Senin, 12 Januari 2026
Home, Opini  

Parigi Moutong: Menggali Potensi di Tengah Keterbatasan Sumber Daya

Parigi Moutong: Menggali Potensi di Tengah Keterbatasan Sumber Daya
Dedi Askary. Foto: Istimewa

Dedi Askary (Warga Baliara, Parigi Barat)

PARIGI MOUTONG, sebuah kabupaten yang terletak di Provinsi Sulawesi Tengah, memiliki lanskap yang memukau dengan garis pantai yang panjang, pegunungan yang menjulang, dan lembah yang subur. Namun, di balik keindahan alamnya, Parigi Moutong menghadapi tantangan dalam hal sumber daya alam (SDA) yang belum sepenuhnya termanfaatkan.

Keterbatasan SDA dan Dampaknya

Salah satu isu utama yang dihadapi Parigi Moutong adalah keterbatasan dalam eksploitasi SDA yang signifikan seperti pertambangan skala besar atau sumber energi yang melimpah. Hal ini berdampak pada:

  • Diversifikasi Ekonomi (kegiatan ekonomi yang tidak mampu melakukan penganekaragaman produk atau sektor usaha, sehingga perekonomiannya tetap bergantung pada satu atau beberapa sektor utama)Terhambat: Ketergantungan pada sektor pertanian dan perikanan menjadi dominan, sementara sektor industri dan jasa masih belum berkembang optimal.
  • Pendapatan Daerah Terbatas: Tanpa SDA yang menghasilkan nilai ekonomi tinggi, pendapatan asli daerah (PAD) menjadi terbatas, mempengaruhi kemampuan pemerintah daerah dalam membiayai pembangunan infrastruktur dan program-program sosial.
  • Tantangan Lapangan Kerja: Keterbatasan sektor industri menyebabkan kurangnya lapangan kerja yang beragam, mendorong sebagian penduduk untuk mencari pekerjaan di luar daerah.

Potensi Produk Unggulan dan Strategi Pengembangan

Meskipun menghadapi keterbatasan SDA, Parigi Moutong memiliki potensi besar untuk mengembangkan produk unggulan berbasis potensi lokal yang berkelanjutan:

  1. Sektor Pertanian dan Perkebunan:

◦ Kelapa: Parigi Moutong memiliki potensi besar dalam produksi kelapa. Pengembangan produk turunan kelapa seperti minyak kelapa, sabut kelapa, dan produk makanan olahan dapat meningkatkan nilai tambah.

◦ Kakao: Dengan kualitas kakao yang baik, Parigi Moutong dapat fokus pada pengembangan kakao premium dan produk olahan cokelat yang memiliki daya saing tinggi.

  Terungkap di RDP, BTIIG Tak Pernah Sosialisasikan Rencana Pembangunan Intake

◦ Kopi: Pengembangan kopi lokal dengan merek yang kuat dapat menarik minat pasar, terutama jika dikelola dengan pendekatan specialty coffee yang menekankan kualitas dan keunikan rasa.

  1. Sektor Perikanan dan Kelautan:

◦ Rumput Laut: Budidaya rumput laut dapat menjadi sumber pendapatan yang signifikan. Pengembangan produk olahan rumput laut seperti bahan kosmetik, makanan, dan pupuk organik dapat meningkatkan nilai jual.

◦ Perikanan Tangkap Berkelanjutan: Dengan pengelolaan yang baik, perikanan tangkap dapat menjadi sumber pendapatan yang stabil. Fokus pada praktik penangkapan ikan yang ramah lingkungan dan peningkatan kualitas produk perikanan dapat meningkatkan daya saing.

  1. Sektor Pariwisata:

◦ Ekowisata: Keindahan alam Parigi Moutong dapat dimanfaatkan untuk pengembangan ekowisata. Promosi wisata bahari, wisata gunung, dan wisata budaya dapat menarik wisatawan domestik dan internasional.

◦ Pengembangan Infrastruktur: Peningkatan infrastruktur pariwisata seperti akomodasi, transportasi, dan fasilitas pendukung lainnya sangat penting untuk mendukung pertumbuhan sektor pariwisata.

  1. Pengembangan UMKM dan Ekonomi Kreatif:

◦ Kerajinan Lokal: Pengembangan kerajinan tangan berbasis bahan lokal seperti anyaman, ukiran kayu, dan tenun dapat menjadi produk unggulan yang menarik bagi wisatawan.

◦ Kuliner Khas: Promosi kuliner khas Parigi Moutong dapat menjadi daya tarik wisata yang unik. Pelatihan dan pendampingan bagi pelaku UMKM kuliner dapat meningkatkan kualitas dan daya saing produk.

Strategi Pengembangan yang Holistik

Untuk mewujudkan potensi produk unggulan, diperlukan strategi pengembangan yang holistik dan terintegrasi:

  • Peningkatan Kualitas SDM: Pelatihan dan pendidikan bagi petani, nelayan, pelaku UMKM, dan tenaga kerja di sektor pariwisata sangat penting untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan.
  • Infrastruktur yang Memadai: Pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, pelabuhan, dan bandara akan meningkatkan konektivitas dan mempermudah akses ke pasar.
  • Dukungan Kebijakan dan Regulasi: Pemerintah daerah perlu menciptakan kebijakan dan regulasi yang mendukung pengembangan produk unggulan, termasuk insentif bagi investasi dan kemudahan perizinan.
  • Promosi dan Pemasaran: Promosi produk unggulan melalui berbagai media dan platform, serta partisipasi dalam pameran dan festival, akan meningkatkan visibilitas dan daya tarik produk.
  • Kemitraan dengan Pihak Swasta dan Akademisi: Kemitraan dengan pihak swasta dapat membantu dalam investasi dan pengembangan teknologi, sementara kerjasama dengan akademisi dapat memberikan dukungan riset dan pengembangan produk.
  LBH Tanasuci Indonesia Morowali Tegaskan Komitmen Pendampingan Hukum untuk Rakyat

Dengan strategi yang tepat dan komitmen dari semua pihak, Parigi Moutong dapat mengatasi keterbatasan SDA dan mengembangkan produk unggulan yang berdaya saing, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memajukan daerah. (***)