Minggu, 3 Mei 2026

CSR BTIIG di 2025 Mulai Fokus pada Penguatan UMKM

CSR BTIIG di 2025 Mulai Fokus pada Penguatan UMKM
BTIIG dan masyarakat sekitar area operasional perusahaan membersihkan areal pantai dari sampah sampah berserakan. Foto: Istimewa

Morowali, Teraskabar.idPT Baoshuo Taman Industry Invesment Group (BTIIG) atau yang lebih dikenal dengan nama Huabao Indonesia mulai memfokuskan program corporate social responsibility (CSR) berkelanjutan pada penguatan sektor UMKM.

Program tersebut sebagai salah satu bentuk komitmen PT BTIIG dalam mendukung peningkatan keejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan pelaku UMKM.  

Program CSR PT BTIIG juga telah menyasar berbagai sektor di antaranya, pendidikan, kesehatan, ekonomi, lingkungan yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi  masyarakat di wilayah operasional.

Komitmen PT BTIIG yang konsisten dalam melaksanakan program CSR merupakan upaya perusahaan untuk membangun masyarakat yang lebih berkelanjutan dan inklusif, serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat di lingkar tambang.

Sejak 2022 hingga akhir tahun 2024, PT BTIIG telah menyalurkan anggaran sekitar 1.5 juta USD untuk melaksanakan program CSR tersebut. Sedangkan jika digabung dengan bantuan proyek Bandara Morowali, total penyaluran CSR mencapai angka sekitar 11.5 juta USD.

Meski belum beroperasi total, pada tahun 2025 ini, akan fokus pada beberapa program unggulan CSR yang dilaksanakan di antaranya Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) seperti bantuan pelatihan untuk UMKM.

External Manager Huabao Indonesia, Cipto Rustianto, mengatakan, manajemen ingin mendorong penguatan sektor UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) dari potensi produk masyarakat baik yang existing, maupun yang masih potensi, sehingga peningkatan  ekonomi area lingkar industri berjalan bersama dinamika industri kami.

Selain itu, lanjut Cipto, dari sektor pendidikan program yang dilaksanakan di antaranya, BTIIG Mengajar atau Huabao Youth Empowering Chambers (HYEC) yang sudah dilaksanakan sejak 2023 lalu dan berjalan sampai sekarang.

“Program HYEC atau BTIIG Mengajar merupakan salah satu program unggulan CSR Huabao Indonesia untuk peningkatan kualitas SDM, saat ini yang lagi jalan adalah program pembelajaran Bahasa Mandarin yang di gelar di SD Tondo. Selain Bahasa Mandarin, Program HYEC ini mendorong penguasaan soft skill para siswa dan mahasiswa. Dari setiap kegiatan ini yang dilakukan di SD maupun di SMP dan SMA, para siswa sangat menikmati program ini”, ungkap Cipto.

  Bupati Morut Melepas Lima Atlet Dayung ke Kejurnas Pekanbaru Riau

Program CSR lainnya yang dilakukan secara berkelanjutan adalah program di bidang keagamaan seperti pembangunan masjid di tiga desa lingkar industri yang akan terus dilanjutkan, pembagian hewan qurban dan turut berpartisipasi dalam kegiatan MTQ, revitalisasi Pura dan dukungan kepada gereja sekitar dan lain-lain. Sedangkan dalam bidang kesehatan seperti kegiatan donor darah yang rutin di gelar bekerjasama dengan PMI Kabupaten Morowali dan berbagai kegiatan perbaikan infrastruktur di sekitar lingkar industry.

Dalam sektor pelestarian lingkungan, PT BTIIG juga memberikan dukungan dalam kegiatan zonasi gua yang berada di sekitar lingkar industri. (red/teraskabar)