Kelalaian TMJ Bikin Jalan Alternatif, Penumpukan Kendaraan di Desa Bajugan Tolitoli saat Mobil Tronton Terperosok

Tolitoli, Teraskabar  – Puluhan pengendara menyesalkan PT Tunggal Mandiri Jaya (TMJ) yang dianggap lalai menyiapkan jalan alternatif secara optimal saat melaksanakan pengerjaan jembatan dengan Pagu anggaran Rp17 Miliar di Desa Bajugan, Kecamatan Galang, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Hal itu terpantau ketika terjadi insiden sebuah truk tronton yang sedang mengangkut eksavator terperosok ke dalam tanah saat melewati jalan alternatif yang menjadi satu-satunya akses jalan yang bisa dilalui di samping jembatan yang sedang dikerjakan TMJ.

Baca jugaTersisa 4 Hari Pendaftaran di KPU, Bawaslu Sulteng Khawatir Terjadi Penumpukan di Injury Time

Akibatnya, kendaraan lainnya terhalang untuk bisa melewati jalan tersebut karena lebar jalan tak bisa memuat untuk dua kendaraan beriringan. Sehingga, terjadi penumpukan kendaraan yang berujung antrean mengular menunggu evakuasi truk tronton tersebut.

” Gegara jalan alternatif tidak dibuat sehingga truk tronton itu terperosok, sehingga puluhan kendaraan tak bisa melanjutkan perjalanan,” kata Bahar sambil menunggu tronton yang mengangkut eksavator itu dievakuasi.

Pantau media ini, sejumlah aparat kepolisian Polsek Galang nampak mengatur arus lalulintas yang hendak melintasi jalan alternatif tersebut.

Baca juga: Truk Listrik Pertama Diluncurkan PT Vale, Menuju Pertambangan Rendah Karbon

Puluhan kendaraan baik roda dua dan roda empat terparkir memanjang di aspal sekitar jalan yang akan melintas di jalur alternatif tersebut sejak pukul 19.00 Wita. Sedangkan truk tronton tersebut mulai dievakuasi menggunakan eksavator milik TMJ pada pukul 22.13 Wita.

” Kami yang harus sudah sampai di rumah tapi karena evakuasi truk tronton yang makan waktu lama sehingga kami belum sampai di tujuan,” keluh pengendara lainnya, Mansyur, Ahad (17/9/2023).

Awaludin, selaku kepala lingkungan yang mengetahui penyebab truk tronton itu terperosok membenarkan kalau tanah timbunan yang menjadi jalan alternatif yang diupayakan PT TMJ, lebarnya hanya dua meter.  Sehingga, jika ada kendaraan roda dua secara tiba-tiba juga melintas bersamaan dengan kendaraan roda empat, dapat dipastikan salah satunya akan mengalami insiden kecelakaan.

” Tronton itu terperosok karena ada motor yang memaksa lewat, kejadian sejak pukul 19.00 Wita,” ceritanya.

Setelah memakan waktu yang cukup lama dilakukan evakuasi terhadap truk tronton itu, puluhan kendaraan baru bisa melintas pada pukul 24.00 Wita untuk melanjutkan penjalanan. (teraskabar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar