Minggu, 25 Januari 2026
Daerah  

Ini Daftar Rentetan Kecelakaan Kerja Berujung Maut di PT GNI Morowali Utara

Ini Daftar Rentetan Kecelakaan Kerja Berujung Maut di PT GNI Morowali Utara
Kawasan industri PT GNI Morowali Utara. Foto: Humas Eksternal PT GNI

Pertama, insiden karyawan proyek smelter PT GNI meninggal tertimpa tiang pancang saat tengah bekerja membangun smelter di Desa Bunta, Kecamatan Petasia Timur, Sabtu (11/4/2020) dini hari. Korban bernama Syahrul  warga asal Desa Bungintimbe, meninggal setelah dilarikan ke RSUD Kolonodale.

Kedua, sepanjang tahun 2020 terdapat 3 pekerja meninggal. Dua di antaranya dikabarkan meninggal tertimbun longsor saat melakukan penimbunan di lokasi pembangunan  smelter. Keduanya dipekerjakan perusahaan pertambangan di tengah pandemi Covid-19.

Ketiga, seorang operator alat berat inisial HR (25) tertimbun longsor bersama excavator merk sany 365 nomor unit lambung 20 di area pembangunan Smelter PT.GNI di Desa Bunta pada tanggal 8 Juni 2020 sekitar pukul 20.00 Wita.

Keempat, karyawan tewas terlindas dump truck di area workshop PT GNI, Rabu (30/1/2020). Korban diketahui berinisial M (20) warga Desa Tumpira, Kecamatan Petasia Timur, Kabupaten Morowali Utara.

Kelima, karyawan PT GNI  terseret longsor dan dipaksa bekerja tanpa penerangan menimpa Yaser (41) pada Kamis (24/6/2021) sekitar pukul 22.00 Wita. Korban diperintahkan bekerja mengoperasikan dozer tanpa dukungan alat penerangan saat malam gelap gulita. Korban terseret material longsor beserta alat berat yang dioperasikan hingga masuk ke dalam laut  dengan kedalaman sekitar 26 meter.

Keenam, dua operator alat berat tewas terjebak api saat insiden kebakaran diduga ledakan tungku di smelter milik PT GNI, Kamis (22/1/2022) sekitar pukul 03.00 dinihari.

“Masifnya peristiwa karyawan meninggal karena kecelakaan kerja membuktikan perusahaan sebesar PT GNI tidak memberikan jaminan perlindungan serta hak atas rasa aman bagi para pekerja,” kata perwakilan KontraS, Helmy Hidayat Mahendra melalui keterangan tertulis yang diterima media ini, Selasa (17/1/2023).

  Bentrok Karyawan PT GNI, PKS: Momentum Evaluasi Total Hilirisasi Nikel

Sementara itu, Noval A. Saputra dari Serikat Petani Petasia Timur dan Lokataru Foundation menegaskan, jatuhnya korban jiwa dalam perjalanan PT GNI, menunjukkan belum adanya evaluasi serta tanggung jawab yang dilakukan oleh PT GNI serta pemerintahan terkait dengan banyaknya korban jiwa dalam berjalannya perusahaan tersebut.

Sejatinya kata Noval, perusahaan harus melakukan evaluasi secara mendalam terkait dengan banyaknya korban jiwa yang jatuh. Upaya evaluasi tersebut bertujuan untuk meminimalisir jumlah korban jiwa yang jatuh diakibatkan dengan adanya PT GNI.