Minggu, 25 Januari 2026

Pemuda Asal Toili Banggai Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Mangga

Pemuda Asal Toili Banggai Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Mangga
Polsek Batui Polres Banggai sedang melakukan olah TKP peristiwa pemuda diduga mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di dahan pohon Mangga, Kamis (11/4/2024). Foto: Humas POlres Banggai

Banggai, Teraskabar.id – Seorang pemuda bernama Bambang (30),  warga Desa Rusakencana, Kecamatan Toili, Kabupaten Banggai, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di dahan pohon mangga, Kamis (11/4/2024) sekitar pukul 7.40 Wita.

Pemuda yang bekerja sebagai petani itu tewas diduga usai mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri pada sebuah pohon mangga belakang rumah pamannya di Dusun II Noge, Desa Nonong Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Baca jugaPenjual Sate di Morowali Ditemukan Tewas Tergantung di Dahan Pohon, Dilaporkan Pernah Mencoba Bakar Diri

Kapolsek Batui Polres Banggai AKP Sudirman, dikonfirmasi membenarkan peristiwa seorang pemuda ditemukan tewas tergantung di dahan pohon mangga di Dusun II Noge, dan peristiwa ini sempat menggegerkan warga setempat.

Persitiwa ini pertama kali diketahui ketika tente korban bernama Sarinawati (47), lantas laporannya diterima Babinsa Serda Sangkala, kemudian menurunkan personel Polsek Batui untuk segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).

“Petugas memeriksa dan meminta keterangan saksi-saksi di TKP dan bersama tenaga kesehatan dari PKM Batui Dewi Yulianti memeriksa jasad korban,” ujarnya.

Baca jugaReza, Bocah 8 Tahun yang Dilaporkan Hilang Ditemukan Selamat

Hasil pemeriksaan medis kata Kapolsek, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan dan terdapat ciri khas gantung diri pada jazad korban.

Kapolsek menambahkan, berdasarkan keterangan pihak keluarga, sebelumnya pada Selasa (9/4/2024), korban yang merupakan warga Toili mendatangi rumah pamannya di Batui dengan alasan untuk menenangkan diri dan menunjukkan gelagat lain seperti irit berbicara.

Atas kejadian tersebut, keluarga korban menerima dan menolak untuk dilakukan autopsi.

“Usai dilakukan pemeriksaan kemudian jenazah diserahkan pihak keluarga untuk dimakamkan di kampung halamannya di Toili,” tuturnya. (teraskabar)