Morowali, Teraskabar.id– Pelantikan Ir. H. A. Rahmansyah Ismail, M.Agr, MP., sebagai penjabat Bupati Morowali pada Selasa (26/9/2024) di ruang Polibu kantor gubernur Sulawesi Tengah, menjadi momentum dalam mengabdikan dirinya pada kampung halaman.
Semangat pengabdian dalam menjalankan tugas tersebut mengantarkannya pada sejumlah torehan prestasi. Hanya dalam hitungan bulan setelah dilantik oleh Gubernur Sulteng Rusdy Mastura melalui SK Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, Pj Bupati Morowali Rachmansyah sudah mampu menurunkan angka kemiskinan ekstrim jadi nol persen. Sehingga Pemerintah Daerah Kabupaten Morowali diganjar penghargaan dan insentif daerah oleh pemerintah pusat saat itu.
Kemudian pemindahan gardu listrik dari Kolonedale Morowali Utara ke Morowali induk untuk wilayah Kecamatan Witaponda dan Bumi Raya juga telah sukses dilaksanakan. Bahkan, ada bantuan genset dari Pemda Morowali ke PLN. Kalaupun belum maksimal pelayanan PLN terhadap Witaponda dan Bumi Raya, maka hal itu adalah tanggungjawab PLN karena Pemerintah Kabupaten Morowali sudah memberikan yang terbaik yakni, permintaan pemindahan jaringan listrik dari Morowali Utara ke Morowali serta bantuan mesin diesel dari pemda ke PLN.
Baca juga: Begini Cara Gubernur Sulteng Tangani Kemiskinan Ekstrim
Kepala Dinas Sosial Morowali, Arifin Lakane kepada media ini mengatakan, terkait tingkat kemiskinan ektrem, kurun waktu 2 bulan ini tak ada lagi masyarakat miskin ekstrem atau sudah nol persen per November 2023.
Kalaupun masih ada yang berpendapatan rendah, ia tak menampik kondisi tersebut. “Tapi warga yang tergolong miskin ekstrim sudah tidak ada lagi di Morowali alias nol persen,” kata Arifin.
Adapun masyarakat berpendapatan rendah katanya, Pemerintah Daerah Kabupaten Morowali telah menganggarkannya dalam bentuk pemberian bantuan langsung tunai (BLT) sebesar Rp1 juta perbulan dan berlaku selama 4 bulan. Artinya, ada kucuran bantuan Rp4 juta untuk setiap kepala keluarga (KK) selama 4 bulan, kurun waktu Januari hingga April 2024.
“Dalam penyaluran BLT ini, Pemda Kabupaten Morowali bekerja sama dengan Bank Sulteng,” ujarnya.
Ia mengatakan, BLT tahun 2024 ini menyasar seluruh masyarakat berpenghasilan rendah di Kabupaten Morowali.
“Semua dapat, tidak ada yang terlewatkan. Dan untuk penyalurannya kerjasama dengan Bank Sulteng melalui rekening bank,” kata Arifin Lakane.
Prestasi Rachmansyah Diganjar Bantuan Rp11,6 Miliar
Peran Pj Bupati Morowali Rachmansyah Ismail bersama stakeholder bahu membahu menekan hingga menghapus tingkat kemiskinan ekstrim pada 2023, berbuah penghargaan dan insentif Rp11,6 Miliar oleh Kementeri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia Dan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendy.
Penghargaan dan dana apresiasi penghapusan kemiskinan ekstrim tersebut diterima langsung Pj Bupati Morowali, Rachmansyah Ismail di istana wakil presiden, Jumat (10/11/2023).
Persoalan gaji guru kontrak di Kabupaten Morowali yang nilainya mencapai Rp12,205 Miliar dan telah menunggak selama 5 bulan, mampu dituntaskan Pj. Bupati Rachmansyah saat awal menjabat.
