Palu, Teraskabar.id – Penonaktifan sejumlah peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) menyusul penyesuaian kepesertaan BPJS Kesehatan yang mulai berlaku pada Februari 2026 memunculkan kegelisahan di tengah masyarakat.
Banyak warga khawatir kehilangan akses layanan medis, termasuk pasien dengan kebutuhan pengobatan rutin seperti cuci darah dampak penonaktifan sejumlah peserta PBI. Di beberapa tempat, rumah sakit bahkan menghadapi keraguan untuk melakukan tindakan karena belum adanya kepastian penjaminan biaya.
Namun di Sulawesi Tengah (Sulteng), situasinya berbeda. Gubernur Anwar Hafid menegaskan masyarakat tidak perlu takut atau panik. Pemerintah Provinsi, kata dia, telah lebih dulu menyiapkan perlindungan melalui program BERANI Sehat, jaminan pelayanan kesehatan gratis cukup dengan menunjukkan KTP.
Program ini memang disiapkan sebagai bentuk kehadiran pemerintah daerah ketika terjadi dinamika kebijakan di tingkat nasional. Hingga kini, BERANI Sehat telah membantu lebih dari 141 ribu warga merasakan layanan kesehatan tanpa dibebani persoalan biaya.
“Jadi kabar adanya pemutusan PBI dari BPJS Kesehatan tidak usah khawatir. Saya dan Ibu Wakil Gubernur menjamin masyarakat tetap bisa berobat gratis hanya dengan KTP,” ujar Anwar Hafid.
Penonaktifan Peserta PBI dari BPJS, Masyarakat Terdampak Tetap Peroleh Pelayanan
Bersama Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido, Gubernur Anwar Hafid memastikan seluruh masyarakat terdampak tetap memperoleh pelayanan, termasuk untuk penyakit yang sering kali tidak masuk dalam tanggungan BPJS. Baginya, kesehatan rakyat adalah prioritas yang tidak boleh berhenti hanya karena perubahan administrasi.
“Kami pastikan layanan cuci darah tetap kami berikan khusus untuk masyarakat Sulawesi Tengah. Jangan khawatir,” tegasnya.
Melalui Berani Sehat, Anwar Hafid ingin memastikan satu hal sederhana namun mendasar, warga yang sakit harus segera ditangani, bukan dipusingkan dengan biaya. Program ini menjadi bukti komitmen bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berdiri di sisi rakyat dan memastikan setiap orang tetap memiliki harapan untuk sembuh.
Penonaktifan Peserta PBI dari BPJS, BERANI Sehat Buktikan Komitmen
Program BERANI Sehat yang digagas Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid dan Reny Lamadjido, terus menunjukkan dampak positif bagi masyarakat. Hingga saat ini, sebanyak 141.282 warga Sulawesi Tengah telah merasakan kemudahan akses layanan kesehatan gratis melalui program tersebut.
Program unggulan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah ini menjadi bagian dari komitmen menghadirkan pelayanan publik yang inklusif, merata, dan berpihak kepada rakyat. Manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat di seluruh kabupaten dan kota.
Dikutip dari laman resmi Instagram Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, @sulteng.prov, seluruh daerah di wilayah Sulteng telah menerima dampak positif dari pelaksanaan Program BERANI Sehat.
Parigi Moutong Tertinggi Jumlah Penerima Manfaat BERANI Sehat
Wakil Gubernur Reny Lamadjido memaparkan, Kabupaten Parigi Moutong menjadi daerah dengan jumlah penerima manfaat terbanyak, yakni sebanyak 25.914 masyarakat. Disusul Kabupaten Sigi dengan 23.415 masyarakat.
Sementara itu, di Kota Palu, tercatat sebanyak 21.385 masyarakat telah merasakan manfaat kebijakan pro-rakyat yang dihadirkan oleh Anwar Hafid dan Reny Lamadjido.
“Di Kabupaten Banggai sudah ada 15.679, Kabupaten Buol 12.973, Kabupaten Donggala ada sebanyak 12.949 masyarakat kita yang sudah merasakan manfaat dari program BERANI Sehat,” ujar Reny Lamadjido dalam keterangannya, Rabu (11/02/2026).
Selain itu, manfaat program juga dirasakan di Kabupaten Morowali Utara oleh 483 masyarakat dan di Kabupaten Poso sebanyak 8.133 masyarakat.
Di wilayah lainnya, Kabupaten Toli-Toli mencatat sekitar 7.740 masyarakat yang memperoleh kemudahan pelayanan kesehatan. Kemudian, Kabupaten Banggai Kepulauan sebanyak 4.790 masyarakat.
Adapun Kabupaten Banggai Laut tercatat 2.532 masyarakat, Kabupaten Tojo Una-Una sebanyak 2.584 masyarakat, serta Kabupaten Morowali sebanyak 2.705 masyarakat yang telah merasakan manfaat Program BERANI Sehat.
Komitmen Perluas Jangkauan Program BERANI Sehat
Meski capaian tersebut tergolong signifikan, Reny Lamadjido menegaskan bahwa angka tersebut masih belum sepenuhnya memenuhi target ideal Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam mewujudkan pemerataan layanan kesehatan.
Pemerintah daerah bersama Gubernur Anwar Hafid terus berkomitmen untuk memperluas jangkauan program hingga ke wilayah terpencil, agar seluruh masyarakat dapat menikmati layanan kesehatan yang layak.
“Ikhtiar ini kami lakukan untuk meringankan beban masyarakat. Pelayanan dan infrastruktur kesehatan akan terus kami perkuat, agar warga hingga pelosok dapat memperoleh layanan kesehatan yang layak dan mudah dijangkau,” ujar Reny.
Melalui Program BERANI Sehat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan komitmennya dalam membangun sistem kesehatan yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. (red/teraskabar)






