Sabtu, 24 Januari 2026
Ekbis, Home  

PT DSI Bangun PLTS Atap di Kawasan IMIP, Kembangkan Energi Terbarukan

PT DSI Bangun PLTS Atap di Kawasan IMIP, Kembangkan Energi Terbarukan
PT Dexin Steel Indonesia (DSI) mengoperasikan instalasi PLTS Atap di Kawasan Industri IMIP, Morowali, Sulawesi Tengah, sebagai upaya menerapkan transisi energi ramah lingkungan. Foto: PT Dexin Steel Indonesia/Media Relations PT IMIP

Morowali, Teraskabar.id — PT Dexin Steel Indonesia (DSI) bangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) dalam memerluas pemanfaatan energi terbarukan sebagai sumber yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Selain itu, upaya PT IMIP sebagai pengelola kawasan industri mineral terintegrasi dan berfasilitas lengkap dari hulu ke hilir melalui tenant-tenant yang ada dengan mendorong penerapan transisi energi melalui penerapan prinsip keberlanjutan, mengutamakan efisiensi sumber daya dan meminimalisir dampak dari setiap proses produksi. Sebab diyakini, langkah tersebut menjadi penopang keberlanjutan industri.

Pengembangan PLTS Atap tak lepas dari meningkatnya kebutuhan energi yang terus berkembang. Di sisi lain, inisiatif ini menjadi respon terhadap arah kebijakan pemerintah dalam memacu pemanfaatan energi terbarukan dan pengurangan emisi karbon. Melalui penggunaan energi surya, PT DSI berupaya menyesuaikan operasional industrinya dengan tuntutan efisiensi dan keberlanjutan, tanpa mengorbankan produktivitas.

PLTS yang dibangun PT DSI mengusung konsep tenaga surya terdistribusi berbasis atap. Panel surya dipasang di atas bangunan industri yang sudah ada, sehingga tidak memerlukan pembukaan lahan baru.

“Dengan memanfaatkan atap fasilitas industri, kami bisa mengoptimalkan ruang yang tersedia sekaligus meminimalkan dampak lingkungan,” kata Cui Bao Yong, Perwakilan Manajemen PT DSI, Sabtu (24/01/2026).

PT DSI Bangun PLTS Atap Langkah Efisiensi Ruang

Ia mengungkapkan, pendekatan berbasis atap dipilih sebagai langkah efisiensi ruang, mempercepat proses pembangunan, sekaligus mengurangi kehilangan energi yang biasanya terjadi pada transmisi jarak jauh. Proses pengembangan PLTS Atap ini berlangsung melalui pelaporan dari PT DSI kepada manajemen PT IMIP selaku pengelola kawasan industri pengolahan. Setelah disetujui, PT IMIP memberikan dukungan terutama dari bagian kelistrikan yang dikoordinir pihak Land Planning and Infrastructure Department.

  KPU Morowali Bangun Sinergitas Bersama Perusahaan Tambang di Morowali, Sukses Pemilu dan Pemilihan 2024

Pengerjaan proyek “ruang emas” PLTS Atap dilaksanakan Longyuan Weide selaku perusahaan rekanan PT DSI di Tiongkok yang bergerak membangun proyek energi terbarukan. Mulai dari pekerjaan konstruksi dasar (sipil), commissioning, hingga operasi komersial.

Secara teknis, PLTS Atap PT DSI memiliki kapasitas terpasang mencapai 65,89 MWp. Sebanyak 119.800 panel surya silikon monokristalin berdaya efisiensi tinggi dipasang pada area atap seluas sekitar 396.700 meter persegi. Sistem ini juga dilengkapi penyimpanan energi sebesar 22 MW/22 MWh untuk menjaga kestabilan pasokan listrik dan mengatur frekuensi. Cui Bao Yong mencatat, progres perluasan pembangkit surya berkapasitas 18 MW untuk pabrik bahan baku sejauh ini telah mencapai 80 persen, sedangkan panel 47,89 MW sedang dalam perencanaan. Sementara tahap penghubungan ke jaringan listrik masih dalam proses negosiasi.

Efisiensi dan Kurangi Emisi, Strategi Keberlanjutan Industri

Dalam proses integrasi PLTS dengan jaringan listrik yang sudah ada, IMIP melalui Departemen Land Planning and Infrastructure memberikan dukungan teknis, mencakup pengaturan stabilitas frekuensi dan rekomendasi penggunaan sistem penyimpanan energi.

Dengan skema ini, PLTS berfungsi sebagai sumber energi tambahan yang secara bertahap membantu mengurangi ketergantungan pada pembangkit listrik berbasis batu bara. Listrik yang dihasilkan PLTS ini terutama digunakan untuk kebutuhan operasional pabrik dan perkantoran PT DSI.

Skema pemakaian mandiri dengan penyaluran surplus memungkinkan pemanfaatan energi surya berjalan lebih optimal sekaligus membantu menstabilkan sistem kelistrikan di kawasan IMIP.

“Apabila terjadi kelebihan produksi, energi tersebut dapat disalurkan ke jaringan listrik kawasan industri,” tutur Cui Bao Yong. Dari sisi lingkungan, manfaat PLTS dinilai cukup signifikan. Pengoperasian PLTS PT DSI berpotensi menurunkan emisi karbon dioksida hingga lebih dari 81 ribu ton per tahun. Untuk proyek 18 MW saja, diperkirakan mampu menekan emisi karbon berkisar antara 14.250–17.500 ton tiap tahun.

  Yopi Sabara Desak Aparat Percepat Penanganan Kasus Pengeroyokan di Kawasan PT IMIP

Selain itu, pemanfaatan energi surya ini diperkirakan mampu menekan konsumsi hingga puluhan ribu ton batu bara setiap tahun, juga mengurangi emisi nitrogen oksida dan sulfur dioksida. Tak hanya itu, dibandingkan pembangkit listrik batu bara, PLTS dapat menghemat biaya bahan bakar sekitar Rp5,18 juta–6,48 juta per tahun.

Pengembangan PLTS Atap sejalan dengan strategi energi PT DSI yang menitikberatkan pada peningkatan efisiensi, pengendalian biaya energi, dan penurunan emisi karbon. Inisiatif ini mendukung peningkatan kinerja lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) perusahaan, sebagai salah satu indikator penting daya saing industri di tingkat global.

Ke depan, pengembangan PLTS di kawasan IMIP diharapkan dapat terus ditingkatkan seiring bertambahnya kapasitas dan kemajuan teknologi penyimpanan energi. Dengan porsi energi terbarukan yang semakin besar, struktur ini diharapkan berangsur beralih menuju sistem yang lebih rendah karbon.

Melalui pengembangan PLTS, IMIP menegaskan komitmennya untuk mendukung target net zero emission Indonesia pada 2060, sekaligus menunjukkan bahwa transisi energi dapat dijalankan secara realistis di kawasan industri pengolahan di Indonesia. “Kami (PT DSI dan IMIP) memandang energi terbarukan sebagai investasi jangka panjang yang memberikan manfaat berlapis, tidak hanya dari sisi ekonomi, tapi juga sosial dan lingkungan,” tegas Cui Bao Yong. (red/teraskabar)