Baca juga: BMKG Sebut Sulteng Diguyur Hujan, Empat Daerah Hadapi Cuaca Ekstrim
Kemudian beberapa program pembangunan telah terlaksana dengan baik, mulai dari pembangunan infrastruktur, sarana dan prasarana umum, termasuk pemberian insentif petugas rumah ibadah, kenaikan gaji, serta penambahan daya listrik dan penambahan lampu jalan di setiap desa.
Belum lagi sejumlah anggaran program yang sempat tersendat sebelumnya, telah terakomodir sesuai mekanisme kebutuhan masing-masing dan langsung dieksekusi di tempat alias eksekusi permasalahan di TKP.
“Kami cukup puas terhadap kinerja Pj. Bupati Rachmansyah Ismail, beliau sangat sigap dan realistis dalam bekerja, sudah banyak buktinya,” kata Hj. Umi Umariah yang mengaku warga Bahodopi itu.
Prestasi Rachmansyah Didukung Tim Kerja yang Solid
Tim kerja yang dipimpin Pj. Bupati Morowali Rachmansyah Ismail merupakan satu kesatuan yang sinergi, solid, tanggap, serta peduli terhadap kebutuhan mendesak baik lingkup pemerintahan maupun di kalangan masyarakat.
Penilaian tersebut diungkapkan warga saat Pj Bupati Rachmansyah didampingi seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) ketika berkunjung ke beberapa kecamatan dan desa se-Kabupaten Morowali.
Intan Sangiang, warga Menui dan salah seorang pengurus salah satu lembaga yang hadir pada sosialisasi yang dipimpin Pj Bupati Rachmansyah di kantor Balai Desa Bahodopi.
Baginya, keberhasilan dari sekian banyak program pemerintah yang dilaksanakan selama 5 bulan periode Pj bupati bertugas, menunjukkan trend sangat positif dan mendapat apresiasi dari masyarakat. Bahkan menurutnya, ada beberapa warga yang sujud syukur, terharu hingga meneteskan air mata bahagia.
Baca juga: Masyarakat Morowali Sambut Meriah Kedatangan Piala Adipura, Ini Pesan Pj Bupati Rachmansyah
Hal tersebut dapat dilihat langsung dari laku kagum oleh dua orang ibu. Pendeta dan pengurus jemaat asal Desa Lalampu Dampala, Natasya dan Meliyana yang mengungkap rasa bahagianya di hadapan warga yang hadir pada sosialisasi pengelolaan petugas rumah ibadah di Gedung Balai Desa Bahodopi dan disaksikan langsung oleh rombongan tim kerja bupati.
“Alangkah bersyukurnya kami, selaku sesama hamba Tuhan dapat bertatap muka langsung dengan pemimpin yang selama ini kami idolakan, selain memberikan bantuan untuk memenuhi harapan para petugas rumah ibadah, kami kagum dengan sikap pribadi luhur Pj Bupati bapak Rachmansyah Ismail, di mana tidak pernah memilih warga yang akan dibantu yang membuat kami gemes dan bangga terhadap pak Pj bupati. Terlebih setiap masalah yang warga sampaikan langsung dieksekusi di tempat, olehnya kami berharap agar pak Rachmansyah Ismail dapat terus memimpin Kabupaten Morowali ke depan,” harapnya.
Hal senada disampaikan Hasana, tenaga pengajar TK Paud mewakili rekan-rekan seprofesinya. Pada kegiatan yang dihadiri Pj. Bupati Rachmansyah Ismail di aula Gedung BPD Kolono Kecamatan Bungku Timur, Hasanah yang merupakan warga Desa Une Pute ini mengungkapkan, selama 4 tahun mengabdi sebagai guru di salah satu TK, dirinya beserta tiga rekan kerjanya tidak mendapatkan upah kerja dari pemerintah desa. Padahal, alokasi honor pengajar masuk dalam aturan anggaran dana desa (ADD) setiap tahunnya.
