Palu, Teraskabar.id – Pembangunan Masjid Raya Baitul Khairaat Palu, Sulawesi Tengah(Sulteng) mulai nampak megah. Semalam, Kamis (25/9/2025) seluruh lampu dinyalakan dan langsung mengundang perhatian warga.
Kepada media, Kepala Dinas Cipta Karya Provinsi Sulteng, Dr. Ruly Djanggola menyebut bahwa hingga Jumat (26/9/2025), progres pembangunan fisik masjid Raya Baitul Khaeraat mencapai 98,2 persen. Saat ini telah memasuki pembangunan pada bulan ke 102 (15 – 27 September 2025). Sedangkan deviasi hanya 0,18 persen.
Ditambahkan Teguh, Kepala Bidang Pembangunan Cikasda Sulteng, pekerjaan utama seluruhnya telah selesai. Kini sedang menyelesaikan pekerjaan yang tersisa, minor dan pekerjaan finishing. Yaitu; Pekerjaan Rangka Mihrab; Pekerjaan finishing Mihrab; Pekerjaan Fasad Kelor Tipe A, B, C dan D, Pekerjaan Railing Tangga Souraja, Pekerjaan Talang Air FRP, Pekerjaan Kubah Serawall, Pekerjaan Air Mancur Kolam dan Pekerjaan Pagar Keliling.
Terdapat pula pekerjaan-pekerjaan pelengkap yang sementara dilaksanakan guna menutup kekurangan-kekurangan dari segi estetika dan pekerjaan untuk menutup tampias air guna melindungi bagian-bagian bangunan dari air hujan, terang Teguh.
Kontrak Tersisa 50 Hari
Ruly menjelaskan, masa pelaksanaan pembangunan Masjid Raya Baitul Khairaat 758 hari kalender. Hari hari yang telah terpakai 708 hari kalender. ‘’Pekerjaan sisa 50 hari kalender, kontrak berakhir pada 15 November 2025,’’ ujarnya.
Pelaksana proyek PT. PP (Persero) Tbk menyampaikan akan menyelesaikan pekerjaan ini sebelum tanggal akhir kontrak. Material yang akan digunakan hampir seluruhnya telah berada di lokasi pekerjaan, tersisa material kaca patri yang dipasang di atas fasad kelor.
Dari total kebutuhan baru sekitar 70% yang telah berada di lokasi pekerjaan. Pihak pelaksana menjamin bahwa pada pekan ke-2 Oktober 2025, seluruh material kaca patri telah berada di lokasi untuk dipasang. (***/red/teraskabar)







