Minggu, 25 Januari 2026

Hari Ini Sebagian Besar Warga Telah Kembali ke Rumah Mereka Pascagempa Poso

Hari Ini Sebagian Besar Warga Telah Kembali ke Rumah Mereka Pascagempa Poso
Warga masih memilih tinggal di luar rumah pascagempa Poso, Kamis (24/7/2025). Foto: Kiriman Yoksan

Poso, Teraskabar.id– Pasca Gempabumi dengan Magnitudo 6.0 yang mengguncang wilayah Pamona Tenggara dan Pamona Selatan, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, pada Kamis (24/7/2025) pukul 20.06 Wita, menimbulkan kerugian bagi masyarakat. Puluhan  rumah rusak ringan dan sedang, serta ratusan warga terpaksa mengungsi tidur di luar rumah mereka seperti di lapangan bola, sebab kuatir terjadi gempa susulan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah telah mengeluarkan siaran pers resmi sehubungan dengan gempabumi tersebut.

Di Desa Tokilo, Kecamatan Pamona Tenggara yang menjadi salah satu lokasi terdampak paling parah,  sebanyak 4 rumah rusak berat dan 21 rumah rusak ringan.

Warga di desa ini yang mengungsi tercatat 596 jiwa dari 184 KK, termasuk balita, bayi, lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas.

Di Desa Tindoli, kerusakan lebih parah. Sebanyak 70 rumah rusak ringan, 10 rumah rusak berat, serta 1 unit gereja dan 1 unit sekolah TK  rusak. Sementara di Desa Tolambo masih dalam proses pendataan.

Adapun di Desa Pendolo, Kecamatan Pamona Selatan, tercatat satu unit rumah rusak ringan.

Laporan sementara mencatat empat warga mengalami luka ringan, masing-masing dua dari Desa Tindoli dan dua dari Desa Tolambo.

Total warga yang mengungsi tercatat sebagai berikut, Desa Tokilo sebanyak 596 jiwa atau 184 KK; Desa Tindoli sebanyak 887 jiwa atau 266 KK, kemudian di Desa Tolambo sebanyak 528 jiwa  atau 159 KK.

Saat ini, BPBD Kabupaten Poso telah mendirikan tenda-tenda pengungsian dan melakukan evakuasi bersama aparat desa. Namun, kebutuhan mendesak masih tinggi, antara lain; Tenda, Genset dan light tower, alas tidur, selimut, terpal, makanan siap saji, perlengkapan bayi dan obat-obatan.

BPBD Provinsi Sulteng terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan pusat untuk mempercepat penanganan.

  Sengketa Lahan di Watutau Poso, Pemprov Sulteng Bentuk Tim Terpadu

“Kami sudah melakukan assessment, evakuasi, dan mendirikan tenda pengungsi. Namun gempa susulan masih terus terjadi, dan warga memilih bertahan di pengungsian,” kata Kepala Pelaksana BPBD Sulteng, Dr. Ir. H. Akris Fattah Yunus. 

Adapun situasi di lapangan masih dinamis. Warga diminta tetap waspada, mengingat potensi gempa susulan belum sepenuhnya redah.

Lain halnya kata Komandan Rayon Militer ( Danramil ) Kodim 1307- 11 / Pso Kecamatan Pamona Selatan, Kapten Isbet. Kepada Teraskabar.id mengatakan jika jumlah kerusakan rumah tidak sebanyak itu.  Termasuk jumlah pengungsi tidak seperti itu.

Menurutnya, jika digabungkan jumlah rumah yang rusak ringan dan sedang dari Kecamatan Pamona Tenggara yang merupakan titik gempa dan Kecamatan Pamona Selatan dari data tertulis yang ada pada pihaknya,  berdasarkan hasil verifikasi anggota Babinsa di tiap desa, jumlahnya hanya dua puluhan rumah saja, bukan tujuh puluh atau ratusan unit.

” Kami miliki data jumlah rumah yang rusak dari tiap desa lengkap dengan nama dan umur pemilik rumahnya, jadi tidak mungkin keliru,” kata Kapten Isbet, Jumat sore (25/7/2025).

Pihaknya juga kata Danramil, tidak menemukan adanya rumah yang rusak berat, hanya rumah yang rusak ringan serta rusak sedang dari dua Kecamatan  yaitu, Pamona Selatan dan Pamona Tenggara. Soal pengungsi, saat ini hanya ibu hamil anak anak dan para lansia yang masih beberapa orang mengungsi di luar rumah. Sebagian besar warga sudah kembali ke rumah mereka. Namun malam  hari mereka masih memilih untuk tidur di tenda sebab kuatir terjadi gempa susulan.

“Beberapa Kades baru temui saya dan mengusulkan tenda untuk digunakan di luar rumah. Ribuan pengungsi itu yang disebutkan adalah jumlah keseluruhan dari warga tiga desa tersebut, yang saat ini sudah sebagian besar kembali ke rumah mereka,” jelasnya. (deddy/red/teraskabar)