Palu, Teraskabar.id – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan realisasi pengadaan semen secara year on year (Y on Y) di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) tercatat di angka minus.
Dikutip dari Catatan Peristiwa Ekonomi Triwulan II tahun 2023 yang dirilis BPS Sulteng, mencantumkan pertumbuhan realisasi pengadaan semen di Sulteng terus melambat sejak Triwulan II tahun 2021 dan mencapai titik terendah di Triwulan I 2023.
“Di TW II tahun 2021, sempat terjadi lonjakan pertumbuhan realisasi pengadaan semen secara Y on Y sebesar 107,04 persen dibandingkan TW I tahun 2021 yang mencapai 28,65 persen atau terjadi lonjakan 78,39 persen,” kata Ketua Tim Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Provinsi Sulteng, Rukhaedi, S.Si, M.S.Edikutip dari rilis BPS Sulteng.
Baca juga: Syaifullah Djafar dan Lukky Semen Serahkan Dukungan Calon Anggota DPD RI
Di TW I 2021 ini, volume pengadaan semen sebesar 341,857 Ribu Ton sedangkan di TW II 2021 tercatat 371,038 Ribu Ton.
Memasuki TW III 2021, laju pertumbuhan realisasi pengadaan semen di Sulteng mulai melambat. Berdasarkan laporan BPS Sulteng mencantumkan pertumbuhannya sebesar 73,20 persen secara year on year dengan volume pengadaan semen sebesar 500,804 Ribu Ton. Dibandingkan TW II 2021 yang mencapai persentasi pertumbuhan sebesar 107,04 persen, maka di TW III terjadi penurunan 33,84 persen.
Baca juga: Produksi Nikel PT Vale pada TW II 2023 Capai 16.922 Metrik Ton
Perlambatan terus terjadi hingga di TW IV 2021. Tercatat angka realisasi pertumbuhan sebesar 39,58 persen dengan volume pengadaan semen 477,695 Ribu Ton.
Memasuki TW I 2022, laju pertumbuhan realisasi pengadaan semen di Sulteng mulai menunjukkan pertumbuhan positif, yaitu sebesar 64.92 persen dengan volume pengadaan semen mencapai 563,799 Ribu Ton.
Setelah itu pertumbuhannya terus melambat hingga tercatat di angka minus, tepatnya -0,25 persen di TW III 2022 dengan volume pengadaan semen mencapai 499,560 Ribu Ton. Lalu bergerak ke angka positif di TW IV 2022 sebesar 2,61 persen atau pengadaan semen mencapai 490,141 Ribu Ton.
Perlambatan realisasi pengadaan semen mencapai titik terdalam di TW I 2023 yang mencapai -19,45 dengan total pengadaan semen sebesar 454,156 Ribu Ton.
Walau di TW II 2023 sempat terjadi pertumbuhan positif secara year on year, tetapi posisinya masih di angka minus yakni sebesar -10,29 persen di mana total pengadaan semen hanya sebesar 419,596 Ribu Ton. (teraskabar)






