Morut, Teraskabar.id – Sebanyak 140 personel gabungan Polri dan TNI disiagakan di batas Desa Keuno dan Desa Bimor Jaya, Kecamatan Petasia Timur, Kabupaten Morowali Utara(Morut), Sulawesi Tengah.
Pengamanan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Morowali Utara, AKBP Reza Khomeini, S.I.K., didampingi Wakapolres Morowali Utara, Camat Petasia Timur, Danki Brimob Kompi I Yon C Pelopor dan Danki Senapan B 714 Poso.
Upaya tersebut untuk mengantisipasi bentrokan kembali terjadi setelah sebelumnya, sekitar 70 orang warga Desa Keuno didampingi Kepala Desa Keuno, Bartonius Marawo hendak mendatangi masyarakat Desa Bimor Jaya, dalam hal ini kelompok dari warga inisial S serta inisial EB.
Namun petugas dapat mencegah kedua warga desa tersebut bertemu di simpang empat Desa Mohoni.
Sekelompok warga Desa Keuno hendak menuju Desa Bimor Jaya, dipicu aksi perkelahian antarwarga yang terjadi pada Sabtu siang (19/7/2025) sekitar pukul 14.30 Wita, di perempatan Desa Mohoni, Kecamatan Petasia Timur.
Personel Polres Morowali Utara bersama personel Brimob dibantu personel TNI dari Kompi Senapan B Yon 714 Poso turun langsung mengamankan lokasi perkelahian antarwarga tersebut. Empat orang dari kedua desa mengalami luka luka. Seorang warga mengalami luka parah bernama Yoel Lambayu. Warga Desa Keuno ini dirawat di RSUD Kolonodale dan pagi tadi rencana akan dioperasi. Tiga warga lannya menderita luka sedang atas nama Libernan (Keuno), Baco Malingati (Keuno), Samuel (Bimor Jaya). Ketiga warga tersebut sudah kembali ke rumah masing-masing, dimana seluruh korban sebelumnya dilarikan ke Puskesmas Molino dan RSU Kolonodale untuk memperoleh penanganan medis. Selain menelan korban luka, satu pondok dilaporkan habis terbakar.
Diduga permasalahan tersebut berawal pada acara Padungku (Pengucapan Syukur) di Desa Keuno yang didatangi oleh warga Desa Bimor Jaya pada Jumat (19/7/2025) sekitar pukul 00.30 Wita. Salah seorang warga Desa Bimor Jaya tersebut dikenal berinisial S membunyikan suara motornya dengan keras, lantas dikejar warga lalu dipukuli. Oknum warga Desa Bimor Jaya tersebut bertindak seperti itu karena diduga di bawah pengaruh minuman keras.
Sekaitan aksi bentrok tersebut, Kapolres Morowali Utara, AKBP Reza Khomeini, S.I.K., mengimbau seluruh warga agar tetap tenang dan menahan diri, serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi hoaks yang berkembang yang ingin memperkeruh suasana.
” Untuk satu pelaku telah kami amankan di Polres Morowali Utara, percayakan kasus tersebut kepada Polres Morowali Utara. Kondisi Desa Keuno dan Desa Bimor Jaya sementara kondusif,” kata AKBP Reza melalui keterangan resmi kepada media, Ahad pagi (20/7/2025).
Hingga pagi ini, Ahad (20/7/2025) personel Polres Morowali Utara dibantu personel 7 Brimob Lemboroma dan Brimob Morowali, masih disiagkan di lokasi dan kondisi terpantau kondusif. (erny/teraskabar)






