Minggu, 3 Mei 2026
Home, News  

Menteri Kebudayaan dan Gubernur Sulteng Jalin Aksi Nyata Pelestarian dan Pengembangan Budaya

Menteri Kebudayaan dan Gubernur Sulteng Jalin Aksi Nyata Pelestarian dan Pengembangan Budaya
Gubernur Sulteng, H. Anwar Hafid, menandatangani MoU bersama Menbud, Fadli Zon, dalam rangka memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pelestarian dan pengembangan budaya, Selasa (22/7/2025), di Gedung Kemenbud RI. Foto: Biro Adpim

Jakarta, Teraskabar.id – Gubernur Sulawesi Tengah, H. Anwar Hafid, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) bersama Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc, dalam rangka memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pelestarian dan pengembangan budaya. Penandatanganan tersebut berlangsung di Gedung Kementerian Kebudayaan RI, Jakarta, Selasa (22/7/2025).

Langkah strategis ini menjadi tonggak penting dalam upaya kolaboratif untuk menjaga warisan budaya nasional, sekaligus mengakselerasi program pemajuan kebudayaan di Provinsi Sulawesi Tengah.

Menbud Fadli Zon mengatakan, bentuk kolaborasi ini adalah upaya pengembangan serta pemanfaatan budaya secara lebih luas dan inklusif. Untuk itu, Fadli Zon berharap, bentuk kolaborasi ini bisa menjadi pecutan semangat bagi Sulawesi Tengah untuk terus merawat dan mengembangkan budayanya.

“Kita juga harapkan nanti (Pak Gubernur) bisa menghidupkan taman budayanya maju. Bukan hanya di tradisinya tapi juga pengembangan dan pemanfaatan, termasuk seni kontemporer,” kata Fadli Zon, Rabu (22/7/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan apresiasinya atas komitmen kuat Sulawesi Tengah dalam menjaga kekayaan budaya daerah.

“Kami memilih Sulawesi Tengah karena proaktif melestarikan budaya dan juga memiliki banyak situs budaya, salah satunya tadi Lore Lindu,” ujar Fadli Zon.

Gubernur Anwar Hafid menyampaikan apresiasinya dan menegaskan komitmen Pemprov Sulteng untuk menindaklanjuti arahan tersebut. Anwar Hafid berpandangan, gagasan Menbud Fadli Zon sangat luar biasa, sesuai dengan nafas pembangunan Sulawesi Tengah hari ini yang berlandaskan pada nafas kearifan lokal.

“Alhamdulillah ide gagasan dari Pak Menteri tadi sangat luar biasa membuat kolaborasi. Tentunya kami di Sulawesi Tengah sangat terhormat bisa dilibatkan sebagai provinsi pertama yang menerima arahan ini, tentu akan kami tindaklanjuti demi Sulawesi Tengah yang lebih berbudaya,” ungkap Anwar Hafid.

  Ribuan Warga Padati Maulid Akbar, Gubernur Sulteng Doakan Keberkahan untuk Tolitoli

Melalui MoU ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bersama Kementerian Kebudayaan akan menjalin kerja sama dalam berbagai program strategis, termasuk revitalisasi situs budaya, pengembangan komunitas adat, penguatan pendidikan budaya, hingga mendorong diplomasi budaya melalui event-event lokal bertaraf nasional dan internasional.

Kolaborasi ini menjadi tonggak awal arah baru pembangunan kebudayaan Sulteng, yang tidak hanya menjaga warisan, tetapi juga menghidupkannya untuk generasi masa depan. Budaya adalah identitas dan kekuatan bangsa, yang harus dijaga secara serius dan berkelanjutan.

Sinergi pusat-daerah menjadi kunci untuk menjawab tantangan modernisasi tanpa kehilangan akar budaya lokal.

“Kita tidak boleh kehilangan jati diri sebagai bangsa yang besar karena kekayaan budayanya. Kami di Sulawesi Tengah akan terus berkomitmen menjaga, merawat, dan menghidupkan budaya sebagai pilar pembangunan daerah,” tegas Gubernur.

Gubernur juga menyampaikan bahwa langkah konkret pelestarian budaya sudah dimulai dari daerah, termasuk penguatan kelembagaan budaya, pelibatan tokoh adat dalam pembangunan, serta mendukung inisiatif masyarakat dalam mengelola kearifan lokal sebagai bagian dari ekonomi kreatif berbasis budaya.

Langkah ini sejalan dengan program BERANI Berkah yang mengusung semangat Sulteng Nambaso, yakni menjadikan Sulawesi Tengah sebagai provinsi yang unggul, sejahtera, dan berkarakter, dengan budaya sebagai landasan moral dan spiritual pembangunan.

Bagi Anwar Hafid-Reny A lamadjido, kearifan lokal adalah kunci bagi daerah untuk mencapai kesejahteraan dan kemajuan. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mendukung penuh setiap inisiatif yang berakar pada kebudayaan. Salah satu wujud nyatanya adalah penyelenggaraan Festival Danau Lindu yang belum lama ini digelar sebagai bentuk perayaan sekaligus upaya pelestarian budaya lokal. (red/teraskabar)