Palu, Teraskabar.id – Disela-Sela kegiatan penjemputan Wakil Presiden KH Makruf Amindi Kota Palu, Selasa (3/10/2023), Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah H. Rusdy Mastura, menyempatkan diri menyapa dan menyerap aspirasi masyarakat di warung kopi Jalan Masjid Raya, Stevani K2.
Dalam perbincangan tersebut, Gubernur Negeri Seribu Megalit ini yang pencanangannya direncanakan 10 – 12 Oktober tahun ini di wilayah Kabupaten Poso, menyempatkan diri untuk menanggapi sejumlah pertanyaan tokoh masyarakat, warga dan beberapa wartawan.
Baca juga: Ngopi Bareng Media, KPP Pratama Palu Edukasi Perpajakan kepada Insan Pers
Setidaknya ada enam poin isu penting yang disarikan oleh Tenaga Ahli Gubernur Bidang Komunikasi Publik Andono Wibisono dalam mendampingi Gubernur Rusdy Mastura pada dialog yang berlangsung santai itu.
Berikut isu-isu penting yang dijawab oleh Gubernur Cudy;
Pertama, terkait dengan pemilihan gubernur (Pilgub) 2024, Gubernur Rusdy Mastura enggan berspekulasi. Menurutnya, dirinya masih kosenterasi pada visi Gerak Cepat Meningkatkan Fiskal Daerah hingga akhir 2024 sebesar Rp2,4 triliun;
Baca juga: Relawan Optimistis Cudi Masih Maju Pilgub 2024
Kedua, aspirasi yang disampaikan ke dirinya soal Pilgub, telah banyak disampaikan oleh berbagai elemen dan kekuatan sosial kemasyarakatan. Pada intinya, mereka meminta dirinya untuk maju kembali. Termasuk aspirasi menyandingkannya untuk berpasangan dengan A dan B, serta C. Dan, bagi Gubernur Cudy panggilan akrabnya, memegang prinsip, semua pesta, terlebih pesta demokrasi, semua masyarakat harus gembira dan suka cita;
Ketiga, menjawab pertanyaan dari wartawan mengenai Penjabat Bupati Buol. Gubernur Cudy menyebut akan melantik sebagaimana peraturan perundangan-undangan. Ia akan melantik sebagaimana aspirasi DPRD kabupaten dan provinsi. Tapi, ia akan menolak melantik bila cara-cara yang ditempuh tidak mempertimbangkan dan menghargai daerah;
Keempat, demikian juga dengan penjabat Kabupaten Parigi Moutong. Gubernur Cudy telah menyurat ke Mendagri menjelaskan pentingnya kondisitifitas di daerah. Agar proses pembangunan berjalan dengan sosial politik yang baik;
Baca juga: Mantan Pj. Sekdaprov Sulteng Jajaki Nasdem jelang Pilgub
Kelima, Gubernur Cudy setuju menyikapi usulan Sekretaris Yayasan Masjid Fastabiqul Khoirot (eks Masjid Agung di Kecamatan Palu Barat), Helmy D Yambas agar pembangunan masjid tersebut dipercepat. Setidaknya, sesuai aturan dan tidak menyalahi ketentuan. Karena gubernur mengharapkan pembangunan Masjid Fastabiqul Khoirot adalah kebanggan masyarakat Sulteng dengan anggaran sebesar Rp370 miliar-an. Soal-soal teknis kegiatan, Gubernur Cudy tidak mau terlibat.
Keenam, berkaitan dengan kunjungan RI 02, kata gubernur, akan meninjau Kawasan Pangan Nasional di wilayah Kecamatan Damsol, Kabupaten Donggala. Wapres juga akan meninjau sejumlah proyek di Sulteng. Wapres menginap semalam di kota Kaledo. (teraskabar)






