Dikatakannya, Sulteng merupakan provinsi yang ke-14 dikunjungi untuk mengecek hasil pertanian.
Baca juga : Konsepsi Pembangunan Pertanian di Sulteng, Mentan Deadline Gubernur Rusdy Mastura 15 Juli
Menurutnya, pertanian ibarat emas 100 karat, jadi jangan dirusak. Provinsi Sulawesi Tengah memiliki beberapa komoditi unggulan yakni kopi, coklat dan sebagainya.
Salah satu sektor pertanian yang cukup menjanjikan ujar Mentan, yakni komoditi jagung. Menurutnya, satu hektare dapat menghasilkan 6-8 ton hasil jagung dan jika dikonversi ke rupiah senilai Rp 30 Juta. Sehingga, dengan modal Rp10 juta sudah dapat panen jagung dalam jangka 100 hari.
“Pertanian adalah pilihan, modalnya ; mau, semangat dan tidak pura-pura serta tidak korupsi, ” ujarnya.
Baca juga : Diperiksa KPK, Mantan Mentan Minta Penjadwalan Ulang
Sementara itu Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Ma’mun Amir dalam sambutan gubernur menginformasikan kondisi pertanian di Sulawesi Tengah ;
- Secara nasional beras Sulawesi Tengah mengalami surplus 86,710 ton sehingga masuk peringkat 9 nasional tahun 2022.
- NTP Sulawesi Tengah mengalami kenaikan yang pesat dalam kurun waktu 5 tahun terakhir.
- Realisasi KUR Tahun 2022 lebih Rp3,99 triliun di antaranya berasal dari sektor pertanian.
- Akibat rusaknya irigasi gumbasa pasca gempa terjadi kekurangan luas tanah 8000 hingga 9000 hektare.
- Berdasarkan hasil rakor terkait permintaan lahan sebanyak 15 ribu hektare untuk kawasan pertanian prioritas diperoleh luasan 175 ribu hektare lahan.
- Selain padi dan jagung yang ditargetkan surplus pada tahun 2023 juga dicanangkan surplus kedelai dari luasan 20 ribu hektare.






