Minggu, 31 Mei 2026

Yopi Sabara Desak Aparat Percepat Penanganan Kasus Pengeroyokan di Kawasan PT IMIP

Yopi Sabara Desak Aparat Percepat Penanganan Kasus Pengeroyokan di Kawasan PT IMIP
Yopi Sabara, S.T., Ketua Tim Pencegahan Konflik Sosial sekaligus Ketua Kerukunan Masyarakat Kecamatan Bahodopi / Anggota DPRD Kabupaten Morowali. Foto : Istimewa

Morowali, Teraskabar.id – Ketua Tim Pencegahan Konflik Sosial sekaligus Ketua Kerukunan Masyarakat Kecamatan Bahodopi, Yopi Sabara, angkat bicara terkait kasus dugaan pengeroyokan yang menewaskan seorang pemuda berinisial MR (19) di Kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Kecamatan Bahodopi, pada Kamis (7/8/2025). Ia meminta dan mendesak Polres Morowali serta Polda Sulawesi Tengah untuk bertindak lebih cepat, tegas, dan transparan dalam menangani perkara ini.

“Kasus ini sudah menjadi perhatian publik luas. Saya mendorong pihak kepolisian agar bergerak cepat, mengungkap fakta secara terang, dan memastikan para pelaku dihukum setimpal. Jangan sampai masalah ini berlarut-larut karena bisa memicu keresahan di masyarakat,” tegas Yopi, Sabtu (9/8/2025).

Suasana di Kawasan PT IMIP mendadak mencekam pada hari kejadian. Aktivitas industri yang biasanya berjalan normal seolah terhenti setelah kabar tragis beredar, seorang pemuda ditemukan dalam kondisi mengenaskan dan tak sadarkan diri di sekitar pos keamanan dalam kawasan industri. MR sempat dilarikan ke Puskesmas Bahodopi, namun nyawanya tak tertolong.

Kapolres Morowali, AKBP Zulkarnain, menyebut pihaknya langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa 18 orang saksi. “Empat orang telah kami tetapkan sebagai tersangka, satu di antaranya adalah oknum anggota Polda Sulteng yang bertugas sebagai pengamanan khusus, serta tiga oknum security,” ujarnya. Barang bukti yang diamankan antara lain satu unit mobil Wuling hitam, selang 1,9 meter, dan celana boxer milik korban.

Dugaan sementara, pengeroyokan bermula dari tuduhan pencurian yang dialamatkan kepada korban. MR disebut mengalami kekerasan fisik berat hingga kritis dan meninggal dunia.

Kapolres Morowali, AKBP Zulkarnain, menegaskan proses hukum akan berjalan transparan dan profesional. “Kami meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi isu liar,” katanya.

  Lahan Alkhairaat di Walatana Sigi Siap Dijadikan Lokasi Riset Pangan Organik

Namun, Yopi Sabara yang juga adalah Anggota DPRD Kabupaten Morowali ini mengingatkan bahwa kecepatan penanganan sangat penting untuk mencegah munculnya ketidakpercayaan publik. “Setiap menit keterlambatan bisa membuat isu liar berkembang. Saya berharap pihak Polres dan Polda memberikan update berkala kepada publik agar tidak ada ruang untuk spekulasi,” tegasnya.

Sebagai Ketua Tim Pencegahan Konflik Sosial sekaligus Ketua Kerukunan Masyarakat Kecamatan Bahodopi, Yopi Sabara menghimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi dan memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada pihak berwenang untuk menyelesaikan kasus tersebut.

“Mohon untuk dihimbau saja kepada semua untuk tidak terlibat  tindakan anarkis dalam bentuk apapun. Karena pasti akan berujung pada tindak pidana. Saat ini semua proses hukum sedang ditangani oleh pihak berwenang. Jangan  ada oknum-oknum tertentu yang sengaja memanfaatkan situasi ini untuk memprovokasi masyarakat lainnya untuk terlibat pada tindakan anarkisme, mari kita jaga kondusifitas wilayah ini,” tandasnya. (Ghaff/Teraskabar)