Sabtu, 24 Januari 2026

Fenomena Panas di Lantai Rumah Warga Labota, Ini Respon BPBD Morowali

fenomena panas di lantai rumah warga desa labota morowali antara gejala alam dan tanda aktivitas geotermal?
Ismail (tengah) pemilik rumah yang mengalami fenomena panas di lantai. Foto: Asmar

Morowali, Teraskabar.id – Fenomena panas di lantai rumah warga Desa Labota, Kecamatan Bahodopi, kini menarik perhatian publik. Kejadian ini berawal dari laporan pasangan Ismail dan Sri yang mengaku lantai rumah mereka, terutama di bagian dapur, mengalami peningkatan suhu secara tidak wajar. Dalam dua hari terakhir, suhu panas semakin tinggi hingga membuat keluarga tersebut takut beraktivitas di dalam rumah.

Menurut keterangan Asmar, kerabat pemilik rumah, fenomena panas di lantai awalnya hanya terasa sebagai kehangatan ringan. Namun, suhu terus meningkat dan kini menimbulkan kekhawatiran warga akan adanya gejala alam yang tak biasa.

“Lantai di bagian dapur terasa sangat panas. Kami takut ada sesuatu yang sedang terjadi di bawah tanah,” ungkapnya, Rabu (12/11/2025).

Menindaklanjuti laporan itu, pemerintah Desa Labota segera berkoordinasi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) direncanakan akan melakukan pemeriksaan lapangan untuk mengetahui penyebab pasti fenomena panas di lantai tersebut.

Asmar menambahkan bahwa pihak keluarga saat ini menunggu pemeriksaan resmi dari tim teknis. “Kami berharap Pemerintah Kabupaten Morowali, melalui instansi terkait segera datang agar warga tidak panik,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, BPBD Morowali akan segera turunkan tim ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal. Kepala BPBD Morowali, Abubakar, SKM., M.Kes., menyampaikan bahwa tim BPBD dan Dinas Lingkungan Hidup akan segera ke lokasi untuk memastikan penyebab fenomena tersebut.

“Kami akan menurunkan tim untuk memeriksa kondisi rumah warga bersama dengan Dinas Lingkungan Hidup. Kami juga sudah menyurat ke pihak PT IMIP agar dapat membantu dalam pemeriksaan teknis, karena ini menyangkut potensi keselamatan warga,” ungkapnya saat dikonfirmasi Teraskabar, Rabu (12/11/2025).

  Gubernur Sulteng Serahkan Si Arjuna, Sapi Limosin Bantuan Presiden Jokowi

Secara akademik, fenomena panas di lantai dapat dikaji melalui pendekatan geologi dan fisika bumi. Dalam konteks ilmiah, peningkatan suhu di permukaan tanah bisa menjadi indikasi adanya aktivitas geotermal, yaitu keluarnya panas bumi melalui rekahan batuan di bawah permukaan. Namun, penyebab lain juga mungkin terjadi, seperti kebocoran arus listrik di bawah lantai, reaksi kimia material bangunan, atau proses biologis yang menghasilkan panas di tanah.

Kawasan Bahodopi sendiri diketahui memiliki struktur batuan kompleks yang potensial menyimpan aktivitas geologi dinamis. Oleh sebab itu, pemeriksaan lapangan diperlukan untuk mengukur suhu tanah, mengambil sampel material, dan menganalisis komposisi kimia di sekitar lokasi.

Hasil pemeriksaan nantinya diharapkan dapat menjelaskan apakah fenomena panas di lantai rumah warga tersebut disebabkan oleh aktivitas geotermal alami atau faktor lingkungan lainnya.

Bagi masyarakat, kejadian ini dapat memberikan pelajaran tentang pentingnya kewaspadaan terhadap perubahan lingkungan mikro di sekitar tempat tinggal. Partisipasi warga dalam melaporkan gejala semacam ini dapat membantu pemerintah memahami potensi geofisik di wilayah tersebut.

Dengan demikian, kasus fenomena panas di lantai rumah warga Desa Labota bukan hanya isu lokal, melainkan juga peluang untuk penelitian ilmiah mengenai potensi aktivitas geotermal di daerah tersebut. Penanganan cepat dan pendekatan berbasis sains akan membantu masyarakat memahami hubungan antara dinamika alam dan keamanan lingkungan tempat tinggal mereka. (Ghaff/Teraskabar).