Teraskabar.id – Gantungkanlah cita citamu setinggi bintang. Begitu gambaran tekad Ahmad Nabil Haq mengubah jalan takdir menuju sukses. Berbekal tekad tersebut, warga asal Desa Keurea, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali ini berangkat ke Yogyakarta untuk melanjutkan pendidikannya di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, setamat dari SMA di tahun 2023.
Di tahun pertama kuliah, Ahmad Nabil Haq yang akrab disapa Nabil, merasakan betapa besar tantangan ia hadapi sebagai anak seorang aparatur sipil negara (ASN) yang kuliah di Yogyakarta. Ia harus menerapkan hidup ekstra hemat menjalani kuliah di Kota Pelajar.
Beruntung, Nabil mendapatkan Beasiswa IMIP Bersinergi yang dikhususkan mahasiswa asal Kecamatan Bahodopi. Mahasiswa semester VI ini menuturkan, beasiswa yang ia terima sudah masuk tahun ketiga, tepatnya sudah lima semester. Ia tercatat sebagai penerima Beasiswa IMIP Bersinergi dalam bentuk uang saku Pendidikan saat memasuki semester II.
Dari stimulan ini, beban hidup di Kota Pelajar bisa sebagian teratasi. Besaran uang saku yang ia terima, awalnya Rp3 Juta per semester. Kini, jumlahnya meningkat menjadi Rp6 Juta per semester. Dana beasiswa tersebut bisa menutupi tagihan uang kuliah (UKT), serta sewa kamar kost.
Sebagaimana informasi yang ia peroleh dari Ikatan Pemuda, Pelajar, Mahasiswa Bahodopi (IP2MB) Yogyakarta, bahwa program Beasiswa IMIP Bersinergi ini pertama kali digulirkan pada tahun 2022. Sementara Nabil terdaftar sebagai mahasiswa UIN Yogyakarta pada tahun ajaran 2023-2024.
“Berarti saya termasuk angkatan kedua penerima beasiswa IMIP Bersinergi,” ujarnya dihubungi dari Palu.
Oase Anak Rantau
Sebagai mahasiswa yang hidup di rantau, setiap rupiah akan sangat bernilai. Latar belakang ekonomi orang tuanya yang tergolong cukup sederhana, membuat Nabil untuk tenggang rasa dengan beban ekonomi orang tuanya yang juga harus membiayai pendidikan adik-adiknya. Uang saku pendidikan yang ditransfer pihak yayasan pengelola Beasiswa IMIP Bersinergi ke rekeningnya setiap semester, ibarat oase di tengah padang pasir.
Dari uang saku pendidikan yang merupakan stimulant bagi mahasiswa yang menuntut ilmu jauh dari kampung halaman, Nabil juga harus menyisihkan sebagian untuk UKT (Uang Kuliah Tunggal). Biaya UKT pada Fakultas Hukum Program Studi (Prodi) Perbandingan Mazhab sebesar Rp10 Juta per semester. Sisanya, ia sisihkan untuk pembayaran kost, sedangkan untuk makan, ia harus mengirit pengeluaran setiap bulan.
“Dalam posisi ini, sabar dan tawakkal jadi senjata utama,” ujarnya berseloroh.
Jalan Menuju Beasiswa IMIP
Nabil mengakui pertama kali mengetahui beasiswa IMIP Sinergi melalui rekan-rekan mahasiswa yang tergabung dalam paguyuban IP2MB Yogyakarta. Saat itu, ia baru saja menginjak semester pertama kuliah di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Dari mereka, ia mengetahui bahwa ada ruang yang disiapkan oleh IMIP melalui dana CSR untuk uang saku pendidikan bagi putra putri asal Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali.
Berbekal dari informasi tersebut, ia menghubungi keluarganya di kampung halaman untuk menyiapkan kelengkapan administrasi sebagaimana persyaratan yang dibutuhkan untuk memperoleh beasiswa IMIP Sinergi. Di antaranya, KTP yang menunjukkan penduduk asli Kecamatan Bahodopi serta IPK minimal 2,75.
Setelah melengkapi seluruh persyaratan administrasi, selanjutnya Nabil mengikuti seleksi wawancara. Seluruh tahapan, mulai dari verifikasi administrasi hingga tahapan wawancara, bisa ia lalui dengan sukses.
“Alhamdulillah, seluruh tahapan itu bisa kami lalui karena IMIP betul-betul memberi ruang seluas-luasnya bagi putra putri asal Bahodopi,” ujarnya.
IMIP Jembatani Asa Mahasiswa di Berbagai Kota
Keberadaan industri pada suatu daerah harus memberi dampak pada pengembangan sumber daya manusia (SDM) lokal. Komitmen tersebut harus menjadi DNA perusahaan dalam aktivitas industrinya.
