Morowali, Teraskabar.id – Musda BPD KKSS Morowali akan digelar kembali pada Ahad, 19 Oktober 2025, sebagai forum tertinggi organisasi untuk memilih pucuk pimpinan Badan Pengurus Daerah (BPD) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) di Kabupaten Morowali.
Agenda Musda BPD KKSS Morowali ini menegaskan pentingnya proses demokratis yang partisipatif bagi warga paguyuban Sulawesi Selatan di daerah tersebut. Pelaksanaan Musda juga menjadi momentum konsolidasi organisasi guna memperkuat peran sosial dan budaya bagi masyarakat perantau.
Mandataris BPD KKSS Morowali, Agus Rahmat Jaya, SH, menyampaikan bahwa Surat Keputusan (SK) kepanitiaan telah diterbitkan dan mulai bekerja mempersiapkan jalannya musyawarah.
“Berdasarkan instruksi Badan Pengurus Wilayaj (BPW) KKSS Sulawesi Tengah, yang memerintahkan Mandataris melaksanakan Musda demi mengisi kekosongan jabatan di ruang organisasi paguyuban KKSS Morowali, maka kami membentuk kepanitiaan Musda KKSS Morowali,” beber Agus, Senin (29/9/2025).
Lebih lanjut, Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Tanasuci Indonesia juga mengatakan bahwa Musda kali ini menjadi sarana menghadirkan kepemimpinan agar BPD KKSS Morowali tetap solid, inklusif, dan mampu menjawab tantangan zaman. Agus mengajak seluruh elemen KKSS untuk berpartisipasi secara tertib dan konstruktif.
Dalam kepanitiaan Musda, Bustam Nawir, SE., dipercaya sebagai Ketua Panitia dengan Asrul Rauf sebagai sekretaris. Untuk menjaga ketertiban dan arah pembahasan, Zainuddin Zaid, Riswandi, dan Arisandi ditunjuk sebagai Steering Committee. Struktur kepanitiaan ini menunjukkan keseriusan pengurus dalam menyiapkan forum yang demokratis dan transparan.
Agus Rahmat Jaya menambahkan, kepanitiaan berkomitmen memastikan seluruh tahapan Musda BPD KKSS Morowali berjalan sesuai aturan organisasi dan mengedepankan prinsip kebersamaan.
“Kami berharap hasil musyawarah dapat melahirkan pemimpin yang mampu memperkuat solidaritas dan memperjuangkan kepentingan warga Sulawesi Selatan di Morowali,” ujarnya.
Melalui pelaksanaan Musda ini, diharapkan lahir kepemimpinan baru yang mampu merumuskan program kerja berorientasi pada penguatan budaya, ekonomi, dan peran sosial organisasi. Keterlibatan aktif anggota KKSS menjadi kunci keberhasilan Musda yang demokratis.
Dengan demikian, Musda KKSS Morowali tidak hanya menjadi forum formal organisasi, tetapi juga menjadi ajang konsolidasi dan pembaruan kepemimpinan demi memperkuat kontribusi KKSS terhadap pembangunan dan keharmonisan masyarakat di Morowali. (Ghaff/Teraskabar)






