Palu, Teraskabar.id– Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) menyiapkan konsepsi atas pembangunan pertanian, khususnya tiga komoditas yakni Jagung, Kedelai dan Kopi dengan batas waktu pertengahan bulan depan atau tepatnya 15 Juli 2022.
“Pertanian itu logam mulia 1.000 karat karena pertanian menghidupi dan memberi manfaat terhadap jutaan rakyat. Pak gubernur kan pagi ini datang ke kediaman saya, jadi kita janjian. Sebelum 15 Juli konsepsi pembangunan pertanian di Sulteng ini sudah kita terima. Buat gugus tugasnya, awal Agustus kita jalan. Kalau 15 Juli tidak ada, percuma pak gubernur datang hari ini,” kata Mentan SYL saat menerima kunjungan Gubernur Rusdy Mastura di kediamannnya, Selasa (14/6/2022).
Baca juga : Diperiksa KPK, Mantan Mentan Minta Penjadwalan Ulang
Kunjungan Gubernur Sulteng tersebut yang didampingi Tim Ahli Gubernur Bidang Peningkatan Fiskal, Investasi Daerah Rony Tanusaputra, Tim Ahli Gubernur Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan HAM Ridha Saleh tersebut untuk mematangkan pengembangan wilayah Sulteng sebagai Daerah Strategis Ketahanan Pangan Nasional.
Mentan Syahrul juga meminta Gubernur Sulteng menyiapkan 30 ribu hektare lahan yang akan digunakan sebagai bagian dari Super Prioritas Program Kementerian Pertanian.
Baca juga : Juli 2022, Mutasi Besar-besaran
Intinya, kata Mentan SYL, pertanian itu harus siap lahan, ajak masyarakat terlibat di dalamnya, dan jangan rugikan rakyat serta agenda aksinya harus jelas.
“Memulai sesuatu jangan dengan persoalan, buat konsepsinya dan buat poligon dari lahan yang disiapkan,” tegas SYL.
Baca juga : Strategi PPP Menangkan Duet Ganjar dan Gus Yasin
Terkait permintaan Mentan SYL, Gubernur Sulteng Rusdy Mastura memaparkan apa yang tengah disiapkan dalam rangka Kawasan Ketahanan Pangan Nasional, dan menyanggupi batas waktu yang diberikan Mentan SYL.
“Pada dasarnya setuju dengan tiga kawasan yang disiapkan Pemprov Sulteng, namun Mentan SYL meminta agar lahan-lahan yang disiapkan jika masuk dalam super prioritas program Kementan, luasannya harus dalam jumlah besar,” ujar Gubernur Sulteng mengutip arahan Mentan SYL. (teraskabar)






