Senin, 12 Januari 2026

PT Vale Gerak Cepat Bantu Korban Banjir Aceh Tamiang, Kolaborasi Pemkab Lutim

PT Vale Gerak Cepat Bantu Korban Banjir Aceh Tamiang, Kolaborasi Pemkab Lutim
Penyaluran bantuan kolaborasi PT Vale Indonesia dengan Pemkab Luwu Timur kepada masyarakat terdampak banjir di Aceh Tamiang, Senin (5/1/2026). Foto: Media Relation PTVI

Aceh, Teraskabar.id – PT Vale Indonesia gerak cepat membantu korban banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang.  Melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Luwu Timur (Lutim) dan semangat gotong royong nasional, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), bagian dari grup Mining Industry (MIND ID), bantuan disalurkan ke tiga desa terdampak; Desa Menanggini, Desa Alur Jambu, dan Desa Kebun Tanjung Seumantoh, masing-masing dengan satu truk bantuan berisi paket kebutuhan dasar keluarga, perlengkapan kebersihan, serta peralatan pendukung tanggap darurat dan pemulihan lingkungan.

Aksi ini merupakan wujud nyata kehadiran dunia usaha dan pemerintah daerah dalam memastikan masyarakat tidak menghadapi masa sulit ini sendirian ketika bencana hidrometeorologi melanda  dan mengguncang kehidupan ribuan keluarga di Sumatra, khususnya di Aceh Tamiang.

Bencana tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga risiko kesehatan, sanitasi, dan keselamatan yang harus segera ditangani. Menjawab kebutuhan tersebut, bantuan yang disalurkan mencakup paket Family Hygiene Kit dan kebutuhan rumah tangga esensial, dilengkapi perlengkapan tidur, alat makan dan masak, perlindungan kesehatan, serta peralatan pendukung seperti alat fogging, mesin chainsaw, dan mesin penyemprot air untuk membantu pembersihan wilayah terdampak. Dukungan ini dirancang untuk membantu masyarakat memulihkan kembali kondisi dasar kehidupan sehari-hari secara cepat dan bermartabat.

Head of External Relation Sorowako & Outer Area PT Vale Indonesia, Yusri Yunus, menegaskan bahwa dukungan kemanusiaan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk berperan aktif dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat.

“Bencana yang terjadi di Sumatra merupakan duka kita bersama. Di tengah situasi sulit ini, kami ingin memastikan bahwa masyarakat terdampak tidak berjuang sendiri. Kehadiran dan kepedulian kami adalah wujud solidaritas dan komitmen kemanusiaan untuk saling menguatkan,” ujar Yusri. Ia menambahkan bahwa aksi ini sejalan dengan nilai-nilai CARES yang menjadi fondasi PT Vale dalam menjalankan bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Penyaluran bantuan dilakukan langsung oleh Bupati Luwu Timur, Ir. H. Irwan Bachri Syam, bersama Ketua TP PKK Luwu Timur sekaligus anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, dr. Ani Nurbani, kepada warga terdampak di Aceh Tamiang pada Ahad (4/1/2026). Selain logistik, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur juga mengerahkan tim medis untuk pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis bagi masyarakat.

“Sejak hari pertama bencana, kami langsung merespons dengan mengirimkan tenaga medis dan relawan ke Aceh Tamiang. Ini adalah bentuk empati masyarakat Luwu Timur atas musibah yang dialami saudara-saudara kita,” ungkap Bupati Irwan.

PT Vale Gerak Cepat Memperkuat Ketahanan Bencana Nasional

Aksi kemanusiaan ini selaras dengan agenda pemerintah dalam memperkuat ketahanan bencana nasional, meningkatkan perlindungan sosial, serta memastikan kehadiran negara dan seluruh elemen bangsa di tengah krisis. PT Vale memandang kolaborasi dengan pemerintah daerah sebagai bagian penting dari upaya bersama untuk mendukung penanganan bencana yang terkoordinasi, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap sinergi antara negara, dunia usaha, dan masyarakat.

Ke depan, PT Vale berkomitmen untuk terus berjalan bersama pemerintah dan para pemangku kepentingan dalam menghadirkan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Tidak hanya dalam situasi darurat, tetapi juga dalam membangun komunitas yang lebih tangguh, sehat, dan berdaya. Dengan semangat gotong royong dan kerendahan hati, PT Vale percaya bahwa dari setiap ujian, bangsa ini dapat bangkit lebih kuat dan melangkah bersama menuju masa depan Indonesia yang lebih inklusif dan berkelanjutan. (red/teraskabar)