Donggala, Teraskabar.id – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) pegiat anti korupsi di Kabupaten Donggala, Lembaga Pengawasan, Kebijakan Pemerintah dan Keadilan atau LPKPK menemukan proyek pembangunan tanggul pengaman pantai di Desa Sibayu, Kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala, diduga tidak sesuai spek.
Ketua LPKPK Donggala, Rahman mengatakan bahwa proyek yang dikerjakan oleh CV. Libra tersebut diduga asal-asalan karena tidak sesuai spek yang sudah ditentukan oleh dinas terkait.
Baca juga: Air Meluap di Tanggul PT IMIP, Desa Lingkar Tambang Banjir
“Idealnya pengerjaan sebuah proyek itu harus disesuaikan dengan spek. Jika terjadi tidak sesuai spek, tindakan ini jelas mengindikasikan pengerjaan asal-asalan yang berdampak pada kualitas pekerjaan,” tegas Rahman kepada teraskabar.id, Rabu (24/7/2024).

Menurut Rahman, pihak Dinas Cipta Karya Sumberdaya Air dan Mineral melalui koordinator pengawas, Yusrin, telah turun ke lokasi pekerjaan tanggul. Pekerjaan tanggul tersebut memang sempat dihentikan karena adanya laporan dari masyarakat terkait kualitas pekerjaan, yang diduga tidak sesuai dgn spesifikasi yang dipersyaratkan dalam gambar dan kontrak.
Baca juga: Rumah Warga Malino Dirusak Adik Kandung Kades Gegara Pembangunan BSPS
Yusrin telah menginstruksikan langsung di lapangan kepada pelaksananya untuk memperbaiki hal tersebut. Dan pelaksananya menyanggupinya, termasuk melakukan pembongkaran pada bagian pekerjaan yang tidak sesuai tersebut.
Rahman mengungkapan, ketika dilakukan monitoring langsung ke lapangan, ditemukan bahwa pekerjaan beton K.175 seharusnya tidak diisi dengan batu kali, tetapi pelaksananya mengisi campuran beton tersebut dengan batu kali, yang biasa digunakan pada pasangan pondasi.
Baca juga: Tinjau Proyek Pembangunan di Banggai, Wagub Sulteng: Masih Ada Bermasalah
“Mestinya pekerjaan tersebut harus sesuai dengan gambar dan spesisifikasi dalam kontrak. Apabila pelaksananya tetap tidak mengindahkan, apalagi diduga secara sengaja tetap melakukan kecurangan, maka kami akan melaporkan ke pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Donggala,” ujar Rahman. (teraskabar)







