Selasa, 28 April 2026

FORGASA Tantang Kades Topogaro Mubahalah Soal Penjualan Pelabuhan Desa di Morowali

FORGASA Tantang Kades Topogaro Mubahalah Soal Penjualan Pelabuhan Desa di Morowali
Aksi FORGASA menuntut pengembalian jetty yang dikuasai oleh BTIIG di Morowali. Foto: Istimewa

Morowali, Teraskabar.id – Forum Topogaro Bersatu (FORGASA) tantang Kepala Desa (Kades) Topogaro, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, untuk menggelar Mubahalah, sebagai tawaran alternatif penyelesaian polemik yang tak kunjung berakhir soal dugaan penjualan pelabuhan Desa Topogaro.

Dalam kasus ini, oknum kepala desa  diduga telah menjual pelabuhan desa kepada PT. Baoshuo Taman Industry Investmen Group (BTIIG).

Berbagai upaya telah dilakukan untuk penyelesaian tudingan ini, namun semuanya berakhir tanpa hasil. Mubahalah akhirnya menjadi tawaran FORGASA yang selama ini konsern mengawal kasus dugaan penjualan pelabuhan desa ini.

Mubahalah adalah sumpah yang diucapkan oleh dua pihak yang bersengketa, di mana keduanya menyatakan keyakinan mereka dan siap menerima laknat Allah jika mereka berdusta. Sumpah ini merupakan upaya terakhir untuk menyelesaikan perselisihan dan dilakukan dengan cara masing-masing pihak berdoa agar Allah melaknat pihak yang salah.

“Ashaduallailahailallah Waashadu anna Muhammada Rosulullah. Demi Allah kami Forum Topogaro Bersatu (FORGASA) Menantang kepala desa Topogaro (Hamid Dewanto) untuk melakukan sumpah Demi Alquran dijunjung di kepala atas penjualan pelabuhan desa,” tulis FORGASA, melalui surat terbuka FORGASA Tantang Kades Topogaro Mubahalah yang disebar luas melalui media sosial, Sabtu malam (22/11/2025).

Isi dari Mubahalah tersebut adalah “Apabila dalam hal ini FORGASA yang bersalah maka kami bersedia untuk mendapatkan laknat/kutukan dari Allah SWT terhadap kami suami/istri, anak dan cucu kami. Begitu pula sebaliknya, apabila kepala desa terbukti berdusta/berbohong maka siap menerima laknat dan kutukan dari Allah SWT terhadap diri pribadinya, istri, anak dan cucunya”.

Sementara itu, Syafaat Ladanu, menawarkan proses pelaksanaan Mubahalah berlangsung di Masjid Ar-Rahman Topogaro, Senin pagi (24/11/2025), pukul 09.00 Wita. Apabila Kades Hamid Dewanto bersedia menjalani Mubahalah (Diambil sumpah di bawah Alquran), pihak Forgasa siap menyudahi polemik masalah pelabuhan Desa Topogaro.

  Polda dan BTIIG Sepakat Tingkatkan Layanan Keamanan di Bungku Barat Morowali

Sebelumnya, FORGASA mendesak pemerintah desa dan PT. BTIIG untuk mengembalikan pelabuhan Desa Topogaro, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, yang diduga telah dijual oleh oknum kepala desa kepada pihak perusahaan.

Aksi protes pun meletus, Senin (21/7/2025),  dengan warga melakukan blokade terhadap jetty dan kantor desa sebagai bentuk perlawanan terhadap penjualan aset desa secara sepihak.

Aksi protes yang dilakukan warga dengan Korlap Aksi, Moh Amin Lapahati itu menunjukkan kekecewaan yang mendalam terhadap sikap pemerintah desa yang dinilai tidak berpihak pada kepentingan rakyat.

Blokade terhadap jetty dan kantor desa merupakan bentuk perlawanan simbolis yang mencerminkan ketegangan antara warga dan pihak pemerintah desa.

“Pelabuhan itu milik bersama, bukan milik pribadi yang bisa dijual seenaknya. Kami akan terus berjuang sampai pelabuhan dikembalikan,” ujar salah satu warga yang ikut aksi.

FORGASA menegaskan bahwa perjuangan ini bukan semata-mata soal aset, tetapi juga soal kedaulatan masyarakat dalam mengelola sumber daya mereka sendiri. (red/teraskabar)