Senin, 12 Januari 2026

Pengusaha Muda Morowali Sebut Anwar Hafid Gubernur Rakyat Miskin

Pengusaha Muda Morowali Sebut Anwar Hafid Gubernur Rakyat Miskin
Komisaris Utama PT Aditya Morowali Perkasa (AMP), Irsad Amir foto bersama Gubernur Sulteng Anwar Hafid. Foto: Dok

Morowali, Teraskabar.id– Anwar Hafid dan Reny A. Lamadjido resmi dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) oleh Presiden Prabowo Subianto, pada 20 Februari 2025. Pada akhir Mei 2025, kinerja keduanya sudah berjalan 100 hari.

Seperti diketahui, pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur yang dikenal dengan tagline BERANI ini, memiliki 9 program, yakni Berani Cerdas di sektor pendidikan, Berani Sehat pada sektor kesehatan, Berani Lancar, Berani Menyala, Berani Sejahtera, Berani Berkah, Berani Makmur, Berani Harmoni dan Berani Berintegritas.

Menurut Komisaris Utama PT Aditya Morowali Perkasa (AMP), Irsad Amir, sejauh ini 2 program telah berjalan, yakni BERANI Cerdas di bidang pendidikan dan BERANI Sehat di bidang kesehatan. Dua program yang sangat bersentuhan langsung dengan masyarakat miskin.

“Anwar Hafid adalah gubernur rakyat miskin. Program BERANI Cerdas dan BERANI Sehat sudah dijalankan dalam 100 hari kerja pemerintahannya. Ini membuktikan komitmen beliau dalam keberpihakannya kepada masyarakat miskin,” kata Irsad dalam wawancara via aplikasi WhatsApp bersama Teraskabar.id, Kamis (5/6/2025).

Petinggi Asosiasi Pengusaha Tenaga Kerja (Apjaker) Kabupaten Morowali ini juga menyebutkan, kedua program ini sangat penting karena merupakan hak dasar masyarakat yang harus dijamin oleh negara. Dan sekali lagi, kata Irsad, Anwar Hafid berhasil membuktikan komitmennya setelah sebelumnya semasa menjadi Bupati Morowali, kedua program tersebut telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Morowali.

“Anwar Hafid mengulang sejarah. Mari kita tengok ke belakang pada masa beliau menjadi bupati Morowali. Program pendidikan dan kesehatan gratis menjadi pengingat indah masyarakat Morowali tentang sosok Anwar Hafid yang memiliki komitmen tinggi dan keberpihakan kepada rakyat,” tegasnya.

Irsad berharap, bahwa selain dari program-program tersebut, pemerintah juga harus memperhatikan dan menjadikan keterlibatan pengusaha lokal di dalam dunia industrial yang ada di Sulawesi Tengah, jangan menjadi penonton di negeri sendiri.

  Masa Tanggap Darurat Bencana Banjir Bandang Parimo Diperpanjang 30 Hari

“Tentu adalah kebanggaan tersendiri memiliki Gubernur yang pro terhadap rakyat. Dan harapan besar saya, semoga pak Gubernur juga menaruh perhatian khusus kepada pengusaha lokal agar mendapatkan ruang berusaha lebih besar dalam sektor industrial yang ada di Sulawesi Tengah, khususnya kami yang ada di Kabupaten Morowali,” tutupnya. (Ghaff/Teraskabar)