Senin, 12 Januari 2026

Satgas PKH Tertibkan Tambang di Morowali, Yasir: Sikat Semua yang Melanggar!

satgas pkh tertibkan tambang di morowali yasir sikat semua yang melanggar
Satgas PKH tertibkan tambang di Morowali, penggiat sosial, Muhammad Yasir meminta sikat semua yang melanggar. Foto: Dokist

Morowali, Teraskabar.id– Pemerintah terus menunjukkan keseriusan dalam menata sektor pertambangan nasional. Di Morowali, langkah tegas itu terlihat nyata melalui gerak cepat Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) . Satgas PKH tertibkan tambang bermasalah merupakan upaya menegaskan keberpihakan negara.

Penggiat sosial Morowali, Muhammad Yasir, menyampaikan dukungan penuh terhadap langkah penertiban tersebut. Ia menilai negara akhirnya hadir secara nyata di tengah persoalan tambang bermasalah yang selama ini meresahkan warga.

Menurutnya, Satgas PKH tertibkan tambang bermasalah tidak boleh sekadar slogan, tetapi tindakan konkret di lapangan.

Tindakan ini juga memperkuat optimisme publik terhadap perbaikan tata kelola sumber daya alam di daerah industri strategis seperti Morowali.

Penyegelan Perusahaan Tambang yang Diduga Milik PT Oti Eya Abadi

Berdasarkan informasi yang diberikan oleh Muhammad Yasir, Satgas PKH telah menyegel salah satu perusahaan tambang yang diduga sebagai PT Oti Eya Abadi yang beroperasi di Desa Siumbatu, Kecamatan Bahodopi.

Yasir menilai tindakan tersebut memberi pesan kuat kepada seluruh perusahaan tambang. Negara tidak lagi mentoleransi pelanggaran. Oleh karena itu, negara juga tidak boleh ragu bertindak tegas.

Dalam konteks ini, Satgas PKH tertibkan tambang bermasalah menjadi simbol keberanian negara menghadapi kekuatan modal.

Penertiban Tambang Lain Terus Berlanjut

Satgas PKH juga melakukan pengecekan terhadap PT GMU atau Graha Mining Utama. Perusahaan ini beroperasi di wilayah yang sama dan terindikasi melakukan aktivitas penambangan di luar Izin Usaha Pertambangan.

“Mereka harus bergerak cepat. Satgas PKH musti mengumpulkan data lapangan. Satgas PKH wajib melakukan verifikasi administratif. Sebagai bentuk keseriusan dalam memastikan setiap aktivitas tambang berjalan sesuai aturan,” ucap Yasir, Minggu (21/12/2025) dalam pernyataan persnya.

  Empat Pucuk Senpi Personel Polda Sulteng Ditarik Propam, Ini Penyebabnya

Muhammad Yasir menegaskan bahwa langkah lanjutan ini sangat penting. Bahkan, ia menilai penertiban harus menyeluruh. Ia juga meminta aparat tidak berhenti pada satu perusahaan saja. Baginya, langkah Satgas PKH ini harus menjadi gerakan berkelanjutan, bukan aksi sesaat.

Satgas PKH Tertibkan Tambang: Harapan Masyarakat dan Pesan Tegas Negara

Pemuda desa Lahuafu ini juga menyampaikan aspirasi masyarakat Morowali yang menginginkan lingkungan tetap terjaga. Ia menilai tambang harus berjalan seiring dengan perlindungan alam dan keselamatan warga. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya keadilan bagi masyarakat lingkar tambang.

Penertiban ini memberi harapan baru. Negara menunjukkan keberanian. Negara menunjukkan kehadiran. Negara membuktikan bahwa hukum berdiri di atas kepentingan korporasi.

Kemudian dengan tegas ia pun menyuarakan pesan tegas, “Sikat semua tambang yang melanggar,” ujarnya. Seruan itu mencerminkan harapan publik agar Satgas PKH tertibkan tambang bermasalah secara konsisten dan tanpa pandang bulu.

Langkah Satgas PKH di Morowali kini menjadi sorotan. Publik menunggu keberlanjutan penindakan. Kemudian, masyarakat berharap penertiban ini menjadi titik balik bagi tata kelola pertambangan yang adil, transparan, dan berkelanjutan. (Ghaff/Teraskabar).