Selasa, 13 Januari 2026
Daerah  

Polres Morowali Kirim Bantuan Logistik Korban Banjir Bandang Torue Parimo

Morowali, Teraskabar.id- Kapolres Morowali AKBP Suprianto melepas bantuan logistik untuk korban banjir bandang di Desa Torue, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah (Sulteng) yang diangkut menggunakan satu unit truk box, Rabu (3/8/2022).

Pelepasan bantuan logistik di depan Mako Polres Morowali disaksikan seluruh pejabat utama Polres.

Polres Morowali kirim bantuan logistik  sebagai wujud kepedulian seluruh personel  atas musibah yang terjadi di Kabupaten Parimo.

Baca jugaMasih Ada 3 Sisa DPO Teroris, Operasi Madago Raya Diperpanjang

“Bantuan logistik korban bencana banjir bandang dikumpulkan dari sumbangan sukarela seluruh personel Polres Morowali,” kata Kapolres Morowali.

Menurutnya, seluruh personel Polres Morowali tergerak untuk meringankan beban warga yang tertimpa musibah. Mereka sisihkan sedikit rezekinya sehingga dapat terkumpul untuk kemudian Polres Morowali kirim bantuan logistik kepada korban banjir bandang Torue.

Baca juga :Sulteng dan DKI Jakarta Bangun Kerjasama Baru, Libatkan Perseroan Dua Daerah

Suprianto juga mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada seluruh anggotanya sehingga bantuan logistik dapat terkumpul dan dikirim ke Kecamatan Torue Kabupaten Parimo.

“Semoga bantuan logistik yang kami kirimkan dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang menjadi korban bencana banjir bandang,” kata Suprianto.

Sementara itu, berdasarkan laporan BPBD Parimo, data sementara yang masuk se Kecamatan Torue adalah, untuk Desa Torue, jumlah warga yang terdampak banjir sebanyak 472 kepala keluarga (KK). Desa Tolai bersaudara, Tolai Barat, dan Tolai Timur sebanyak 125 kepala keluarga.
Kemudian, untuk data rumah rusak berat sebanyak 30 unit, rumah hilang delapan unit di wilayah Torue, Desa Tolai bersaudara, rusak berat 11 unit, rusak sedang empat unit, dan rusak ringan dua unit. (teraskabar)

  Bertajuk Memetri: Pameran Unik Gabungkan Seni, Budaya, dan Kearifan Lokal untuk Menjawab Ancaman Krisis Iklim