Selasa, 13 Januari 2026

FMKI Morowali Berkibar di Kawasan Investasi: Didukung Pemerintah, Disambut Perusahaan

Morowali, Teraskabar.id – FMKI Morowali berkibar sebagai forum masyarakat yang lahir dari kesadaran kolektif warga di lingkar kawasan investasi. Deklarasi Forum Masyarakat Kawasan Investasi (FMKI) Kabupaten Morowali yang digelar di GAB Cafe & Resto, Desa Wata, Kecamatan Bungku Barat, Sabtu (13/12/2025), menjadi penanda penting hadirnya ruang dialog baru antara masyarakat, pemerintah, dan perusahaan.

Sejak awal kegiatan, suasana deklarasi berlangsung terbuka dan penuh semangat kolaborasi. Berbagai pihak hadir dan menyampaikan pandangan secara langsung. Pemerintah kecamatan menyampaikan apresiasi. Perusahaan menyatakan dukungan. Sementara itu, masyarakat menegaskan komitmen untuk mengambil peran secara konstruktif.

Momentum ini sekaligus menegaskan bahwa FMKI Morowali berkibar bukan sebagai simbol perlawanan, melainkan sebagai simbol kemitraan.

FMKI Morowali Berkibar: Hadir dari Kesadaran Masyarakat Kawasan Investasi

FMKI terbentuk sebagai respons atas dinamika kawasan investasi yang terus berkembang di Kabupaten Morowali. Aktivitas industri yang masif membawa dampak ekonomi sekaligus sosial. Oleh karena itu, masyarakat membutuhkan ruang bersama untuk menyampaikan aspirasi secara terarah.

Melalui deklarasi ini, FMKI menyatakan diri sebagai forum masyarakat yang berfungsi menjembatani komunikasi antara warga, pemerintah, dan perusahaan. Forum ini tidak bergerak secara sporadis. Sebaliknya, FMKI dibangun dengan semangat dialog, musyawarah, dan penyelesaian masalah secara bersama.

Dengan demikian, FMKI Morowali berkibar sebagai wadah yang diharapkan mampu merawat keseimbangan antara investasi dan kepentingan sosial.

FMKI Morowali Berkibar, Pemerintah Apresiasi dan Beri Dukungan Terbuka

Camat Bungku Barat, Jalaludin Ismail, SH., secara terbuka menyampaikan apresiasinya terhadap terbentuknya FMKI. Ia menilai forum ini lahir secara responsif dan membawa energi positif bagi kawasan investasi.

Menurutnya, FMKI tidak dibentuk untuk mencari-cari kesalahan atau memusuhi pihak tertentu. Sebaliknya, forum ini hadir sebagai mitra pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial dan kelancaran pembangunan.

  Satgas Pungli Morowali Akan Edukasi Pelaku Pungutan di Seba-Seba, Tegasi Jika Membandel

“Forum Masyarakat Kawasan Investasi ini patut diapresiasi. Ini responsif dan positif. Ini bukan lembaga yang mencari-cari kesalahan, apalagi memusuhi perusahaan,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa FMKI Morowali berkibar dengan dukungan moral dari pemerintah kecamatan.

Pemerintah Tegaskan FMKI Bukan Lawan Perusahaan

Lebih lanjut, Jalaludin Ismail menekankan agar tidak ada pihak yang bersikap alergi terhadap kehadiran FMKI. Ia menilai persepsi negatif terhadap organisasi masyarakat justru akan memperlebar jarak komunikasi.

Ia menegaskan bahwa FMKI bukan lawan pemerintah dan bukan pula lawan perusahaan. Sebaliknya, FMKI adalah mitra strategis yang dapat membantu meredam potensi konflik.

“Jangan menganggap forum ini sebagai lawan. Ini bukan ancaman. Ini mitra. Jika ada persoalan di wilayah kita, mari kita duduk bersama,” ujarnya.

Dengan penegasan tersebut, pemerintah kecamatan secara jelas memposisikan FMKI sebagai bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah.

Dialog dan Musyawarah Jadi Jalan Utama

Camat Bungku Barat juga menekankan pentingnya dialog dan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan di kawasan investasi. Ia menilai bahwa setiap masalah dapat diselesaikan jika semua pihak mau duduk bersama.

Menurutnya, pendekatan konfrontatif hanya akan menciptakan ketegangan baru. Sebaliknya, pendekatan dialogis akan melahirkan kepercayaan.

“Kalau ada masalah, jangan saling menutup diri. Mari kita cari solusinya bersama-sama. Jangan sampai persoalan justru menghambat jalannya investasi,” jelasnya.

Pendekatan inilah yang kemudian menjadi salah satu ruh utama bendera FMKI Morowali berkibar.

