Senin, 4 Mei 2026

17 Ribu Anak Gaza Yatim Piatu pada Hari Ke-181 Perang Genosida

17 Ribu Anak Gaza Yatim Piatu pada Hari Ke-181 Perang Genosida
Ilustrasi anak-anak di Jalur Gaza korban kebiadaban tentara zionis Israel lakanatullah. Foto: Istimewa

Gaza, Teraskabar.id – Perang genosida dan agresi militer penjajah Israel laknatullah yang terus berlangsung terhadap warga di  Jalur Gaza, Palestina, selama 181 hari berturut-turut, mengakibatkan 15 ribu anak-anak syahid dari total 33 ribu warga Gaza yang syahid.

Kejahatan, pembersihan etnis, genosida, dan kejahatan terhadap kemanusiaan, yang menargetkan warga sipil dan anak-anak, juga melaporkan sekitar 2.500 anak-anak dinyatakan hilang dan belum diperoleh kejelasan keberadaannya dari total anak-anak yang tertimbun di bawah reruntuhan gedung sekitar 8.500 anak.

Baca jugaPenjajah Israel Melakukan 10 Pembantaian 24 Jam Terakhir di Gaza, 88 Syahid dan 135 Luka-Luka

Bila dirata-ratakan dari total anak-anak yang syahid dan hilang di bawah reruntuhan gedung selama perang genosida yang telah berlangsung 181 hari, maka tercatat 4 anak syahid setiap jam.

Aksi militer penjajah zionis Irael lakanatullah ini juga mengakibatkan lebih dari 30.000 anak menderita  luka luka, serta kelaparan parah. Hal ini salah satu penyebab kematian 34 anak di Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza utara. Sementara jumlah anak yang terinfeksi penyakit menular mencapai lebih dari 220.000 anak di bawah umur.

Begitupula sekitar 43.349 anak-anak hidup tanpa orang tua atau salah satu dari mereka, di antaranya 17.000 anak menjadi yatim piatu setelah tanggal 7 Oktober.  Sementara 1.800 anak-anak tercatat kehilangan salah satu atau kedua kakinya sejak awal agresi. Artinya, sekitar 12 anak kehilangan anggota tubuh mereka setiap hari, dan lebih dari satu juta anak membutuhkan dukungan psikologis.

Menurut data kesehatan, sekitar 20.000 anak dilahirkan di bawah agresi Israel sejak agresi Israel merebak di Jalur Gaza, dan terdapat sekitar 60.000 wanita hamil di Jalur Gaza, dengan rata-rata 180 kelahiran per hari.

  Mantan Ketua Gerindra Sigi Gabung ke Tim Pemenangan Rizal – Samuel di Pilkada Sigi 2024

Baca jugaHari Pertama Ramadan, Militer Israel Bantai Warga Gaza, 72 Syahid

Sementara otoritas pendudukan masih meneruskan kejahatan dan kebijakan diskriminasi rasial dalam menangani anak-anak Palestina, merampas hak mereka untuk mendapatkan perawatan yang layak serta merampas kebebasan bergerak dan bepergian, termasuk akses ke rumah sakit di Tepi Barat dan Jalur Hijau.

Pelanggaran yang dilakukan tentara pendudukan Israel terhadap anak-anak di Tepi Barat masih terus berlanjut, termasuk eksekusi di lapangan, penangkapan, penyiksaan fisik dan perlakuan tidak manusiawi.

Olehnya, Badan internasional Hashd  menyerukan kepada komunitas internasional untuk mengambil tindakan segera dan efektif untuk menghentikan genosida dan agresi militer Israel terhadap Jalur Gaza, serta segera menghentikan pelanggaran Israel terhadap hak-hak anak-anak Palestina.

Badan internasional Hashd juga menyerukan kepada komunitas internasional, Perwakilan Khusus Sekretaris Jenderal untuk Anak-anak, UNICEF, dan semua lembaga terkait untuk mengambil tindakan segera guna memberikan perlindungan yang layak bagi anak-anak Palestina di Jalur Gaza, dan memastikan berakhirnya kelaparan parah yang diderita anak-anak di Gaza.

Selanjutnya, Badan internasional Hashd mendesak Kantor Kejaksaan Pengadilan Kriminal Internasional bekerja secepat mungkin untuk membuka penyelidikan awal atas kejahatan Israel terhadap anak-anak Palestina.  Karena ini adalah cara paling efektif untuk memastikan pencegahan terhadap militer penjajah Israel dan menghindarkan anak-anak dari momok kejahatan ini. (teraskabar)