Jakarta, Teraskabar.id– Perpisahaan Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta dipadati warga. Kegiatan yang dilaksanakan di Balai Kota DKI Jakarta, Ahad (16/10/2022), seolah tak mampu menampung lautan manusia yang ingin menyaksikan langsung hari terakhir Anies Baswedan di Balai Kota.
Hal ini menandatakan Gubernur DKI Jakarta itu selama ini terbukti dicintai oleh masyarakat. Fenomena ini menjadi sinyal bagi partai politik peserta pemilu 2024 agar tidak ragu lagi mencalonkan Anies Baswedan menjadi calon presiden mendatang.
Baca juga: Industri Jasa Keuangan Sulteng Tumbuh Positif, Sinyal Perekonomian Daerah Mulai Pulih
Usai menghadiri acara seremonial di Balai Kota, Anies kemudian pulang ke rumahnya di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan dengan mengendarai sepeda motor Vespa warna silver.
Anies menilai tumpah ruahnya warga di kawasan Bundaran Hotel Indonesia sampai Balai Kota karena selama lima tahun Pemprov DKI bekerja dengan hati.
Ketua Nasional Relawan Kemenangan Anies (Rekan Anies) Dedi Satria berpendapat, tingginya animo warga menghadiri Hari Perpisahan Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta merupakan bentuk kecintaan mereka kepada pemimpinnya.
Kata Dedi, sambutan meriah itu merupakan bentik kesetiaan warga DKI yang akan tetap bersama Anies Baswedan di Pilpres 2024.
Baca juga: Dua Hari Berturut-turut, Serbuan Vaksin Lanal Palu ke Masyarakat Maritim di Donggala
Dedi mengatakan, kehadiran warga melepas Anies akan membawa energi semangat perubahan ke seluruh penjuru Indonesia.
Dedi melanjutkan, momentum 16 Oktober ini, sekaligus pembuktian bagi parpol yang masih ragu-ragu mendukung Anies.
“Barisan warga yang jumlahnya jutaan ini menjadi obat untuk menghilangkan keragu-raguan parpol yang akan mendukung Anies Baswedan,” kata Dedi dikutip dari Kantor Berita RMOLJakarta.
Baca juga: Sulteng dan DKI Jakarta Bangun Kerjasama Baru, Libatkan Perseroan Dua Daerah
Koordinator Front Juang 45 Benni mengapresiasi kehadiran warga yang datang secara sukarela karena rasa cintanya kepada Anies Baswedan.
Kehadiran warga pada hari perpisahan Anies Baswedan, sambung Benni, secara tidak langsung merupakan pesan agar Anies Baswedan meneruskan perjuangan mewujudkan keadilan sosial ke seluruh Indonesia.
“Momentum 16 Oktober ini benar-benar menjadi selebrasi warga DKI Jakarta kebanggaannya terhadap sosok Anies Baswedan,” demikian Benni.
Front Juang 45 yang terdiri dari 12 simpul relawan pendukung Anies Baswedan yang terdiri dari Sohib Indonesia, Rekan Indonesia, Gema Asa, Relasi, Sigap Indonesia, Jakarta Bahagia, Gemas, Sparta, Raja, Siap Indonesia, Abdi Rakyat, dan Sahabat Lansia. ***