Anggapan FMKI Menghambat Investasi Ditepis

Dalam kesempatan tersebut, Jalaludin Ismail juga menepis anggapan bahwa FMKI akan menghambat aktivitas investasi atau mengganggu perusahaan. Ia menyebut anggapan tersebut tidak berdasar.

Menurutnya, FMKI tidak memiliki niat untuk mengobok-obok perusahaan. Justru, forum ini hadir untuk menciptakan suasana yang lebih kondusif.

  Brigade Al-Quds Terlibat Pertempuran Sengit, 10 Tentara IDF Tewas dan Terluka

“FMKI ini bukan untuk menghalangi investasi. Justru kehadirannya membantu menciptakan ketenangan dan keterbukaan,” katanya.

Pernyataan ini sekaligus mempertegas bahwa panji-panji FMKI Morowali berkibar di kawasan investasi sebagai forum yang sejalan dengan kepentingan pembangunan daerah.

FMKI Morowali Berkibar, PT BTIIG Sambut Positif

Dari unsur perusahaan, External Relation PT BTIIG, Habdi Husen, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendeklarasikan FMKI.

Ia menilai kehadiran FMKI sebagai langkah penting dalam membangun komunikasi yang lebih sehat di lingkar kawasan industri.

“Pertama-tama kami mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan yang telah mendeklarasikan FMKI. Ini forum yang berada di lingkar kawasan industri dan kami menilai keberadaannya penting,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kehadiran FMKI Morowali berkibar di daerah ini juga mendapat sambutan positif dari dunia usaha.

Perusahaan Ajak Bergandengan Tangan

Habdi Husen menegaskan bahwa kehadiran PT BTIIG dalam deklarasi FMKI merupakan bentuk komitmen untuk berjalan bersama masyarakat. Ia menolak pendekatan yang saling meninggalkan.

“Kami berharap ke depan kita bisa bergandengan tangan dan berjalan bersama. Semua persoalan di kawasan ini harus kita pikirkan bersama-sama,” jelasnya.

Ia menilai bahwa keberhasilan investasi tidak hanya diukur dari aspek ekonomi, tetapi juga dari kualitas hubungan sosial yang terbangun.

Komunikasi Terbuka untuk Cegah Konflik

Lebih lanjut, Habdi Husen menekankan pentingnya komunikasi terbuka. Menurutnya, dialog yang jujur dan berkesinambungan akan memperkuat hubungan antara perusahaan dan masyarakat.

Ia juga membuka ruang diskusi apabila terdapat masyarakat yang merasa hak-haknya belum terpenuhi.

“Jika ada masyarakat yang merasa dirugikan, mari kita duduk bersama. Mari kita diskusikan secara terbuka dan kita cari solusi terbaik,” tegasnya.

  Sambutan Dandim kepada Bupati dan Wabup Morowali: Selamat Datang Kembali di Bumi Tepe Asa Maroso

Dengan pendekatan tersebut, perusahaan berharap potensi konflik dapat diminimalisir sejak dini.

Kondusivitas Kawasan Industri Jadi Kepentingan Bersama

PT BTIIG juga menegaskan tidak menginginkan terciptanya kondisi yang tidak kondusif di kawasan tambang. Menurut Habdi Husen, stabilitas merupakan kepentingan bersama.

“Kondusivitas, stabilitas, dan hubungan yang harmonis adalah kepentingan kita semua, bukan hanya perusahaan,” ujarnya.

Oleh karena itu, ia berharap FMKI dapat berperan aktif menjaga keseimbangan hubungan sosial di kawasan industri.

Harapan Besar terhadap FMKI ke Depan

Menutup pernyataannya, Habdi Husen menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus FMKI yang telah terbentuk. Ia berharap FMKI mampu menjalankan peran secara dewasa dan bertanggung jawab.

Ia mendorong FMKI untuk mengedepankan pendekatan persuasif, dialogis, dan musyawarah dalam menyikapi setiap persoalan.

Dengan demikian, FMKI Morowali berkibar tidak hanya sebagai simbol, tetapi juga sebagai kekuatan sosial yang diharapkan mampu merawat harmoni.

Bendera FMKI Morowali Berkibar sebagai Simbol Sinergi

Deklarasi FMKI Kabupaten Morowali menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan perusahaan bukan sekadar wacana. Melalui forum ini, semua pihak memiliki ruang untuk bertemu dan berdialog.

Pemerintah memberikan dukungan. Perusahaan membuka diri. Masyarakat mengambil peran aktif.

Dengan semangat tersebut, FMKI Morowali menjadi harapan baru bagi terwujudnya kawasan investasi yang berkeadilan, kondusif, dan berkelanjutan. (Ghaff/Teraskabar).

[ DILARANG MENGCOPYA PASTE SEBAGIAN ATAU KESELURUHAN ISI BERITA INI UNTUK TUJUAN APAPUN TANPA IZIN TERTULIS DARI PENULIS ]