Morowali, Teraskabar.id – Forum Masyarakat Kawasan Investasi (FMKI) Kabupaten Morowali sukses menggelar Rapat Kerja (Raker) I pada Jumat (19/12/2025). Raker I FMKI Morowali tersebut berlangsung di Kopi Aroby, Desa Ambunu, Kecamatan Bungku Barat, menghadirkan seluruh unsur pimpinan dan anggota FMKI dalam satu ruang konsolidasi organisasi.
Raker I FMKI Morowali dipimpin langsung oleh Ketua Umum FMKI, Albar Djena. Ia membuka forum dengan menegaskan pentingnya perencanaan kerja yang terarah, terukur, dan berpihak pada kepentingan masyarakat di kawasan investasi.
Oleh karena itu, rapat ini menjadi momentum strategis bagi FMKI dalam menentukan arah gerak organisasi. Selain itu, seluruh Ketua Departemen beserta anggotanya hadir secara aktif. Mereka mengikuti rangkaian agenda dengan penuh antusias.
Setiap departemen memperoleh kesempatan yang sama untuk memaparkan gagasan, menyampaikan usulan, serta menjelaskan program kerja prioritas masing-masing.
Paparan Program Kerja Departemen
Dalam rapat tersebut, para Ketua Departemen memaparkan tiga program kerja utama. Setiap program dirancang untuk menjawab tantangan sosial, lingkungan, dan ekonomi di kawasan investasi.
Dengan demikian, FMKI berupaya memperkuat perannya sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat, industri, dan pemangku kebijakan.
Raker I FMKI Morowali juga menjadi ruang diskusi yang dinamis.
Para peserta aktif memberikan masukan, saran, serta penguatan terhadap program yang diajukan. Selain itu, forum berjalan terbuka dan partisipatif, sehingga setiap gagasan mendapat ruang yang proporsional.
Jasmin Soroti Isu Lingkungan Industri
Salah satu pemaparan penting datang dari Ketua Departemen Hubungan Lingkungan dan Industri, Jasmin. Ia memusatkan perhatian pada isu keberlanjutan lingkungan di kawasan industri. Menurutnya, laju investasi harus sejalan dengan upaya perlindungan lingkungan dan keselamatan masyarakat.
Pertama, Jasmin mengusulkan program pengelolaan sampah terpadu di kawasan industri. Program ini mendorong pemilahan sampah dari sumbernya, pengurangan limbah, serta pelibatan aktif masyarakat dan pihak industri. Dengan langkah tersebut, lingkungan kawasan industri dapat terjaga tetap bersih dan sehat.
“Lingkungan yang bersih bukan hanya urusan industri, tapi tanggung jawab kita semua. Karena itu, pengelolaan sampah harus dilakukan bersama dari hulu sampai hilir,” tegas Jasmin.
Raker I FMKI Morowali: Mitigasi Bencana dan Limbah B3
Selanjutnya, Jasmin memaparkan program mitigasi bencana lingkungan. Program ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi risiko akibat aktivitas industri. Ia menekankan pentingnya edukasi, pemetaan risiko, serta simulasi tanggap darurat secara berkala.
“Masyarakat tidak boleh selalu jadi korban saat bencana datang. Kita harus membangun kesiapan sejak awal,” ujarnya.
Selain itu, Jasmin juga menyoroti pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Ia mendorong industri agar menjalankan pengelolaan limbah secara bertanggung jawab dan sesuai aturan.
Menurutnya, pertumbuhan industri tidak boleh mengorbankan kesehatan warga dan kelestarian lingkungan.
Raker ini kemudian menegaskan komitmen organisasi dalam mengawal isu lingkungan secara berkelanjutan. FMKI mendorong kolaborasi antara masyarakat, industri, dan pemerintah.
Dengan demikian, kawasan investasi dapat tumbuh secara seimbang, adil, dan berkelanjutan. Melalui forum ini, FMKI berharap seluruh program kerja mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat.
Raker I FMKI Morowali menjadi langkah awal dalam memperkuat peran organisasi sebagai mitra kritis sekaligus konstruktif di kawasan industri. (Ghaff/Teraskabar).






