Sabtu, 31 Oktober 2026
Home, News  

Pemkot Palu Fasilitasi 10 Pengusaha Difabel Kembangkan Usaha

Pemkot Palu Fasilitasi 10 Pengusaha Difabel Kembangkan Usaha
Pemkot Palu menggelar Pelatihan Wirausaha, berlangsung di Media Center Universitas Tadulako, Jumat (30/10/2026). Foto: Kominfo

Palu, Teraskabar.id – Pemerintah Kota Palu terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan kota yang inklusif dan ramah bagi penyandang disabilitas dengan memfasilitasi 10 pengusaha difabel kembangkan usaha melalui program bantuan kewirausahaan.

Program tersebut dilaksanakan Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), dan Tenaga Kerja Kota Palu. Program ini  menjadi bagian dari implementasi 53 program Pemerintah Kota Palu, khususnya dalam mewujudkan Kota Palu sebagai kota ramah difabel, sekaligus memastikan penyandang disabilitas memperoleh kesempatan yang setara dalam mengembangkan potensi dan kemandirian ekonomi.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Tenaga Kerja Kota Palu, Zulkifli, mengatakan bahwa penyandang disabilitas mendapatkan perlakuan dan kesempatan yang sama dengan peserta lainnya dalam program tersebut.

Menurut Kadis, pemerintah telah memberikan ruang khusus melalui penyediaan kuota bagi penyandang disabilitas, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Palu, serta masyarakat umum untuk mengikuti program pengembangan kewirausahaan.

“Difabel juga tidak kita bedakan. Sistemnya sama dengan teman-teman yang lain. Ini terkait program Pemerintah Kota Palu yang masuk dalam 53 program, yaitu Kota Palu ramah difabel,” kata Kadis usai menutup kegiatan Pelatihan Wirausaha di Media Center Universitas Tadulako, Jumat (30/10/2026).

Kadis menjelaskan, program bantuan modal bagi wirausaha muda tersebut telah memasuki tahap akhir setelah peserta mengikuti pelatihan intensif selama tiga hari.

Pengusaha Difabel Kembangkan Usaha Melalui Pelatihan

Selama pelatihan, peserta dibekali berbagai materi pengembangan usaha yang disampaikan oleh sejumlah narasumber, mulai dari pihak inkubator bisnis (Inbis), akademisi, pendamping halal, hingga Kejaksaan.

Kadis Zulkifli berharap, meskipun pelatihan berlangsung dalam waktu relatif singkat, pengetahuan yang diperoleh peserta dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kualitas pengelolaan dan mengembangkan usaha masing-masing.

  Mengenang Masa Sekolah, Gubernur Sulteng Kunjungi SMA 1 Poso

“Walaupun pelatihannya cukup singkat, hanya tiga hari, mudah-mudahan materi yang disampaikan bisa menjadi tambahan ilmu bagi mereka untuk diaplikasikan dalam kegiatan usaha,” ujar Kadis.

Lebih lanjut, Kadis mengungkapkan bahwa dari lebih 200 pendaftar, sebanyak 165 peserta dinyatakan lolos seleksi yang dilaksanakan bersama pihak inkubator bisnis dan dinas terkait.

Peserta yang dinyatakan lolos tersebut direncanakan memperoleh bantuan modal usaha sebesar Rp5 juta untuk setiap usaha guna mendukung pengembangan kegiatan kewirausahaan mereka.

Kadis menambahkan, program bantuan kewirausahaan tersebut merupakan pelaksanaan kedua kalinya.

Pemerintah Kota Palu berharap program serupa dapat terus berlanjut pada tahun mendatang, termasuk dengan membuka ruang bagi berbagai masukan dan aspirasi peserta terkait peningkatan kuota penerima bantuan.

Sementara itu, salah satu peserta penyandang disabilitas, Elisabriani (30), menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kota Palu, khususnya Dinas Koperasi, UMKM, dan Tenaga Kerja, atas perhatian dan kesempatan yang diberikan kepada pelaku usaha difabel.

Menurutnya, program tersebut menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah dalam membuka akses yang lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk berpartisipasi dan mengembangkan usaha secara mandiri.

“Kami berterima kasih banyak atas perhatian pemerintah, khususnya Dinas UMKM kepada kami penyandang disabilitas. Pemerintah sudah membuka peluang bagi kami sehingga kami juga bisa ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini,” ujar Elisabriani.

Ia mengaku baru pertama kali mengikuti program yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi, UMKM, dan Tenaga Kerja Kota Palu tersebut.

Elisabriani merupakan pelaku usaha kerajinan rajut dengan merek usaha Elisa Rajut. Ia berharap kesempatan mengikuti pelatihan dan program bantuan kewirausahaan ini dapat memberikan manfaat bagi pengembangan usahanya ke depan.

Keterlibatan penyandang disabilitas dalam program tersebut sekaligus menjadi langkah Pemerintah Kota Palu dalam mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif, sehingga setiap warga memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh, berkarya, dan mencapai kemandirian ekonomi. (red)

  Reses di Birobuli Selatan, Ketua DPRD Palu Ungkap Ada Kuota Bantuan bagi Ribuan UMKM