Palu, Teraskabar.id– Jembatan Palu IV mulai difungsikan setelah pembangunan kembali usai roboh dihantam gempa dan tsunami pada 28 September 2018 silam. Kini jembatan yang dibangun ulang pada Rabu (20/7/2022) itu mulai difungsikan pada Jumat (13/2/2026), ditandai dengan pengguntingan pita oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes.
Pengguntingan pita yang dipusatkan di kawasan Jembatan Palu IV tersebut juga menandai pemfungsian Elevated Road bersamaan dengan pembukaan open traffic (Lalulintas) sekaligus simbol kebangkitan infrastruktur pascabencana gempa, tsunami, dan likuifaksi 28 September 2018 silam.
Peresmian kedua infrastruktur strategis ini menjadi tonggak penting dalam upaya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana 2018, sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah di Palu.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sulawesi Tengah, Wali Kota Palu Hadianto Rasyid, perwakilan Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah, perwakilan Japan International Cooperation Agency (JICA), serta unsur pemerintah dan stakeholder terkait lainnya.
Pembangunan kembali Jembatan Palu IV merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam membangun kembali infrastruktur vital di kawasan terdampak bencana.
Selain mendukung mobilitas masyarakat, proyek tersebut juga dirancang untuk meningkatkan aspek mitigasi bencana dan memperkuat ketahanan wilayah menghadapi potensi risiko di masa mendatang.
Jangan Ada Vandalisme
Wakil Gubernur Reny A Lamadjido dalam sambutannya menyampaikan pesan Gubernur Sulawesi Tengah agar seluruh masyarakat ikut menjaga dan merawat fasilitas publik tersebut. Ia mengingatkan agar jangan ada lagi vandalisme maupun perusakan aset, seperti mencoret-coret jembatan atau merusak lampu penerangan.
“Jembatan ini adalah aset bersama, mari kita jaga dengan baik,” pesannya.
Wagub juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sulawesi Tengah periode 2021-2025 Rusdy Mastura atas kontribusinya dalam penyelesaian persoalan lahan, serta kepada Pemerintah Kota Palu yang melakukan pendekatan kepada masyarakat, khususnya warga Kampung Lere.
“Saya orang Kampung Lere, sehingga saya merasa wajib hadir karena ini adalah aset yang sangat dekat dengan masyarakat di sini,” ujarnya.
Ia menuturkan, tragedi 28 September 2018 menjadi pengalaman yang sangat membekas baginya saat masih menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng. Menurutnya, kehadiran kembali Jembatan Palu IV dengan desain yang lebih modern dan kuat menjadi harapan baru bahwa infrastruktur ini akan lebih tangguh terhadap bencana di masa mendatang.
Wagub juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto, Kementerian PUPR, serta Presiden RI ke-7 Joko Widodo atas perhatian dan dukungan dalam percepatan pembangunan kembali jembatan tersebut. Ia berharap keberadaan jembatan ini tidak hanya menjadi penghubung transportasi, tetapi juga ruang yang tertib dan aman bagi masyarakat.
Selain itu, ia meminta Pemerintah Kota Palu untuk menata kembali pelaku UMKM yang sebelumnya beraktivitas di sekitar kawasan tersebut, khususnya pedagang kecil asal Kampung Lere.
Penataan tersebut diharapkan dapat memberikan ruang ekonomi bagi masyarakat tanpa mengurangi keindahan dan ketertiban kawasan jembatan.
Jembatan Palu IV Mulai Difungsikan, Mempercepat Akses Transportasi
Wali Kota Hadianto pada kesempatan yang sama menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, BPJN, JICA, serta seluruh masyarakat yang telah mendukung proses pembangunan.
“Keberhasilan pembangunan ini merupakan hasil kerja sama berbagai pihak. Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kontribusi yang diberikan sehingga proyek ini dapat terselesaikan dengan baik,” ungkap Wali Kota.
Wali Kota juga menegaskan bahwa keberadaan Jembatan Palu IV memiliki peran strategis dalam mendukung kelancaran arus transportasi dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Menurut wali kota, jembatan tersebut diharapkan mampu mengurangi kepadatan lalu lintas sekaligus mempercepat akses transportasi dari kawasan barat menuju timur kota maupun sebaliknya.
Lebih lanjut, Wali Kota mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat infrastruktur tersebut sebagai aset pembangunan daerah, khususnya bagi Kota Palu.
Pemerintah berharap pemfungsian kembali akses transportasi tersebut kata Hadianto, mobilitas masyarakat semakin meningkat, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta memperkuat sistem infrastruktur yang tangguh, modern, dan berkelanjutan.
Simbol Harapan
Sementara itu, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah, Ir. Bambang Razak, ST., MT., mengatakan bahwa Jembatan Palu IV dan Elevated Road bukan sekadar infrastruktur penghubung, tetapi juga sebagai simbol harapan, persatuan, dan pemulihan sosial ekonomi masyarakat pascabencana.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari Pemerintah Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA), Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Kontraktor, Konsultan, hingga tenaga kerja yang berkontribusi dalam proses pembangunan.
Lebih lanjut ia juga mengungkapkan bahwa setelah open traffic, aset jembatan dan jalan tersebut akan diserahkan kepada Pemerintah Kota Palu sesuai kewenangan jalan kota, termasuk dalam hal pemeliharaan.
“Keselamatan pengguna jalan menjadi perhatian utama. Kami telah melakukan dua kali rapat forum lalu lintas lintas provinsi dalam rangka persiapan open traffic ini,” jelasnya.
Pada kegiatan tersebut dilangsungkan pemotongan pita sebagai penanda resmi dibukanya akses lalu lintas Jembatan Palu IV yang kini tampil sebagai ikon baru Kota Palu. Peresmian secara penuh direncanakan akan dilaksanakan pada April mendatang.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Palu H. Hadianto Rasyid, S.E., Wakapolda Sulawesi Tengah Brigjen Pol. Dr. Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, S.I.K., M.H., Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Tengah Sisliandy Ponulele, Mr. Kakuda Kazuyuki selaku Vice Senior Representative JICA, serta unsur Forkopimda. (red/teraskabar)







