Selasa, 13 Januari 2026

Ponpes Al-Amin NW Sukses Gelar Hiziban dan Reuni Akbar, Aminuddin Awaludin: Momentum Kebangkitan!

Ponpes Al-Amin NW Sukses Gelar Hiziban dan Reuni Akbar, Aminuddin Awaludin: Momentum Kebangkitan!
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Morowali, Aminuddin Awaludin saat memberikan sambutan dalam Hiziban dan Reuni Alumni Ponpes Al Amin NW, Ahad (24/8/2025). Foto: Pan

Morowali, Teraskabar.id – Suasana khidmat menyelimuti Pondok Pesantren Al-Amin Nahdlatul Wathan (NW), Desa Solonsa, Kecamatan Witaponda, Kabupaten Morowali, pada Ahad, 24 Agustus 2025. Jamaah, alumni, dan tokoh masyarakat berkumpul dalam kegiatan Hiziban sekaligus Reuni Akbar Alumni. Acara ini menjadi ajang silaturahmi dan refleksi, sekaligus momentum kebangkitan bagi pesantren yang telah melahirkan banyak generasi penerus bangsa.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Abdul Malik Hafid, SH., M.Si., yang mewakili Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf. Hadir pula Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Morowali, Aminuddin Awaludin, Camat Witaponda Nasron, S.Sos., Kepala Desa Solonsa Sadam, serta pendiri, pembina, dan pengelola yayasan pesantren.

Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Alquran dan Hiziban NW, kemudian dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars NW, laporan panitia, serta sambutan dari sejumlah tokoh.

Dalam sambutannya, Ketua Komisi II DPRD Morowali, Aminuddin Awaludin, menyampaikan pidato yang sarat makna. Dengan penuh penghormatan ia terlebih dahulu menyampaikan salam takzim kepada Ibunda Hj. Masnah, istri almarhum pendiri sekaligus pimpinan Pesantren Al-Amin NW, yang masih sehat hingga kini.

“Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT. Dengan rahmat dan karunia-Nya, kita semua dapat berkumpul di tempat ini dalam keadaan sehat wal afiat. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat, dan para pengikutnya hingga akhir zaman,” ujar Aminuddin membuka kata sambutannya.

Ia mengaku merasa terhormat sekaligus mendapatkan tanggungjawab moral ketika berdiri di hadapan para alumni, pengasuh, dan masyarakat. Menurutnya, kehormatan itu hadir karena undangan ini menandakan bahwa pesantren masih mendapat tempat di hati masyarakat dan pemerintah daerah. Namun rasa tanggung jawab juga menyertainya, sebab ia menyadari bahwa belum banyak yang bisa ia lakukan secara maksimal untuk kemajuan pesantren.

  Lahir dari Keluarga Miskin, Anwar Hafid Kini Menapaki Karir Menuju Gubernur Sulteng

Kata sambutan Aminuddin semakin mengena ketika ia mengaitkan peringatan Hari Kemerdekaan ke-80 dengan makna kebangkitan pesantren. Menurutnya, Nahdlatul Wathan secara harfiah berarti “Kebangkitan Umat dan Kebangkitan Bangsa”, sebuah pesan yang relevan untuk direnungkan.

“Inilah saatnya kita bangkit dari keterpurukan. Bangkit dari keterabaian agar semakin diperhatikan oleh pemerintah. Bangkit dari ancaman narkoba yang merusak generasi muda. Bangkit untuk membangun pendidikan, terutama pendidikan keagamaan, agar menjadi benteng moral bagi kemajuan daerah,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa pesantren memiliki peran strategis sebagai benteng moral dan pilar pendidikan. Karena itu, menurutnya, perhatian pemerintah terhadap dunia pesantren tidak boleh setengah hati.

Aminuddin menyinggung visi dan misi Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf yang menekankan peningkatan sumber daya manusia, khususnya di bidang keagamaan. Menurutnya, hal itu menjadi angin segar, tetapi implementasinya tetap harus dikawal agar benar-benar memberi manfaat nyata.

“Kabupaten Morowali dikenal sebagai daerah maju, namun harus kita akui, pembangunan sumber daya keagamaan masih membutuhkan perhatian besar. Pondok Pesantren Al-Amin hadir sebagai salah satu pilar penting untuk mengimbangi kemajuan tersebut,” jelasnya.

Ia mengungkapkan sempat berdiskusi dengan Kabag Kesra mengenai proposal bantuan yang sudah diajukan oleh pihak pesantren. “Tentu kita berharap DPRD nantinya dapat memberikan persetujuan agar dukungan nyata dapat segera diwujudkan. Karena ketika kita bicara kepentingan umat, sesungguhnya kita sedang bicara tentang kepentingan bersama. Insyaallah, jika niat kita tulus, Allah akan memudahkan jalan kebaikan ini,” tambahnya.

Di penghujung kata sambutannya, Aminuddin menyampaikan pesan inspiratif mengenai peran generasi muda. Menurutnya, keterbatasan tidak boleh menjadi alasan untuk menyerah. Justru dari kesederhanaan, seringkali lahir generasi terbaik bangsa.

“Dari gubuk reot di pelosok desa pun bisa muncul kader-kader bangsa yang kelak membawa kejayaan umat dan negara. Maka marilah kita bersama-sama menafkahkan diri kita, tenaga kita, dan harta kita untuk kebaikan. Mari kita berlomba-lomba dalam fastabiqul khairat, membangun dan menjaga pondok pesantren ini sebagai cahaya peradaban,” tuturnya penuh semangat.

  Pajak 10% kepada Warung Makan, Hadianto: Salah Kaprah Pemahaman Pelaku Usaha

Rangkaian kegiatan mencapai puncaknya dengan peletakan batu pertama pembangunan asrama santri Pondok Pesantren Al-Amin NW. Prosesi dilakukan secara simbolis oleh Abdul Malik Hafid, SH., M.Si., mewakili Bupati Morowali. Pembangunan asrama ini diharapkan dapat menambah daya tampung santri sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan berbasis pesantren di wilayah tersebut.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Pondok Pesantren Al-Amin NW diharapkan kembali meneguhkan perannya sebagai pusat pembinaan moral, spiritual, dan intelektual generasi muda. Pesantren diharapkan tidak hanya menjadi tempat belajar agama, tetapi juga mercusuar peradaban yang menginspirasi masyarakat luas. (Ghaff/Teraskabar)