Morut, Teraskabar.id – Jalur trans Sulawesi yang menghubungkan Kabupaten Morowali Utara dan Morowali, terputus alias tak bisa dilalui kendaraan. Hal ini terjadi setelah Desa Bungitimbe, Kecamatan Petasi Timur, Kabupaten Morut dilanda banjir bandang.
Dari pantauan media ini di lokasi, Jumat (6/9/2025), banyak kendaraan terjebak dalam lumpur usai semalaman terendam banjir. Beberapa kendaraan roda empat, juga terlihat nyungsep ke luar badan jalan karena terseret arus banjir bandang semalam.
Baca juga: Gubernur Rusdy Mastura Gerak Cepat Sikapi Bencana Banjir Bandang Toribulu Parimo
Kondisi ini segera disikapi apparat kepolisian, dinas Perhubungan dan pihak perusahaan yang berada di lingkar tambang Kecamatan Petasia Timur turun untuk membantu masyarakat.
Salah satu perusahaan yang ikut membantu evakuasi pembersihan jalan akibat longsor dan banjir, adalah PT Citra Patra Energi.
Manajemen perusahaan PT Citra Patra Energi dihubungi melalui telepon, Jumat (6/9/2024), mengkonfirmasi bahwa, pihaknya telah menurunkan alat berat sejumlah tiga unit eksavator untuk membersihkan material lumpur yang menutupi badan jalan akibat banjir bandang disertai longsor semalam.
Baca juga: BPBD Sebut Kondisi Seluruh Titik Lokasi Banjir Bandang di Parimo Tergolong Parah
“Kami dari perusahaan telah menurunkan tiga unit alat berat Eksavator untuk melakukan pembersihan lokasi banjir dan longsor membantu masyarakat yang terdampak di Desa Bungitimbe, Kecamatan Petasia Timur,” kata Erzha Syafaat selaku HSE dari PT Citra Patra Energi.

Penanganan pembersihan material lumpur dan tumpukan kayu katanya, PT Citra Patra Energi dilakukan bersama personel Polres Morowali Utara, Dinas Perhubungan serta warga setempat. Tujuannya, agar akses transportasi kembali bisa normal.
Sementara itu Abram Abbas, salah satu anggota Dinas Perhubungan Morowali yang bertugas di Pos Solonsa, mengaku akses transportasi sudah terputus saat akan melintasi poros jalan Desa Bungitimbe. Material longsor memenuhi badan jalan, sehingga ia tidak bisa berdinas di Pos Solonsa dan harus ikut membantu mengevakuasi sejumlah kendaraan yang terjebak lumpur, sekaligus ikut melakukan pengamanan membantu pihak Polres Morowali Utara.
Baca juga: Masa Tanggap Darurat Bencana Banjir Bandang Parimo Diperpanjang 30 Hari
“Saya petugas Dishub Morowali, kebetulan lewat menuju tempat kerja di Desa Solonsa dan tidak bisa lewat akibat banjir, harus turun ikut membantu pihak polres dan masyarakat agar akses jalan bisa terbuka dengan cepat,” jelas Abram. (erny/teraskabar)






