Luwu Utara, Teraskabar.id – Banjir melanda wilayah Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan, Kamis (23/5/2025). Peristiwa ini terjadi setelah hujan deras mengguyur dan memicu luapan Sungai Baliase sekitar pukul 23.30 WITA hingga masuk ke pemukiman warga.
Sebanyak 812 jiwa atau 437 KK terdampak banjir berdasarkan laporan Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BNPB. Empat desa ikut terendam banjir yakni Desa Kapidi, Desa Cendana Putih 2, Desa Ujung Mattajeng dan Desa Tara Tallu di Kecamatan Mappedeceng. Hasil asesmen saat itu, terdapat 437 rumah tergenang air dengan ketinggian berkisar antara 30-100 sentimeter.
Lebih lanjut, banjir juga berdampak pada empat fasilitas pendidikan, delapan fasilitas ibadah, satu kantor desa, dan 200 hektar lahan pertanian warga.
Seiring meningkatnya intensitas curah hujan dan kerentanan Kabupaten Luwu Utara terhadap banjir serta longsor sebagaimana peristiwa banjir sekitar 7 bulan lalu tersebut, PT Vale Indonesia mendorong solusi terpadu mitigasi risiko banjir di Luwu Utara. Inisiatif tersebut sebagai penguatan ketahanan daerah dan menjadi kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditunda di tengah meningkatnya intensitas curah hujan.
PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), bagian dari grup MIND ID, mengambil langkah strategis bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Utara melalui hibah satu unit alat berat excavator, dokumen kajian teknis, bahan bakar operasional 10 ribu liter, serta aksi penanaman bibit pohon sebagai bagian dari rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS).
PT Vale berharap optimalisasi pemanfaatan oleh pemerintah daerah terhadap hibah alat berat excavator ini untuk kegiatan pengerukan sungai dan saluran air yang mengalami pendangkalan. Langkah ini bertujuan meningkatkan kapasitas aliran air, mengurangi risiko banjir terutama pada musim hujan, sekaligus mendukung pemeliharaan infrastruktur sumber daya air secara berkelanjutan.
Penguatan Ketahanan Daerah Melalui Penanaman Pohon DAS
Sebagai pelengkap solusi teknis tersebut, Pemkab Luwu Utara bersama PT Vale dan jajaran OPD terkait melakukan penanaman bibit pohon sebagai upaya strategis menghadapi dampak perubahan iklim yang memicu cuaca ekstrem. Melalui rehabilitasi DAS diharapkan mampu memperkuat daya dukung lingkungan, mengurangi laju limpasan air, serta menciptakan wilayah yang lebih tangguh terhadap bencana di masa depan.
Head of External Relation Regional & Growth PT Vale Indonesia, Endra Kusuma, menegaskan bahwa penyerahan hibah alat berat yang dirangkaikan dengan penanaman bibit pohon merupakan wujud komitmen jangka panjang perusahaan untuk tumbuh dan maju bersama pemerintah daerah dan masyarakat.
“Lebih dari sekadar bantuan fisik, hibah alat berat dan gerakan menanam pohon mencerminkan komitmen untuk memperkuat ketahanan daerah dalam upaya mitigasi bencana sekaligus membangun infrastruktur air yang berkualitas untuk masa depan yang lebih aman dan tangguh,” ungkap Endra usai menghadiri acara seremoni penyerahan hibah di Masamba.
Normalisasi sungai menjadi salah satu upaya krusial dalam mencegah risiko banjir yang berdampak langsung pada kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Dengan fungsi sungai yang kembali optimal, potensi luapan air dapat diminimalkan, sehingga masyarakat dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih aman dan tenang. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari strategi jangka panjang penguatan ketahanan daerah menghadapi risiko bencana maupun optimalisasi potensi pangan daerah. (red/teraskabar)