Mendengarkan hal tersebut, Pj. Bupati Rahmansyah Ismail langsung mersponnya. “Mulai hari ini, masalah yang disampaikan Hasanah dituntaskan. Honor atau gaji yang diinginkan segera dibayarkan,” kata Pj. Bupati Rachmansyah sembari mengumumkan kebijakannya tersebut untuk segera ditindaklanjuti.
Bagi seluruh masyarakat maupun pemerintah desa yang berkebutuhan dengan catatan harus sesuai prosedur administrasi dan didukung dokumen persyaratan yang lengkap, bisa segera diserahkan ke Bagian Kesra agar diselesaikan. Sontak pernyataan Pj bupati Rachmansyah Ismail itu mendapat applaus dan sujud syukur dari warga.
“Mengeksekusi sekaligus menuntaskan di tempat setiap permasalahan yang disampaikan Pemdes ataupun warga, ternyata bukan hanya di Kecamatan Bahodopi, Bungku timur, namun mulai dari Kecamatan Witaponda sampai ke Bungku Pesisir, saya mengikuti perjalanan dan perkembangan hasil sosialisasi tersebut,” ungkap salah seorang warga dalam pertemuan itu.
Prestasi Rachmansyah Berkelindan dengan Fakta Lapangan
Bila Pj Bupati Rahmansyah mendapat pujian ataupun bentuk support lainnya terkait kinerja yang dilakukannya selama memimpin Kabupaten Morowali, merupakan fakta lapangan yang tak terbantahkan.
Komitmen Rachmansyah yang disampaikan pada setiap pertemuan dengan setiap elemen masyarakat, ia datang di setiap kegiatan lalu bertatap muka langsung dengan warga, bukan membawa omong kosong belaka atau janji-janji saja, namun bukti menyelesaikan masalah tanpa masalah. Hal itu dikatakan H Silahuddin Karim alias H Aco.
Baca juga: Hari Ini Pj Bupati Morowali Terima Anugerah Adipura 2023 dari KLHK
“Pernyataan saya merupakan bukti sejarah yang berdasar fakta yang dilaksanakan Pemkab Morowali di bawah kepemimpinan bapak H. A. Rachmansyah Ismail. Nah, pemimpin seperti inilah yang harusnya memimpin Kabupaten Morowali hari ini dan ke depan. Kita ketahui bersama bahwa keberadaan Kabupaten Morowali saat ini kompleks dengan berbagai persoalan, nah yang mampu mengatasi dan menuntaskannya menurut pribadi saya adalah bapak Rahmansyah. Bukti pernyataan saya bisa dilihat dari kondisi masyarakat saat ini yang memberikan support kepada Pj bupati bapak Rachmansyah,” ujarnya.
Prestasi Rachmansyah Menambah Anggaran Rp1 Miliar Setiap Desa
Di tempat terpisah, Warham selaku kepala Desa Kolono mewakili sejumlah kepala desa se- Kecamatan Bungku Timur, menyatakan sikap respon, tanggap serta peduli Pj. Bupati Rachmansyah terhadap bentuk usulan masyarakat maupun pemerintah desa, sangat tepat sasaran dan terakomodir sesuai kebutuhan. Apalagi ketika Pj Bupati Rachmansyah melakukan semua bentuk kegiatan program melibatkan seluruh unsur instansi terkait.
“Jadi tidak ada yang terabaikan semua keluhan dan usulan yang disampaikan seperti yang dibutuhkan pemerintah desa dan warga Kolono, semua langsung ditanggapi dan dieksekusi di tempat. Bukan hanya permintaan Desa Kolono yang dipenuhi, namun semua desa mendapat tambahan anggaran Rp1 miliar per Desa, tentu saja selaku pemerintah Desa Kolono mewakili seluruh kepala desa lainnya yang berada di Kabupaten Morowali sangat merespon dan mendukung penuh yang telah dilakukan Pj Bupati bapak Rachamansyah Ismail,” ujar Kades Kolono, Warman.
