Makassar, Teraskabar.id – Seluruh jenazah korban kecelakaan Pesawat Indonesia Air Transport (IAT) ATR 42-500 telah ditemukan menyusul perkembangan terbaru, dua temuan terakhir dilaporkan pada pagi hari. Paket jenazah kesembilan ditemukan pukul 08.33 Wita, disusul paket kesepuluh pada 09.16 Wita oleh tim SAR gabungan.
Dua paket hasil evakuasi di wilayah operasi pegunungan Bulusaraung di wilayah Kabupaten Pangkep-Maros, telah berhasil dievakuasi dan tiba di Base Ops Lanud Sultan Hasanuddin hingga hari ini, Jumat (23/1/2026), pada pukul 09.06 Wita.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Andi Sultan, menyampaikan bahwa berdasarkan laporan terkini dari tim SAR gabungan, total temuan di area operasi saat ini telah mencapai 10 paket.
“Update dari lapangan, dua paket hasil evakuasi telah tiba di Base Ops Lanud Sultan Hasanuddin, pagi tadi. Sementara itu, informasi terbaru menyebutkan total temuan di lokasi operasi saat ini berjumlah 10 paket yang masih dalam proses penanganan dan evakuasi oleh tim SAR gabungan,” ujar Andi Sultan.
Ia menjelaskan bahwa semalam telah ada penambahan personel dari Basarnas Mamuju, Basarnas Kendari dan Basarnas Palu, yang akan melakukan proses evakuasi terhadap korban pesawat ATR 42-500 PK THT di Pegunungan Bulusaraung, Sulawesi Selatan.
“Pukul 09.06 Wita paket 9 telah ditemukan, dan pukul 09.10 wita paket 10 telah ditemukan, dan sementara dalam proses evakuasi,” ujarnya menahan haru dan tangis saat menyampaikan berita ini.
Tim SAR gabungan memastikan seluruh jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, telah ditemukan pada hari ketujuh operasi pencarian, Jumat (23/1/2026).
Temuan Terakhir, Seluruh Jenazah Korban Pesawat Ditemukan
Dari total 10 jenazah korban pesawat Indonesia Air Transport (IAT) ATR 42-500, dua korban telah teridentifikasi, yakni pramugari Florencia Lolita Wibisono (33) dan pegawai KKP Deden Maulana. Kedua jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga, sementara proses lanjutan penanganan kasus terus dilakukan.
Basarnas bersama seluruh unsur SAR gabungan memastikan operasi SAR akan terus dilaksanakan secara maksimal dan terkoordinasi hingga seluruh temuan berhasil dievakuasi sesuai dengan prosedur yang berlaku. (red/teraskabar)






