Namun, sekitar pukul 15.15 WITA, korban dengan wajah shock mengaku ke Bambang, bahwa ia hampir diperkosa dan menceritakan kronologi kejadiannya.
Menurut keterangan korban, saat itu ia berjalan ke arah atas melewati BTN melalui jalan setapak yang sepi dan rimbun yang ditumbuhi semak belukar. Tiba-tiba dari arah atas jalan setapak tersebut muncul sepeda motor matic berboncengan 2 orang.
Baca juga: Kasus Omicron Belum Ada di Sulteng
Kemudian salah seorang tak dikenal tersebut, tiba-tiba turun dan mendekati korban yang sudah mulai panik dan berkata dalam bahasa Inggris agar jangan mengganggunya.
Selanjutnya oleh OTK tersebut terus mendesak hingga sekitar 15 meter dari tempat awal berpapasan dan mendorong korban ke semak-semak hingga jatuh terlentang.
“Pada saat telah terjatuh tersebut, kedua OTK tersebut melakukan percobaan pemerkosan dengan meraba ke seluruh area sensitif korban dan melorotkan celana korban,” beber Kapolresta Palu.
“Karena korban berteriak dan menurut keterangan korban bahwa OTK tersebut melihat pakaian dalam korban terdapat pembalut, maka kedua OTK tersebut melarikan diri ke arah atas bukit Kawatuna,” sambung Barliansyah.
Setelah kejadian tersebut, ia kemudian berlari ke arah BTN, dan kemudian korban melaporkan hal tersebut ke warga dan Bambang sekeluarga, tempat korban menginap.






