Selasa, 13 Januari 2026
News  

RSUD Undata Palu Layani Pasien Jantung untuk Pemasangan Ring

RSUD Undata Palu Kini Bisa Layani Pasien Jantung
Tim Visitasi BPJS Kesehatan pada Rabu (29/3/2023), bertandang ke RSUD Undata. Foto: Diskominfo Sulteng

Palu, Teraskabar.idRumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Undata Palu, Sulawesi Tengah, kini sudah bisa melayani pasien penyakit jantung  setelah proses kerja sama pembiayaan dengan BPJS Kesehatan untuk pemasangan ring (katerisasi jantung). Dengan demikian, dunia kesehatan di Provinsi Sulawesi Tengah telah maju selangkah.

“Akhirnya seluruh rangkaian proses kerja sama ini segera dilaksanakan atas usaha dan dukungan penuh dari semua pihak. Kerja sama ini juga sebagai kesuksesan bagi Pemerintah Daerah Sulawesi Tengah di bawah duet kepemimpinan Bapak H. Rusdy Mastura sebagai Gubernur dan Bapak Drs. H. Ma’mun Amir sebagai wakil gubernur,”  kata Direktur RSUD Undata, drg. Herry Mulyadi melalui rilis yang diterima media ini, Kamis (30/3/2023).

Baca jugaSetengah Abad Undata, Gubernur : Semoga Naik Tipe A

Menurut drg Herry,  kerja sama ini bisa terealisasi pada 2023 setelah melalui proses selama 4 tahun ketika Tim Visitasi BPJS Kesehatan pada Rabu (29/3/2023), bertandang ke RSUD Undata. Hal itu untuk memastikan segala persyaratan kerja sama pembiayaan telah terpenuhi.

Saat visitasi, selain BPJS juga hadir perwakilan dari Kantor Kepresidenan (KSP) Republik Indonesia. Kehadiran KSP untuk memastikan kerja sama tersebut dapat dimulai dan berjalan sebagaimana yang diharapkan.

Baca jugaSulawesi Tengah Terbaik Kedua Layani Investasi di Indonesia

Upaya kerja sama ini lanjutnya, tentu bukan hal yang mudah dan semudah membalikan telapak tangan. Banyak syarat yang ditetapkan BPJS Kesehatan yang harus dipenuhi. Selain syarat administrasi,  juga syarat teknis yang meliputi sarana prasarana, peralatan dan sumber daya manusia mencakup ketersediaan tenaga medis.

Untuk diketahui, sejak 2022 layanan pasien yang menderita sakit jantung telah dilakukan di RSUD Undata. Namun dirasakan sangat berat dari aspek pembiayaan. Sehingga pelayanan kurang maksimal. Kadang pasien urung dilayani karena terkendala biaya.