Malaysia, Teraskabar.id – Menurut media Tiongkok, QSR Brands, yang merupakan pemilik KFC telah menutup sementara gerai restorannya. Jaringan restoran cepat saji Amerika Kentucky Fried Chicken (KFC) terpaksa menutup 108 dari 600 gerainya di negeri jiran tersebut sebagai dampak dari aksi boikot atas keterlibatannya mendukung genosida Israel.
Malaysia merupakan negara mayoritas muslim yang mendukung Palestina. Salah satu aksi dari dukungannya adalah dengan ‘kampanye boikot’ beberapa merek makanan cepat saji Barat di negara tersebut atas keterlibatannya dalam mendukung serangan pasukan zionist di Gaza.
Baca juga: Gerai Vaksinasi Polri Kembali Dibuka di Taman GOR, Hari Libur Tetap Buka
KFC merupakan waralaba makanan Amerika terbaru yang menjadi sasaran dari gerakan boikot nasional di negara mayoritas muslim tersebut selama sebulan terakhir atas dukungan AS terhadap Israel, di tengah serangan yang sedang berlangsung di Gaza.
QRS Brands mengatakan, pihaknya menutup sementara outlet KFC di Negeri Jiran tersebut akibat dari respon terhadap kondisi ekonomi yang menantang.
“QSR Brands dan KFC Malaysia telah mengambil langkah proaktif untuk menutup sementara gerai sebagai cara untuk mengelola peningkatan biaya bisnis dan fokus pada zona perdagangan dengan keterlibatan tinggi,” katanya dilansir dari Reuters, pada Selasa (30/4/2024).
Menurut MEE, ia juga melaporkan telah terjadi penurunan penjualan sebesar 38,2% pada kuartal keempat di tahun 2023, dengan alasan “boikot yang sedang berlangsung”. Pada bulan Maret, pendiri perusahaan tersebut memohon kepada para aktivis untuk mengakhiri boikot tersebut, dengan mengatakan bahwa mayoritas karyawannya adalah Muslim.
Baca juga: Launching Gerai Alfamidi Super, Wawali Palu : Alfamidi Hadir Kurangi Pengangguran
Tidak hanya di Malaysia, aksi boikot terhadap gerai makanan siap saji maupun brand yang terlibat dalam genosida Israel di Gaza terus dilakukan di berbagai negara, baik di negara-negara barat, Asia, maupun Timur Tengah.
Tidak pernah ada kata bosan maupun berhenti dalam melakukan aksi boikot, pasalnya hingga saat ini serangan udara, dan pembantaian tentara zionist terhadap rakyat Palestina belum berhenti dan masih terus dilakukan, bahkan setiap hari jumlah korban terus bertambah.
Menurut laporan kementerian kesehatan Gaza, jumlah korban syahid saat ini telah mencapai 34.535, dan 77.704 terluka akibat serangan pasukan zionist di Gaza sejak 7 Oktober lalu. Sebagian besar korban syahid dari kalangan perempuan dan anak-anak.
Baca juga: Buka Tutup Jalan Dihentikan Sementara di Ruas Kebun Kopi Parimo Sulteng
Negara Indonesia sama seperti seperti negara Malaysia, merupakan negara mayoritas muslim, bahkan menjadi negara yang punya keterikatan begitu erat dengan negara Palestina. Aksi solidaritas, dan aksi menentang atas kejahatan agresi Israel terus digencarkan diberbagai wilayah.
“Selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menantang penjajahan Israel,” Soekarno, 1962.
Dukungan Presiden pertama Republik Indonesia, Ir Soekarno, terhadap kemerdekaan Palestina tak terbantahkan dan selalu konsisten. Bukan sekadar lewat kata-kata, tapi juga dibuktikan melalui tindakan nyata.
Kini saatnya kita sebagai generasi yang masih hidup di jaman saat ini, meneruskan semangat tersebut, melanjutkan aksi nyata ‘menentang penjajahan Israel’ dengan terus mengedukasi, dan kampanyekan aksi boikot terhadap gerai makanan siap saji maupun brand yang terafiliasi dengan Israel. (teraskabar)