Baca juga: Perindo Apresiasi Palu Raih Adipura; Bersih Kotanya, Mesti Sejahtera Warganya
Olehnya, ia bersama rekan-rekannya sesama kepala desa, berharap semoga apa yang telah dibuktikan Pj Bupati Rachamansyah Ismail menjadi acuan atau referensi oleh semua kalangan, untuk tetap memberikan kepercayaan kepada pemerintah kabupaten khususnya Pj. Bupati Morowali dalam melaksanakan program pemerintah, saat ini dan ke depan, melesat bersama untuk masyarakat Morowali yang hebat dan berkembang.
Prestasi Rachmansyah Mengantarkan Morowali Meraih Adipura
Pada awal Maret 2024, Kabupaten Morowali di bawah kepemimpinan Ir. H. A. Rachmansyah Ismail, M.Agr, MP., diganjar penghargaan piala Adipura.
“Berkat kerja keras seluruh pihak dan elemen masyarakat, sehingga Kabupaten Morowali mendapatkan Piala Adipura dari Presiden RI melalui Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan RI,” kata Pj Bupati Morowali Rachmansyah Ismail.
Pada Hari Rabu (6/3/2024), Piala Adipura tiba di Kabupaten Morowali yang dibawa langsung oleh Pj Bupati Rachmansyah Ismail didampingi seluruh kepala OPD, serta petugas kebersihan. Rombongan disambut meriah oleh masyarakat Morowali mulai dari bandara hingga ke ibukota Morowali di Bungku.
Sesampainya di Tugu Bundara Kota Bungku (KTM) Desa Bahomohoni, Piala Adipura disambut dengan tarian adat Bungku. Selanjutnya, Piala Adipura diarak menuju halaman kantor Bupati Morowali.
Baca juga: Wakil Sulteng Mengukir Prestasi di Pekan Inovasi Desa/Kelurahan Tingkat Nasional 2023
Pj Bupati Morowali Rachmansyah Ismail mengatakan, bahwa kriteria dari penilaian Adipura di tahun 2023, Kabupaten Morowali menjadi salah satu penerima Anugerah piala Adipura dari Presiden Republik Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI di Jakarta.
“Penganugerahan ini merupakan yang pertama kali diperoleh Kabupaten Morowali di bidang lingkungan hidup sebagai keberhasilan dalam upaya mewujudkan pengelolaan lingkungan hidup dalam wilayah perkotaan khususnya kota Bungku yang kita cintai ini,” ujarnya.
Dijelaskan Rachmansyah, anugerah Piala Adipura yang diterima Kabupaten Morowali memiliki proses yang tidak mudah. Perlu diketahui katanya, bahwa ada kerja keras dan kolaborasi yang baik dari seluruh elemen, mulai dari OPD, masyarakat, pelaku usaha, dan khususnya petugas kebersihan yang dibawahi Dinas Lingkungan Hidup, merupakan motor penggerak dalam mewujudkan kota Bungku yang bersih dan indah.
“Kita ketahui bersama kurang lebih empat bulan kita berupaya untuk dapat memenuhi kriteria penilaian yang telah diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup sebagai persyaratan memperoleh penganugerahan Piala Adipura ini, yang dimulai dari pembenahan dan pembersihan 15 titik pantau terdiri dari pemukiman, jalan, pasar, perkantoran, pertokoan, sekolah, terminal, rumah sakit, perairan terbuka, bak sampah, hutan kota, taman kota, dan TPA. Semuanya itu merupakan titik-titik yang menjadi konsentrasi penuh dalam melakukan pembersihan dan penataan lingkungan untuk dapat memenuhi target penilaian,” kata Rachmansyah kala memberikan sambutan saat penyambutan Piala Adipura di Morowali. (***/teraskabar)







