Sigi, Teraskabar.id – Desa Binangga adalah sebuah desa yang berada di Kecamatan Marawola yang berlokasi tepat di pinggiran Kabupaten Sigi. Di Kabupaten Sigi memiliki banyak perkebunan kelapa, yaitu sebanyak 76.050 pohon kelapa dan luas perkebunan sebesar 1.049 hektare.
Banyaknya pelaku usaha makanan dan minuman membeli kelapa di Desa Binangga, tetapi masyarakat di Desa Binangga hanya menjual buah kelapa ke pelaku usaha dengan harga yang murah yaitu Rp 1.000 per-kelapanya.
Baca juga: HIMAKIM FMIPA UNTAD Ciptakan 5 Produk Inovasi Lewat Dunia Pengkaderan
Selain itu, masyarakat Desa Binangga belum banyak mengetahui cara pengolahan kelapa yang dapat bernilai jual dan ekonomis.
Program Social Project INNOVILLAGE 2023 yang diselenggarakan oleh Telkom University bekerja sama dengan PT. Telkom Indonesia dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Republik Indonesia yang bertujuan untuk menjadi wadah yang menginspirasi dan mendorong para mahasiswa dalam mengembangkan ide-de baru, solusi yang kreatif, dan produk atau layanan inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
Salah satu benefit yang paling berdampak ialah tercapainya SDGs (Sustainable Development Goals) yang terdapat 17 tujuan pembangunan berkelanjutan. Salah satu SDGs yang dapat mengatasi permasalahan di Desa Binangga yaitu tanpa kemiskinan (no proverty) dan kehidupan sehat dan sejahtera (good health and well-being).
Mengingat angka stunting di Kabupaten Sigi sebesar 36,8% merupakan data stunting tertinggi di Provinsi Sulawesi Tengah, dengan produk fruit leather ini akan dikombinasikan dengan daun kelor yang kaya akan protein berupa zat besi.
Sehingga masyarakat Desa Binangga dapat menghasilkan produk makanan yang dapat mencegah permasalahan stunting di Kabupaten Sigi, khususnya di desa Binangga.
Baca juga: Ratusan Pohon Tanaman Buah Ditanam di Desa Binangga Parimo
“Banyaknya pohon kelapa di Desa Binangga, diharapkan dapat dijadikan suatu produk inovasi yang dapat menyelesaikan stunting dan kemajuan ekonomi desa” ujar Kepala Desa Binangga, Ridwan.
Melalui sosialisasi social project INNOVILLAGE 2023 COMO-FL (Coconut Moringa Fruit Leather) di Balai Desa Binangga yang diadakan oleh mahasiswa Tim COMO-FL Universitas Tadukako, Asad Maulana sebagai ketua tim, Muhammad Rafiq Amiluddin dan Asri Wulandari sebagai anggota tim yang dibimbing oleh dosen Dr. Ir. Bambang Sardi, S.T., M.T.
Dalam sosialisasi ini dibantu oleh dosen fakultas kedokteran, seorang keperawatan komunitas yang peduli terhadap kesehatan anak dan remaja, A. Saifah, M.Kep., Sp.Kep.Kom yang dihadiri beberapa perangkat desa, ketua-ketua RT dan kader-kader desa.
“Program ini sangat bagus sekali diterapkan di Desa Binangga, karena biasanya kami hanya menjual kelapa dengan harga murah dan bisa jadi produk ini sangat membantu perekonomian masyarakat desa Binangga” ujar kader Lansia, Dra.Hanitja, K.
Program COMO-FL sangat diterima oleh masyarakat, dengan dukungan dari pemerintah desa yang siap dalam membantu mensukseskan implementasi social project INNOVILLAGE 2023 Tim COMO-FL UNTAD.
Baca juga: BRM FMIPA Untad Gelar FGD, Mendorong Mahasiswa Publikasikan Tugas Akhir
Selain itu, masyarakat Desa Binangga dapat memperluas jaringan pemasaran produk guna menciptakan desa ekonomi kreatif.
Dalam sosialisasi program ini bertujuan mewujudkan ekonomi kreatif bagi Masyarakat Desa Binangga, pemasaran produk hasil potensi lokal dengan pelatihan berbasis digital sociopreneurship. Dengan upaya pengaplikasian digital marketing yang fokus pada media sosial untuk peningkatan penjualan. Agar peningkatan kemanfaatan ekonomi tidak hanya dinikmati oleh Masyarakat desa Binangga, namun juga berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan lingkungan sosialnya. (***/teraskabar)