PT Indonesia Morowali Industri Park (IMIP) sebagai kawasan industry yang terintegrasi menjadikan pengembangan SDM lokal, salah satu prioritas dalam membangun investasi keberkelanjutan. Wujud komitmen tersebut melalui Beasiswa IMIP Bersinergi yang menjembatani asa generasi muda Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Head of Media Departement PT IMIP, Dedy Kurniawan menjelaskan, Program Beasiswa IMIP Bersinergi mulai dilaksanakan sejak tahun 2022. “Penerima beasiswa ini khusus untuk masyarakat di Kecamatan Bahodopi,” kata Dedy dihubungi dari Palu, Sabtu (29/8/2026).
Saat pertama kali digulirkan hingga memasuki tahun ketiga, mahasiswa penerima manfaat Beasiswa IMIP Bersinergi memperoleh bantuan berupa uang saku pendidikan sebesar Rp3 Juta per semester dan menyasar 25 mahasiswa. Memasuki tahun keempat, IMIP menambah jumlah penerima manfaat dan nilai kemanfaatan. Kini, total penerima beasiswa yang bersumber dari Program CSR ini tercatat 120 orang, yang tersebar di empat kota tujuan pendidikan yaitu, Palu, Kendari, Makassar, dan Yogyakarta. Masing-masing mahasiswa penerima manfaat menerima uang saku pendidikan bervariasi. “Jumlahnya berbeda-beda, tergantung besaran UKT masing-masing penerima manfaat,” ujarnya.
Selain Beasiswa IMIP Bersinergi, PT IMIP juga menyalurkan beasiswa hilirisasi dan beasiswa perorangan. Kedua beasiswa ini ditujukan kepada mahasiswa dari beragam daerah di Indonesia. Jumlah penerima beasiswa hilirisasi pada 2026 ini, tercatat sebanyak 867 orang, sedangkan penerima beasiswa perorangan sebanyak 413 orang.
Ia menjelaskan, beasiswa Hilirisasi dari IMIP terbagi dua kategori, yaitu bantuan pembayaran uang kuliah tunggal (UKT) selama 6 semester dan beasiswa UKT 4 semester. Beasiswa hilirisasi 6 semester diperuntukan bagi mahasiswa ber-KTP Morowali, sedangkan bantuan UKT selama 4 semester diperuntukkan bagi mereka yang berasal dari luar Morowali, dengan syarat mahasiswa aktif, berprestasi, ekonomi kurang mampu, memiliki IPK 3.0, dan tidak sedang mendapatkan beasiswa dari instansi lain.
IMIP Kucurkan Beasiswa Sejak 2022
Sebelumnya, pada sambutan selamat datang peserta Visit Media IMIP 2025, Direktur Komunikasi PT IMIP, Emilia Bassar menyampaikan bahwa sejak tahun 2022 hingga 2024, IMIP menyiapkan program beasiswa yang dikelola oleh CSR dan beasiswa yang dikelola oleh departemen HRD. Beasiswa CSR ini lebih familiar dengan penyebutan IMIP Bersinergi dengan total penerima 73 mahasiswa. “Beasiswa IMIP Bersinergi ini untuk pelajar atau mahasiswa lokal Kecamatan Bahodopi yang menuntut ilmu di empat kota besar yaitu Palu, Kendari, Yogyakarta, dan Makassar,” ujarnya.
Sedangkan beasiswa hilirisasi yang dikelola oleh Departemen HRD, jumlah penerima manfaat pada tahun 2024 sebanyak 318 mahasiswa yang tersebar di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Secara umum kata Emilia, sejak Juni 2024 hingga 2025, IMIP telah memberikan program beasiswa kepada 1000 mahasiswa dengan menggandeng 30 perguruan tinggi.
Apreasiasi Pemda
Komitmen IMIP dalam meningkatkan kualitas SDM pelajar dan mahasiswa lokal mendapat apreasiasi dari Kepala Dinas Pendidikan Morowali, Arifin Lakane. Ia mengatakan inisiatif Departemen CSR PT IMIP menyalurkan beasiswa IMIP Bersinergi, menjadi momentum strategis bagi pelajar dan mahasiswa asal Kecamatan Bahodopi menyambut masa depan yang lebih cerah.
Pemberian beasiswa tersebut merupakan respon konkret IMIP terhadap investasi keberlanjutan melalui peningkatan SDM agar bisa melahirkan semakin banyak generasi muda Morowali yang berkualitas, berdaya saing, serta siap mendukung pembangunan industri nasional. (Nur Fitra)






