Selasa, 21 April 2026
Ekbis, Home  

Investasi Tambak Vaname di Sulteng Menjanjikan, Sejumlah Hambatan Mesti Diselesaikan

Investasi Tambak Vanane di Sulteng Menjanjikan, Sejumlah Hambatan Mesti Diselesaikan
DR Hasanuddin Atjo dengan latar belakang tambak udang Vaname miliknya di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Tambak ini menggunakan teknologi super intensif. Foto: Dok

Oleh Hasanuddin Atjo, Ketua Shrimp Club Sulsel

Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid kembali memberi perhatian terhadap program BERANI Makmur, yaitu mendorong investasi tambak udang Vanane bersama industri penunjangnya.

Hal tersebut diungkap salah satu media lokal bahwa pada Selasa, 10 Juni 2025, Gubernur Anwar melaksanakan rapat terbatas bersama sejumlah OPD dan instansi vertikal bertempat di ruang kerja gubernur Sulteng.

Sebelumnya Gubernur Anwar Hafid didampingi Asisten II Pemprov Sulteng, Rudy Dewanto telah melaksanakan dialog dengan salah satu investor tambak udang terbesar di Sulteng , PT Aquacultera Prima.

Sejumlah perusahaan tercatat telah berinvestasi membangun ratusan hektare tambak udang Vaname teknologi intensif di Kabupaten Parigi Moutong, Banggai, Tolitoli dan Donggala.

Selain itu, di Sulawesi Tengah terdapat puluhan ribu hektare tambak udang dan bandeng tradisional yang potensial menjadi tambak udang dengan teknologi tradisional plus dan semi intensif.

Sejumlah soal yang menjadi hambatan meningkatkan daya saing udang daerah ini antara lain input atau faktor produksi (benur, pakan, sarana lainnya) masih didatangkan dari luar Sulteng, seperti Surabaya dan Makassar, bahkan Jakarta.

Selain itu , hasil panen udang Vaname terpaksa dikirim ke industri prosessing yang ada di Makassar maupun Surabaya, karena di daerah ini belum terbangun industri prosessing yang terstandarisasi ekspor.

Dengan kondisi seperti itu, pembudidaya udang harus membeli benur lebih mahal 50 hingga 75 rupiah dibanding pembudidaya udang di Sulsel dan Jatim. Sementara untuk pakan, pembudidaya mesti menambah ongkos angkut antara 1.000 hingga 1.500 rupiah setiap kilogram.

Tidak hanya itu, ongkos angkut udang ke industri prosessing di Makassar, pembudidaya harus menanggung ongkos angkut sebesar 5 ribu rupiah setiap kg, dan ke Surabaya sebesar 10 ribu rupiah.

  Mengusulkan Gelar Kepahlawanan untuk RM Margono, Ketum SMSI Peroleh Penghargaan FORMAS

Adanya inisiatif dari Gubernur Anwar Hafid akan membentuk satuan tugas (Satgas) khusus mendorong percepatan BERANI Makmur melalui program tangkap banyak patut diberi apresiasi.

Dengan perhatian dan strategi seperti itu, maka daya tarik investasi akan meningkat guna membangun industri benur, pakan udang, dan prosessing udang yang bisa mengekspor langsung dari daerah ini.

Dukungan pembiayaan, listrik, irigasi tambak udang, air bersih serta kelembagaan petambak udang menjadi poin yang tidak kalah penting merealisasikan BERANI Makmur. SEMOGA