Selasa, 13 Januari 2026
Daerah  

KontraS Ungkap Rentetan Kecelakaan Kerja yang Menelan Korban Jiwa di PT GNI

Jenazah korban tertimbun tanah longsor yang merupakan karyawan PT GNI akan dimasukkan ke peti jenazah untuk dibawa ke Maros, Sulawesi Selatan, Kamis (17/2/2022). Foto: Dok

Palu, Teraskabar.id – Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) bersama Serikat Petani Petasia Timur dan Lokataru Foundation mencatat rentetan peristiwa yang menelan korban jiwa selama pelaksanaan operasional  PT Gunbuster Nickel Industri (GNI) di Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Selain bentrok antarkelompok pekerja asal China dengan pekerja lokal pada Sabtu (14/1/2023) lalu, Serikat Petani Petasia Timur dan Lokataru Foundation bersama KontraS ungkap rentetan kecelakaan kerja di PT GNI, setidaknya sejak 2020  ada 6 persitiwa lainnya yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa.

Baca jugaKomisi VII Minta Audit Semelter PT GNI di Morowali Utara, Nyawa Masyarakat yang Utama

Pertama, insiden karyawan proyek smelter PT GNI meninggal tertimpa tiang pancang saat tengah bekerja membangun smelter di Desa Bunta, Kecamatan Petasia Timur, Sabtu (11/4/2020) dini hari. Korban bernama Syahrul  warga asal Desa Bungintimbe, meninggal setelah dilarikan ke RSUD Kolonodale.

Kedua, sepanjang tahun 2020 terdapat 3 pekerja meninggal. Dua di antaranya dikabarkan meninggal tertimbun longsor saat melakukan penimbunan di lokasi pembangunan  smelter. Keduanya dipekerjakan perusahaan pertambangan di tengah pandemi Covid-19.

KontraS Ungkap Rentetan Kecelakaan Kerja yang Menelan Korban Jiwa di PT GNI 
KontraS Ungkap Rentetan Kecelakaan Kerja – Bentrok antarkaryawan di PT GNI menyebabkan sejumlah alat berat ikut terbakar. Sabtu (14/1/2023). Foto: Dok

Ketiga, seorang operator alat berat inisial HR (25) tertimbun longsor bersama excavator merk sany 365 nomor unit lambung 20 di area pembangunan Smelter PT.GNI di Desa Bunta pada tanggal 8 Juni 2020 sekitar pukul 20.00 Wita.

  Petani Morut Recklaiming Lahannya Setelah 17 Tahun Dikuasai PT. Agro Nusa Abadi