Selasa, 13 Januari 2026

Lukman Hanafi Hadiri Peringatan Maulid Nabi dan Penentuan Arah Kiblat di Pembangunan Masjid Pebotoa Morowali

Lukman Hanafi Hadiri Peringatan Maulid Nabi dan Penentuan Arah Kiblat di Pembangunan Masjid Pebotoa Morowali
Suasana penentuan arah kiblat rencana pembangunan masjid di desa Pebotoa, Kecamatan Bumi Raya, Kabupaten Morowali, Jumat (5/9/2025). Foto : Ghaff

Morowali, Teraskabar.id – Anggota DPRD Kabupaten Morowalidari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Lukman Hanafi, menghadiri peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di Desa Pebotoa, Kecamatan Bumi Raya, Kabupaten Morowali, Jumat (5/9/2025). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan prosesi penentuan arah kiblat bagi rencana pembangunan masjid baru di desa tersebut.

Peringatan Maulid Nabi dapat dipahami sebagai ruang kolektif masyarakat untuk memperkuat ingatan historis dan spiritual terhadap keteladanan Rasulullah SAW. Momentum ini tidak hanya menjadi ekspresi religius, tetapi juga media penguatan solidaritas sosial antarwarga.

Sementara itu, penentuan arah kiblat dalam pembangunan masjid merupakan aspek mendasar dalam tata ruang ibadah Islam. Arah kiblat yang tepat menjadi syarat utama keabsahan salat, sehingga keakuratan proses penentuan arah tersebut memiliki makna teologis sekaligus arsitektural.

Lukman Hanafi mengatakan bahwa pembangunan masjid tidak hanya dilihat sebagai penyediaan fasilitas ibadah, melainkan juga sebagai pusat pendidikan moral, kebersamaan, dan pembinaan umat. Menurutnya, kehadiran masjid yang benar arah kiblatnya menjadi pondasi penting agar fungsi spiritual dan sosial dapat dijalankan secara optimal.

“Masjid tidak sekadar tempat melaksanakan ibadah, tetapi juga harus menjadi ruang pendidikan moral, kebersamaan, dan pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu, penentuan arah kiblat hari ini memiliki makna besar sebagai pondasi agar masjid nantinya benar-benar menjadi pusat kebaikan,” ungkapnya.

Kegiatan ini turut dihadiri tokoh agama, aparat desa, tokoh masyarakat dan warga yang berpartisipasi aktif. Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan adanya sinergi dalam mewujudkan pembangunan keagamaan yang berakar pada nilai kebersamaan.

Dengan demikian, peringatan Maulid Nabi dan penentuan arah kiblat di Desa Pebotoa tidak hanya bernilai seremonial, tetapi juga mengandung makna strategis dalam memperkuat kehidupan religius dan sosial masyarakat setempat. (Ghaff/Teraskabar)