Gaza, Teraskabar.id – Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) mengatakan pada hari Jumat (3/5/2024), bahwa pendudukan terus menargetkan perempuan dalam agresi yang berkelanjutan terhadap Jalur Gaza sejak tanggal 7 Oktober lalu.
UNRWA mengatakan dalam pernyataan pers yang dipublikasikan di situs jejaring sosial “X”, “Perang di Gaza berlanjut sebagai perang terhadap perempuan”.
Ia menambahkan, bahwa lebih dari 10.000 perempuan telah terbunuh dan 19.000 perempuan lainnya terluka akibat serangan Israel yang sedang berlangsung hingga saat ini.
Baca juga: 17 Ribu Anak Gaza Yatim Piatu pada Hari Ke-181 Perang Genosida
Badan PBB tersebut menambahkan, rata-rata 37 anak di Gaza kehilangan ibu mereka setiap hari.
UNRWA menjelaskan bahwa kondisi kehidupan sangat mengkhawatirkan bagi lebih dari 155.000 wanita hamil atau menyusui di Jalur Gaza. Karena mereka menghadapi kesulitan dalam mengakses fasilitas air dan sanitasi.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Program Pangan Dunia, Cindy McCain, mengatakan kepada jaringan NBC Amerika bahwa kelaparan tersebar luas di Jalur Gaza utara dan mengarah ke selatan.
Baca juga: 17 Ribu Anak Gaza Yatim Piatu pada Hari Ke-181 Perang Genosida
Hal ini terjadi setelah otoritas pendudukan mengklaim bahwa mereka berupaya memfasilitasi datangnya bantuan kepada warga Jalur Gaza.
Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza mengumumkan kemarin, Jumat (3/5/2024), bahwa jumlah korban tewas akibat agresi Israel telah meningkat menjadi 34.622 orang syahid dan 77.867 orang luka-luka sejak 7 Oktober.
Kementerian mengatakan bahwa pendudukan Israel melakukan 3 pembantaian terhadap keluarga di Jalur Gaza, termasuk 26 orang syahid dan 51 orang luka-luka selama 24 jam terakhir. (teraskabar)






