernur Sulteng H.Rusdy Mastura mengatakan tingkat kemiskinan Sulawesi Tengah cenderung mengalami penurunan, yakni dari 403.700 jiwa atau 13,06 % persen dari total penduduk pada tahun 2020, menjadi 381.210 jiwa atau 12,18 % pada tahun 2021.
Baca juga : Sulteng Urutan 29 Capaian Vaksinasi
Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah pada tahun 2021 mampu menyentuh angka 2 digit yaitu sebesar 11,70 %, berada pada urutan ketiga tertinggi secara nasional dan jauh lebih lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional yang berada pada angka 3,69 %.







