Parimo, Teraskabar.id – Polres Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah (Sulteng), telah menyelesaikan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) terkait insiden kejadian pasien meninggal dunia karena terjebak di dalam lift Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Anuntaloko Parigi beberapa waktu lalu.
“Proses olah TKP telah dilaksanakan personel Satreskrim,” kata Kapolres Parimo, AKBP Jovan Reagan Sumual, di Parigi, Selasa (27/2/2024).
Menurut Jovan, saat ini pihaknya sedang mengumpulkan keterangan dan informasi dari saksi-saksi yang mengetahui kejadian pasien hingga meninggal dunia di lift rumah sakit setempat.
Baca juga: Insiden Pasien Meninggal Terjebak Lift RSUD Anuntaloko Parimo Diselidiki Polisi
“Tunggu dulu perkembangan informasinya karena saat ini Satreskrim masih bekerja,” ujarnya.
Selanjutnya, Polres Parigi Moutong akan melakukan gelar perkara. Apabila ada dugaan kelalaian dari pihak RSUD Anuntaloko Parigi sehingga pemeriksaan akan ditingkatkan.
Untuk situasi terakhir katanya, personel Polres Parigi Moutong telah memeriksa kondisi dalam, maupun luar lift RSUD Anuntaloko Parigi.
Pihaknya juga akan membutuhkan ahli yang memahami konstruksi lift, untuk kepentingan pemeriksaan.
“Ini masih pengumpulan keterangan dan informasi, jadi kami masih bekerja,” ujarnya.
Baca juga: Mayat Mahasiswa Untad Ditemukan di Jurang Trans Kebun Kopi, Polisi Olah TKP
Sebelumnya diberitakan, seorang pasien bernama I Nyoman Yafet (77) asal Desa Tanalanto, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah (Sulteng), dilaporkan meninggal dunia setelah terjebak di dalam lift Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Anuntaloko Parigi, Kabupaten Parimo saat dipindahkan ke ruangan Intensive Car Unit (ICU).
Pasien lansia ini menjalani rawat inap di ruangan Bayur lantai 3 dan tiba tiba mengalami kondisi kritis karena sesak nafas, sehingga diinstruksikan segera dipindahkan ke ICU. Saat sedang menuju ruangan ICU didampingi perawat, lift rumah sakit mendadak macet sehingga pasien terjebak dalam lift.
Baca juga: Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Tersangkut di Batu Karang Pantai Toribulu Parimo
“Pasiennya dirawat di lantai 3, tiba-tiba sesak nafas dan diinstruksikan dipindah ke ruang ICU, pasien bersama oksigen ketika masuk ke ICU tiba tiba lift-nya macet,” kata Wakil Direktur RSUD Anuntaloko Parigi, Astar.
Menurut Astar, pasien didampingi perawat dengan bantuan alat pernapasan oksigen sambil menunggu teknisi datang untuk memperbaiki lift yang macet tersebut. Situasi tersebut sempat mengundang perhatian pengunjung maupun petugas rumah sakit setempat. Sehingga, mereka beramai-ramai berupaya agar pasien dan perawat dapat dikeluarkan dari dalam lift. (teraskabar)







