Tolitoli, Teraskabar.id – Rumah Sakit Mokopido (RSM) di Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah (Sulteng) disebut tak layak dijadikan tempat pemeriksaan kesehatan untuk bakal pasangan calon (Bapaslon) bupati dan wakil bupati pada proses pendaftaran di KPU untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2024.
” Berdasarkan hasil koordinasi yang dilakukan antara KPU dengan pihak rumah sakit setempat, ternyata rumah sakit itu tak layak dijadikan tempat pemeriksaan kesehatan bagi Bapaslon bupati dan wakil bupati yang maju di Pilkada Tolitoli,” kata Ketua KPU Tolitoli, Junaedi, dalam rapat koordinasi tahapan persiapan pendaftaran dan pemeriksaan kesehatan untuk Bapaslon bupati dan wakil bupati yang digelar, Ahad (25/8/2024) di sebuah hotel di Tolitoli.
Baca juga: KPU Tolitoli Gunakan DP4 Hasil Pemutakhirkan untuk Pilkada 2024
Rumah sakit yang direkomendasikan untuk dijadikan tempat pemeriksaan kesehatan bagi Bapaslon adalah Rumah Sakit Umum Daerah Undata Palu. Pertimbangannya, rumah sakit kebanggaan masyarakat Sulteng itu tersebut dianggap memiliki peralatan kesehatan yang lengkap, ditunjang sumber daya manusianya yang mumpuni.
” Ada dua rumah sakit yang dilakukan koordinasi di Palu oleh KPU bersama dinas terkait dan para dokter di rumah sakit, untuk dijadikan tempat pemeriksaan kesehatan bagi para Bapaslon bupati dan wakil bupati, tetapi cuma Rumah Sakit Undata yang memenuhi syarat,” ujar Junaedi.
Pada kesempatan tersebut, para Bapaslon bupati dan wakil bupati yang akan mendaftar di KPU, saat akan menjalani pemeriksaan kesehatan agar kiranya tidak melakukan hubungan badan tiga hari sebelum melakukan pemeriksaan kesehatan di rumah sakit yang ditunjuk. Larangan tersebut adalah penyampaian dari tim dokter yang menangani proses pemeriksaan kesehatan.
Baca juga: Rakor Pilkada di KPU Tolitoli: Ijazah Paket C Salah Satu Meteri Diskusi
” Selain hubungan badan, setiap Bapaslon yang baru saja pulang dari bepergian luar daerah diminta istirahat lebih dulu sehari sebelum melakukan pemeriksaan kesehatan di RSUD Undata Palu, ini juga hasil koordinasi dengan pihak dokter yang menangani pasien,” papar ketua KPU Tolitoli.
Ia menambahkan, pelaksanaan rapat koordinasi terkait tahapan pemeriksaan kesehatan dan persiapan pendaftaran Bapaslon bupati dan wakil bupati ini, sangat penting untuk dihadiri oleh para perwakilan partai pengusung. Hal itu mengantisipasi hal-hal yang belum dipahami Bapaslon, lantas nantinya menyalahkan pihak KPU Tolitoli.
” Saya melihat ada sebagian perwakilan partai yang diundang pada rapat koordinasi ini tidak hadir, KPU mengundang untuk hadir agar tidak adalagi yang tidak dipahami menyangkut tahapan persiapan pendaftaran dan pemeriksaan kesehatan,” tegasnya.
Ia berharap, pada tahapan pendaftaran, pihak Bapaslon bupati dan wakil bupati dapat mempergunakan waktu yang efektif berdasarkan amanat PKPU, di mana pendaftaran tersebut akan diselenggarakan selama tiga hari mulai 27-29 Agustus tahun 2024.
Baca juga: KPU Tolitoli Galakkan Pendidikan Pemilih Melalui Pawai di 10 Kecamatan pada Pilkada 2024
Kegiatan KPU yang berkaitan dengan tahapan, tekannya agar dapat diseriusi oleh perwakilan partai politik yang menjadi partai pengusung Bapaslon yang maju di Pilkada Tolitoli 2024.
” Tahapan persiapan pendaftaran dan pemeriksaan kesehatan jangan remehkan, setiap kegiatan KPU tolong diseriusi,” harapnya.
Informasi diperoleh untuk tahapan persiapan pendaftaran Bapaslon bupati dan wakil bupati, pihak KPU akan melaksanakan Bimtek Silon bersama seluruh perwakilan partai pengusung.
“Partai politik harus mengutus operator Silonnya pada Bimtek besok, setiap Parpol punya perwakilannya yang dipercayakan sebagai operator di bimtek tersebut,” imbuh Junaedi. (ram/teraskabar)







