Senin, 12 Januari 2026
News  

Menteri PPPA dan Seto Mulyadi Kunjungi ABG Korban Asusila 11 Pria di Palu

Menteri PPPA dan Seto Mulyadi Kunjungi ABG Korban Asusila 11 Pria di Palu
Menteri PPPA, I Gusti Ayu Ayu Bintang Darmawati  dan Ketua LPAI Seto Mulyadi, menggelar konferensi pers didampingi Sekdaprov Novalina dan Dirut RSUD Undata dr Herri MUlyadi, Sabtu (9/6/2023). Foto: Biro Adpim Setdaprov

Palu, Teraskabar.idMenteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia, I Gusti Ayu Ayu Bintang Darmawati  dan Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi, mengunjungi seorang remaja perempuan yang menjadi korban kekerasan seksual di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Undata Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), Jumat (9/6/2023).

Menteri PPPA dan Seto Mulyadi, dalam kesempatan tersebut didampingi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulteng, Novalina, Kepala RSUD Undata Provinsi Sulteng, drg. Herri Mulyadi, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sulteng, Zubair, Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulteng, Hasbiah N. Zaenong, para dokter, dan pihak terkait lainnya.

Baca jugaMenteri PPPA Kunjungi Korban Persetubuhan 11 Pria yang Dirawat di RSUD Undata

Sebelum menuju RSUD Undata, Menteri PPPA bersama rombongan juga mengunjungi Kepolisian Daerah (Polda) Sulteng.

Dalam keterangan kepada pers, Menteri PPPA I Gusti Ayu, menyatakan bahwa kunjungannya ke Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, tidak hanya untuk bertemu dengan Kapolda, tetapi juga untuk meninjau RSUD Undata.

Ia menyampaikan penghargaan tertinggi atas langkah cepat dan tindakan keras yang dilakukan Kapolda beserta jajarannya yang berhasil menangkap 10 dari 11 pelaku dan juga kepada pihak berwenang setempat yang memberikan pendampingan terbaik kepada korban.

Baca jugaMenteri PPPA I Gusti Ayu Tiba di Palu Disambut Ketua TP PKK Sulteng

“Perlindungan hak anak bukan hanya tanggung jawab orang tua, tetapi tanggung jawab bersama, karena semua anak adalah anak kita,” ujar Menteri PPPA.

Selanjutnya, Menteri PPPA menjelaskan bahwa timnya bersama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui RSUD Undata akan memberikan layanan terbaik untuk memulihkan korban.

“Kami telah mengalokasikan dana tak terikat untuk penanganan masalah ini dan kebutuhan lainnya,” katanya.

Baca jugaDugaan Tindak Asusila, Santriwati Laporkan Oknum di Salah Satu Ponpes Parimo

Sementara itu, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi  memberikan apresiasi kepada Menteri PPPA RI, Kapolri, Pemerintah Provinsi Sulteng, Polda Sulawesi Tengah, RSUD Undata Provinsi Sulteng, dan pihak lain yang terlibat dalam penanganan masalah ini, karena mereka telah bekerja keras dan berkomitmen untuk mengatasi masalah tersebut.

“Kami berharap kesehatan dan jiwa anak-anak di Sulawesi Tengah dilindungi, dan hak-hak mereka terpenuhi,” tambahnya.

Seto juga mengimbau semua pihak untuk berhati-hati dalam menyebarkan data atau informasi melalui media sosial, karena hal ini dapat diakses oleh orang dewasa dan akan berdampak buruk pada anak-anak.

Baca jugaAhli Hukum Tata Negara: Sudah Profesional Polisi Hentikan Kasus Arteria Dahlan

Ia juga meminta publik untuk terus mendukung perlindungan anak secara luas. Perlindungan anak membutuhkan dukungan dari semua pihak.

Terakhir, ia berharap bahwa kekerasan dan kejahatan dalam hubungan intim tidak akan terjadi lagi di masa depan.

Pada akhir konferensi pers, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui RSUD Undata memberikan cinderamata kepada Menteri PPPA RI dan pelopor perlindungan anak di Indonesia, sebagai tanda penghargaan. (teraskabar)